Wednesday, May 27, 2020

MANUFAKTUR: MENGENAL FUNGSI PPIC

Fungsi Planning dalam perusahaan (manufacture) dijalankan oleh bagian PPIC ( Production Planning and Inventory Control ) PPIC juga memiliki peranan dalam manajemen Inventory.

Apa Inventory ? barang persediaan merupakan aset perusahaan yang berupa persediaan bahan baku/raw material, barang-barang sedang dalam proses produksi, dan barang-barang yang dimiliki untuk dijual. Karena inventory disimpan di gudang, maka manajemen inventory dan gudang sangat berkaitan. sampai digunakan dalam proses produksi.

Perusahaan besar atau kecil, untuk pengadaan dan penyimpanan barang ini diperlukan biaya besar. Biaya penyimpanan ini setiap tahun umumnya mencapai sekitar 20 – 40% dari harga barang Untuk itu diperlukan strategi atau manajemen inventory yang baik agar biaya persediaan optimum.

Sumber Daya PPIC
Tugas umum dari PPIC adalah menerima order dari bagian Penjualan lalu memastikan order ini selesai dan dikirim ke customer pada tepat waktunya. fungsi PPIC berkaitan erat dengan fungsi Marketing, Purchasing, dan Produksi. Disamping itu Informasi mengenai level of raw material, Work In Process (WIP), Final Product, dan data stock opname untuk bagian Finance terutama dalam pembuatan laporan keuangan perusahaan juga termasuk dalam tanggung jawab PPIC.

Beberapa perusahaan memiliki gaya manajemen production planning yang tampak berbeda secara teknis, tapi secara umum fungsi ini tidak jauh berbeda. Situasi Market menuntut produsen mampu menerapkan strategi operasi yang paling tepat. Salah satu contohnya, untuk menekan biaya penyimpanan, customer menuntut produsen menerapkan model produksi make to order, dengan variasi item product yang tinggi dan pemesanan dalam quantity kecil. Faktor ini akan sangat mempengaruhi model system planning diperusahaan tersebut.

PPIC bukanlah robot, yang hanya menjalankan aktivitas sesuai prosedure yang berlaku. Tetapi secara Tim, PPIC berisi sekumpulan orang memiliki sifat pembelajar/learning people, memiliki analitycal skill, dan Sistematis. Jadi tidak hanya menjalankan sistem yang sudah ada, tetapi lebih pada memastikan sistem yang dijalankan efektif atau istilah “Rule Maker“.

Friday, May 8, 2020

PERCETAKAN: MENGENAL JENIS-JENIS KERTAS

Dalam kehidupan sehari-hari, orang awam cenderung mengenal hanya satu jenis kertas saja yaitu kertas HVS. Kertas ini menjadi sangat populer, karena sering digunakan untuk mencetak dokumen/fotocopy dan sangat mudah didapatkan di pasaran. Namun, bagi industri percetakan kertas HVS hanyalah satu dari banyak jenis kertas lainnya yang memiliki karakteristik berbeda-beda. Berikut ini adalah beberapa jenis kertas yang umum digunakan oleh industri percetakan. Mari kita simak agar mendapatkan wawasan yang lebih luas lagi tentang kertas.

Ilustrasi: Salah Satu Jenis Kertas Paling Familiar (HVS)

1. HVS

Sebagai informasi, HVS merupakan singkatan dari bahasa Belanda, ‘houtvrij schrijfpapier’ yang artinya kertas tulis bebas serat kayu. Kertas HVS sering kali dijumpai dalam kegiatan sehari-hari untuk pencetakan dokumen dan juga fotocopy. Kertas HVS termasuk dalam jenis kertas uncoatedyang memiliki tekstur cukup kasar dan permukaannya bergelombang sehingga hasil cetaknya tidak menimbulkan efek glossy. Kertas HVS umumnya berwarna putih pada kedua sisinya dan memiliki varian gramatur dari 60 gr hingga 100 gr. Kertas ini cocok sekali untuk pembuatan isi buku, kop surat, dokumen arsip, laporan skripsi, dll.

2. Art Paper

Art Paper adalah kertas jenis coated yang sering digunakan pada percetakan offset dan juga digital. Kertas jenis ini memiliki karakteristik mengkilat dan halus serta bisa ditambahkan laminating doff, glossy, maupun dengan UV untuk hasil cetak maksimal. Biasanya, Art Paper digunakan sebagai bahan untuk mencetak poster, brosur/flyer, namun tidak menutup kemungkinan untuk mencetak sampul majalah yang full color. Kertas jenis ini memiliki varian gramatur dari 100 gr hingga 150 gr. Gramatur yang biasa kami pakai yaitu 120 gr dan 150 gr.

3. Art Carton

Art Carton memiliki karaktersitik serupa dengan jenis kertas Art Paper. Namun, yang membedakan Art Carton dengan Art Paper adalah ketebalannya. Kertas Art Carton memiliki varian ketebalan mulai dari 180 gr hingga 400 gr. Di tempat kami tersedia ketebalan 190 gr, 210 gr, 260 gr dan 310 gr. Art Carton biasanya digunakan untuk pembuatan kartu nama, sampul buku atau majalah, kartu undangan, kalender, packaging box, paperbag, dll.

