Sunday, September 22, 2019

TIPS UNTUK PARA JOB SEEKERS MILLENNIAL


Minggu sore yang sangat cerah sekali, sangat pas untuk sharing sebuah pengalaman yang terangkum dalam sebuah catatan ringan. Silakan disimak ya bro, boleh usul atau berdiskusi lho ya, silakan berkomentar secara santun dan manusiawi.

Upgrade Ur Self
Tips ini terkhusus untuk para pejuang pencari kerja dan pejuang masa depan yang harapannya tentu adalah better than present condition, ciyeileh! πŸ˜…πŸ‘ŒπŸ½

Apa saja tips dari gue? Yuk simak!

1. CV/resume dengan design menarik (eye cathcing) itu memang bagus, tapi isi dari CV/resume tersebut jauh lebih penting, maka buatlah CV/resume yang informatif dan menarik, ndak perlu tabrak warna biar kontras dan norak, biasa saja deh natural saja.
2. Kalo sedang apply, ikutilah prosedur yang tertera dan isilah body email dengan rapi dan jelas! Detail! Ini perihal etika dan kejelian seorang kandidat.

3. Kalau misalkan tidak bisa menghadiri interview, coba untuk informasikan selambatnya satu hari kerja sebelum hari H interview, terlepas alasan apapun, ini perihal kualitas diri kita sendiri dan etika tentunya!

4. Istirahat yang cukup juga sangat penting. Untuk menyiapkan fisik dan mental saat menghadiri sebuah sesi tes (baik psikotes atau interview). Olahraga juga bagus untuk meningkatkan rasa percaya diri! Coba saja kalau gak percaya.

5. Be your self. Ini poin paling utamanya! Karena dari pembicaraan saat interview, HRD bisa lihat bagaimana karakter aslimu, apakah kamu orang yang bisa diajak kerja sama atau tidak. HRD memang dididik dan terskenario demikian. Kalo mulai terindikasi (hal-hal yang tertera di CV tidak sesuai dengan fakta), maka penilaian terhadapmu akan menjadi negatif.

Silakan terus semangat dan tetap berjuang bagi yang menginginkan sebuah perubahan. Stuck di tempat yang tidak nyaman hanyalah buang-buang waktu dan akan semakin menuakan diri untuk kemudian menjadi terlihat “kurang menarik” atau bahkan bisa saja malah “ndak laku” di pasaran. πŸ˜πŸ‘ŒπŸ½

Robi Cahyadi
Deputi Bidang Mental PSJ-45
Aktif menulis di www.robicahyadi28.blogspot.com

Saturday, September 21, 2019

MECHANICAL: 3 DASAR UTAMA PREVENTIVE MAINTENANCE


PREVENTIVE MAINTENANCE
1. Membersihkan (Cleaning)

Pekerjaan pertama yang paling mendasar dalam maintenance adalah membersihkan (cleaning) peralatan/mesin dari debu maupun kotoran-kotoran lain yang mengganggu. Pekerjaan ini sering diabaikan orang karena dianggap tidak penting, dan hanya dianggap sebagai kotoran yang mengganggu tampak luarnya saja. Padahal sebenarnya debu yang menempel pada permukaan mesin merupakan inti bermulanya proses kondensasi dari uap air yang berada di udara sebagai awal terjadinya korosi.

Dalam melaksanakan pekerjaan cleaning perlu ada petunjuk tentang :

  • Bagaimana cara melakukan pekerjaan tersebut
  • Kapan pekerjaan tersebut harus dilakukan
  • Alat bantu apa saja yang diperlukan
  • Hal-hal apa saja yang harus dihindari dalam melakukan pekerjaan tersebut.

Cleaning meliputi peralatan/mesin utama dalam industri, peralatan bantu serta fasilitas pendukung lainnya termasuk lingkungan sekitar peralatan dan lingkungan pabrik.

Cleaning sangat baik dilakukan secara berkala dan disiplin, dengan menyesuaikan waktu operasi peralatan/mesin yang bersangkutan.