4. Matt Paper

Secara kasat mata, Matt Paper memiliki bentuk yang serupa dengan Art Paper. Namun, jika dilihat lebih detail, kertas ini memiliki perbedaan mendasar pada permukaan, yakni tidak mengkilat (semi doff). Matt Paper sering digunakan untuk mencetak majalah karena bisa memberi nuansa doff. Hal lain yang membuat kertas jenis ini sering digunakan adalah karena Matt Paper lebih cepat meresap tinta dibandingkan dengan kertas Art Paper.

5. Kertas Bertekstur

Jenis kertas bertekstur seperti Linen, Concorde, Coronado, Rajawali di tempat kami sering digunakan untuk pembuatan kartu nama, kartu undangan, sertifikat, paperbag, packaging box, dll.

6. Jasmine

Kertas Jasmine banyak digunakan untuk pembuatan undangan. Kertas ini memiliki nuansa gliter warna kuning di permukaannya dan gramatur umumnya cuma 1 ukuran.

7. Tik

Jenis kertas ini memiliki tekstur yang halus namun tidak coated dan tersedia dalam beragam warna. Biasa digunakan untuk mencetak kartu nama, sertifikat, undangan, dll. Gramaturnya yang biasa dipakai adalah 160 gr, 220 gr dan 250 gr.

8. Corrugated

Sesuai namanya, Corrugated adalah karton bergelombang yang diluarnya dilapisi kertas sebagai liner-nya. Kertas ini juga bisa dipadu dengan kertas Duplex dan bisa dicetak full color. Kertas atau bahan ini sangat umum digunakan untuk pembuatan kotak kardus yang biasa untuk kemasan barang maupun makanan/minuman seperti kotak kardus mie instan dan air mineral.

9. Duplex

Kertas jenis ini sering sekali dijumpai sebagai kotak untuk kemasan makanan. Karakteristik kertas Duplex adalah memiliki satu sisi berwarna putih berkilau dan di sisi lain berwarna abu-abu serta bertekstur kasar. Kertas ini memiliki varian gramatur dari 250 gr hingga 400 gr.

10. Ivory

Hal yang menarik dari kertas Ivory adalah kertas jenis ini seperti gabungan dari Art Carton dengan Matt Paper karena memiliki sisi yang mengkilat dan doff di sisi lain. Karena karakteristik inilah kertas ini menjadi populer untuk dijadikan katalog. Kertas Ivory memiliki variasi gramatur dari 210 gr hingga 400 gr.

11. Samson Craft

Bahan kertas yang berasal dari proses daur ulang, memiliki warna coklat tua dan muda. Biasanya, kertas ini digunakan untuk membuat paperbag dan pembungkus. Gramaturnya yang sering dipakai 70 gr dan 80 gr.

12. Fancy Paper

Fancy Paper adalah kertas yang memiliki karakteristik dan warna-warna yang unik. Jenis Fancy Paper sangat beragam dan harganya relatif lebih mahal dibandingkan dengan kertas yang umum digunakan. Biasanya, kertas jenis ini digunakan untuk kegiatan-kegiatan tertentu dan setiap kertas bisa menunjukan identitas suatu perusahaan maupun konsep yang ada dalam kegiatan tersebut.

Jenis kertas yang disebutkan di atas merupakan sebagian jenis kertas yang umum dipakai di industri percetakan. Sebenarnya masih banyak sekali jenis kertas yang beredar di pasaran dan dapat digunakan untuk beragam kebutuhan cetak digital maupun offset. Semoga bermanfaat.

Saturday, May 2, 2020

SEBUAH KISAH; RINDU BERJANJEN DI KAMPUNG HALAMAN

Saya dibesarkan di lingkungan keluarga muslim yang berafiliasi pada organisasi masyarakat islam Nahdlatul Ulama, semasa kecil tentu lekat sekali di hari-hariku terisi beragam tradisi keagamaan yang sangat rekat dengan kultur ke-NU-an. Salah satu yang paling melekat dan sampai hari ini sering terindukan adalah tradisi ritual pembacaan kisah lahirnya (maulid) Nabi Muhammad SAW dalam bentuk pembacaan kitab Maulid Al Barzanji. Bagiku pribadi itu merupakan sebuah sarana mengisi gairah yang sedang tinggi-tingginya di masa remaja dan tentu merupakan nilai positif yang seyogyanya dilanggengkan oleh generasi remaja saat ini agar tidak terjerumus pada lembah negatifnya pergaulan yang semakin bebas dan uncontrol.