Cleaning dilakukan dengan menyesuaikan kondisi lapangan dan jenis kotoran yang timbul. Apabila kotoran berupa debu cukup di lap atau dengan menggunakan vacuum cleaner. Tapi apabila kotoran banyak mengandung serbuk metal atau sejenisnya, cukup dilap saja dan jangan menggunakan semprotan angin.

Dengan kebersihan lingkungan yang terjaga, akan menumbuhkan semangat kerja operator dan menjaga kondisi peralatan/mesin, yang secara tidak langsung akan meningkatkan produktivitas dan menumbuhkan rasa memiliki.

2. Memeriksa (Inspection) 

Pemeriksaan terhadap bagian unit instalasi peralatan/mesin perlu dilakukan secara teratur mengikuti pola jadwal yang sudah diatur. Jadwal dibuat atas dasar pertimbangan-pertimbangan antara lain :

  • Berdasarkan pengalaman yang lalu dalam suatu jenis pekerjaan yang sama, diperoleh informasi mengenai selang waktu/frekuensi untuk melaksanakan pemeriksaan seminimal mungkin dan seekonomis mungkin tanpa menimbulkan resiko kerusakan unit instalasi yang bersangkutan.
  • Berdasarkan sifat operasinya yang dapat menimbulkan kerusakan setelah unit instalasi peralatan produksi beroperasi dalam selang waktu tertentu.
  • Berdasarkan rekomendasi dari pabrik pembuat mesin produksi (manual book).

3. Memperbaiki (Repair) 

Apabila terdapat kerusakan pada bagian unit instalasi peralatan produksi hingga kinerjanya tidak mencapai standar yang dapat diterima, maka perlu dilakukan perbaikan (repair). Repair bertujuan untuk mengembalikan fungsi peralatan kembali pada kondisi standar semula, dengan usaha dan biaya yang wajar.

Thursday, September 19, 2019

RENUNGAN; UNTUK APA KITA MENJADI PEKERJA

Selamat malam sahabat juangku, apa kabar? Sehat kan?

Baiklah, mari sejenak kita tundukkan kepala dan renungkan sebuah hal yang mungkin saja kita tidak atau belum menyadarinya. Apakah itu?

Job Seeker

Ya, sebuah pertanyaan. Kita ini bekerja dan menjadi pekerja formal untuk apa?

Untuk mengisi waktu? Terlalu bodoh.
Untuk uang? Tidak tepat.
Untuk kaya? Tidak semudah itu.
Untuk bahagia? Tidak sesederhana itu.
Untuk bekal hari tua? Terlalu filosofis, teoritis dan njlimet.

Lalu untuk apa? Untuk apa kita berstatus sebagai pekerja formal?

Jawabannya adalah untuk memiliki status.

Legitimasi makhluk dikatakan “hidup” dalam kerangka sosiologi masyarakat kita memang demikian adanya, boleh saja anda tidak percaya, tapi ini realita yang sangat sulit disanggah dan dihindari.

Apa manfaat dari status tersebut?
Status sebagai pekerja?
Dan juga bekerja tentunya?

Dari status itulah mungkin saja anda yang dulu tidak terlalu tampan dan kaya ini belum memiliki pacar kemudian ada wanita yang percaya bahwa anda adalah pria pilihannya. Atau bahkan tanpa anda sadari, bisa jadi mertua anda saat ini diam-diam bersedia menerima anda karena status tersebut. Bagaimana jika anda kala itu melamar istri anda dalam status sebagai pengangguran? Apakah anda yakin diterima saat dalam situasi demikian? Cobalah flashback.

Barangkali juga, motor yang anda miliki, rumah yang saat ini anda tempati bersama anak istri adalah hasil dari status anda sebagai pekerja, dalam hal ini perbankan percaya, memberi legitimasi, dan kemudian memberi kemudahan dalam kucuran kreditnya kepada anda. Lantas, apakah hal demikian berlaku pada saat berstatus sebagai pengangguran? Tentu akan tidak mudah bukan? Jawab saja sejujurnya menggunakan relung terdalam yang ada pada hati sanubari anda.

Apakah kultur masyarakat ketimuran, terlebih generasi kita yang kian moderen seperti saat ini cukup memiliki trust dan legitimasi terhadap mereka yang tidak berstatus sebagai pekerja? Ada, kemungkinan itu selalu ada meskipun sudah mulai jarang. Setidaknya ada syarat yang harus dipenuhi jika anda tidak berstatus sebagai pekerja formal.

Setidaknya anda adalah seorang pengusaha (businessman). Anda dapat menghasilkan uang dalam jumlah “ideal” tanpa harus berstatus sebagai pekerja formal. Apakah itu mudah? Sama sekali bukan hal yang mudah. Saya melihat sendiri betapa orang tua saya bangkrut-bangkit dalam mengelola usahanya berkali-kali. Renungkan dan jalani saja kalau tidak percaya!

Lantas dari rentetan penjelasan yang nalar dan logis ini saya ingin mengatakan apa?

Sederhana saja, syukuri status pekerjaan anda, apapun itu pekerjaannya, tentunya tanpa sedikitpun ada perasaan akan berhenti pada fase tesebut. Kenapa demikian? Karena bukan berarti kita atau anda kuffur nikmat saat kita atau anda sedang menghendaki rizki yang lainnya.

Kenap bisa begitu? Bukankah Tuhan memberikan jaminan kepada setiap makhluknya jika ada kesungguhan ingin mengubah dirinya dari zona existing menuju zona harapan? Anda tidak percaya dengan firman-Nya? Silakan, sah-sah saja.

Prinsipnya adalah sudut pandang kita berbeda-beda dalam menilai sekaligus menghargai sebuah status pekerja, tidak ada yang mutlak benar dan tidak pula ada yang mutlak salah. Tergantung dari sisi mana anda merasakannya.

Mau jadi pekerja formal atau pengusaha? Terserah kowe-kowe pada! Mbuh pikiren dewek. Silakan bertafakkur, alis mikir.

Selamat malam sahabat-sahabatku. Semoga dengan perbanyak bersyukur (Alhamdulillah) Tuhan senantiasa menambahkan limpahan karunia-Nya kepada kita. Aamiin.

Robi Cahyadi
Dewan Penasihat Diri Sendiri
Aktif sebagai penulis di www.robicahyadi28.blogspot.com

Tuesday, September 3, 2019

MENGENAL PROBLEM SOLVING (PEMECAHAN MASALAH)

Kita sering kali mendengar tentang apa itu problem solving (pemecahan masalah), meskipun  sering kali kita mendengarnya tidak jarang dari kita yang belum memahami apa yang dimaksud dengan pemecahan masalah, apa saja yang harus kita lakukan dalam menyelesaikan masalah, dan segala hal piranti pendukung dalam menyelesaikan masalah. Melalui tulisan ini sayan ingin mengajak para pembaca untuk mengulas secara ringkas apakah yang dimaksud dengan penyelesaian masalah dan  bagaimana cara melakukannya.


Problem soving adalah suatu proses mental dan intelektual dalam menemukan masalah dan memecahkan berdasarkan data dan informasi yang akurat, sehingga dapat diambil kesimpulan yang tepat dan cermat (Hamalik, 1994:151). Problem solving yaitu suatu pendekatan dengan cara problem identifikation untuk ketahap syntesis kemudian dianalisis yaitu pemilahan seluruh masalah sehingga mencapai tahap application selajutnya komprehension untuk mendapatkan solution dalam penyelesaian masalah tersebut. (Qruztyan. Blogs. Friendster.com). Kapan persoalan timbul? Saat seseorang sebagai individu atau kelompok menemukan situasi tertentu dan mempunyai tujuan, di situlah timbul persoalan. (NSK.Ltd.)

Mengapa ada problem solving? Karena ada masalah! Sebagai contoh saya mengambil sebuah kasus nyata yang sering kali terjadi dalam dunia industri,  misalkan adanya produk yang tidak bagus lolos hingga ke pelanggan, pasti akan menimbulkan komplain dari pelanggan (customer claim), maka akan ada kemungkinan pelanggan pergi, pelanggan ingin membeli kualitas yang lebih baik, ini berkaitan erat dengan konsep quality, cost, delivery, safety. lalu perusahaan akan merugi karena ditinggal pelanggan karena adanya kompetitor yang lebih unggul. Dari contoh itulah problem solving kemudian dibutuhkan. Solusi atas masalah tersebut harus segera dicari dan ditemukan.

Ada berbagai cara dalam merumuskan penyelesaian masalah, empat pola pikir pemecahan masalah antara lain adalah:
1. ANALISA SITUASI. Apa yang sedang terjadi di dalam diri atau kelompok kerja saya?
2. ANALISA PERSOALAN. Mengapa hal tersebut bisa terjadi?
3. ANALISA KEPUTUSAN. Tindakan apa saja yang seharusanya saya ambil?
4. ANALISA PERSOALAN POTENSIAL. Apa saja yang mungkin menjadi hambatan rencana atau tindakan saya?

Berikut ini saya sajikan sebuah contoh pendekatan masalah melalui proses kuantitatif dengan diagram pareto.

Contoh Diagram Pareto
A. ANALISA SITUASI

Alurnya selalu sama dalam menganalisa situasi, yaitu: Masalah - Apa Masalahnya? - Kemudian lakukan hal berikut: Pisahkan jenis dan bentuk masalah, Tentukan prioritas, Tempatkan masalah.
Contoh analisa situasinya sebagai berikut:
Terjadinya defect galon bocor pada Line Produksi 3 pada perusahaan XYZABC, Plant Sukorejo, pada periode Juni-Juli 2019, sebanyak 125 pcs (dengan rata-rata 63 kasus per bulan). Mengakibatkan potensi kerugian sebesar 63 pcs x 12.000 = Rp. 765.000,- per bulan.
Pernyataan targetnya adalah sebagai berikut:
Menurunkan defect galon bocor dari 63 pcs per bulan menjadi 20 pcs per bulan pada Desember 2019.
Jadi harus jelas berapa target yang akan dicapai dan kapan batasan waktunya.

B. ANALISA PERSOALAN

Alurnya selalu sama dalam menganalisa persoalan, yaitu: Ide perbaikan (Improvement/Kaizen).
Dengan ide perbaikan kita dapat mengurangi potensi masalah, meningkatkan kinerja, menciptakan ide baru, bahkan hingga level menghapuskan suatu potensi masalah. Pendekatan menggunakan diagram tulang ikan juga merupakan satu cara untuk menganalisa persoalan.

C. ANALISA KEPUTUSAN

Bahwa pada dasarnya prinsip analisa keputusan adalah "Keputusann terbaik adalah keputusan yang strategis dan yang operasional". Artinya adalah keputusan yang tepat dan mudah dilakukan.
Ada tiga hal yang dapat dilakukan dalam menganalisa keputusan, antar lain:
  • Divergent Techniques yaitu kemampuan menghasilkan pilihan ide atau solusi baru.
  • Convergent Techniques yaitu penyelesaian maslaah yang menyatukan ide atau bidang yang berbeda untuk menemukan suatu solusi.
  • Impelementation Techniques yaitu desain aktivitas secara mendetail untuk kemudian diterapkan dlam menganalisa sebuah keputusan.
Prinsip Dasar Analisa Keputusan
D. ANALISA PERSOALAN POTENSIAL

Bahwa pada dasarnya prisip analisa persoalan potensial adalah "Resiko tidak bisa dihilangkan, yang mungkin adalah hanya dikendaikan". Artinya sebuah masalah yang timbul hanya dapat dikelola dan dikendalikan agar selalu berada pada titik paling minim resiko.
Ada beberapa hal yang harus dilakukan dalam menganalisa persoalan potensial, antara lain:
  • Menentukan daerah kritis
  • Menentukan persoalan-persoalan yang dianggap potensial
  • Meramalkan atau prediksi sebab masalah
  • Memilih tindakan apa yang akan diambil dalam mencegah potensi masalah
  • Sistem informasi yang jelas

Demikian sedikit ulasan tentang apa dan bagaimana saat kita menemukan masalah, melalui berfikir yang terstruktur dengan menggunakan metode problem solving di atas saya kira kita dapat lebih mudah menyelesaikan setiap masalah yang hadir di tengah hidup atau pekerjaan kita. Semoga bermanfaat.