Rentang sekolah dasar hingga menjelang awal SMA saya masih sering aktif mengikutinya, berkeliling giliran dari rumah ke rumah rutin setiap malam jumat. Yang menarik tentu adalah bagaimana kami semua remaja desa sangat bersemangat membawakan syair-syair mahalul qiyam dengan alunan berirama dangdut ataupun kadang-kadang india. Kami remaja desa kala itu sangat kreatif menyenandungkannya saling bergantian dan adu keren. Singkat cerita kami dan masyarakat pada umumnya lebih akrab menyebutnya dengan istilah Barzanji (Berjanjen). Melalui tulisan singkat ini saya ingin mengajak generasi muda setelah saya untuk mengenal lebih dekat apa dan bagaimana sejarah singkat Maulid Al Barzanji yang sangat melegenda di kalangan Nadhliyin itu. Semoga sepenggal kisah ini menginsiprasi dan memberikan gairah baru kepada generasi muda.

Tradisi Aqiqah dengan membaca Maulid Al-Barzanji

Kitab Maulid Al Barzanji 


Barzanji merupakan kitab yang berisikan tentang kisah perjalanan Rasullulah, pujian-pujian kepadanya, serta doa-doa. Bagi para nahldiyin barzanji bukan lagi hal yang asing, tidak hanya dibaca ketika perayaan hari lahir Nabi saja, tetapi juga dijadikan rutinan setiap malam Jumat oleh sebagian besar kalangan nahdliyin baik di desa ataupun perkotaan dewasa kini. Dinamakan Al-Barjanzy karena dinisbahkan kepada nama sebuah desa sang pengarang yang terletak di Barjanziyah yang saat ini berada di kawasan Akrad (Kurdistan), Irak saat ini.


Kitab tersebut nama aslinya ‘Iqd al-Jawahir (Bahasa Arab, artinya kalung permata) sebagian ulama menyatakan bahwa nama karangannya adalah I’qdul Jawhar fi mawlid an Nabiyyil Azhar, yang disusun untuk meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, meskipun kemudian lebih terkenal dengan nama penulisnya.

Kitab Maulid Al-Barzanji karangan beliau ini termasuk salah satu kitab maulid yang paling populer dan paling luas tersebar ke pelosok negeri Arab dan Islam, baik Timur maupun Barat. Bahkan banyak kalangan Arab dan non-Arab yang menghafalnya dan mereka membacanya dalam acara-acara keagamaan yang sesuai. Kandungannya merupakan khulasah (ringkasan) Sirah Nabawiyah yang meliputi kisah kelahiran beliau, pengutusannya sebagai rasul, hijrah, akhlak, peperangan hingga wafatnya.

Syaikh Ja’far Al-Barzanji dilahirkan pada hari Kamis awal bulan Zulhijjah tahun 1126 di Madinah Al-Munawwaroh dan wafat pada hari Selasa, selepas Asar, 4 Sya’ban tahun 1177 H di Kota Madinah dan dimakamkan di Jannatul Baqi`, sebelah bawah maqam beliau dari kalangan anak-anak perempuan junjungan Nabi SAW.

Sayyid Ja’far Al-Barzanji adalah seorang ulama besar keturunan Nabi Muhammad SAW dari keluarga Sa’adah Al Barzanji yang termasyur, berasal dari Barzanj di Irak. Datuk-datuk Sayyid Ja’far semuanya ulama terkemuka yang terkenal dengan ilmu dan amalnya, keutamaan, dan kesalihannya. Beliau mempunyai sifat dan akhlak yang terpuji, jiwa yang bersih, sangat pemaaf dan pengampun, zuhud, amat berpegang dengan Al Quran dan Sunnah, wara’, banyak berzikir, sentiasa bertafakkur, mendahului dalam membuat kebajikan bersedekah,dan pemurah.

Garis keturuanannya dengan Nabi Muhammad memlalui jalur Sayyid Husain, Sayyid Ja’far ibn Hasan ibn Abdul Karim ibn Muhammad ibn Sayid Rasul ibn Abdul Syed ibn Abdul Rasul ibn Qalandar ibn Abdul Syed ibn Isa ibn Husain ibn Bayazid ibn Abdul Karim ibn Isa ibn Ali ibn Yusuf ibn Mansur ibn Abdul Aziz ibn Abdullah ibn Ismail ibn Al-Imam Musa Al-Kazim ibn Al-Imam Ja’far As-Sodiq ibn Al-Imam Muhammad Al-Baqir ibn Al-Imam Zainal Abidin ibn Al-Imam Husain ibn Sayidina Ali r.a. dan Sayidatina Fatimah binti Rasulullah SAW.

Masa Kecil Sayyid Ja'far Sodiq Al-Barzanji

Beliau dilahirkan di Madinah Al Munawwarah pada hari Kamis, awal bulan Zulhijjah tahun 1126 H (1711 M). Beliau menghafal Al Quran 30 Juz kepada Syaikh Ismail Alyamany dan Tashih Quran (mujawwad) kepada syaikh Yusuf Asho’idy kemudian belajar ilmu naqliyah (Quran dan Hadis) dan ‘Aqliyah kepada ulama-ulama masjid nabawi Madinah Al Munawwarah dan tokoh-tokoh qabilah daerah Barjanzi kemudian belajar ilmu Nahwu, Sharaf, Mantiq, Ma’ani, Badi’, Faraidh, Khat, Hisab, Fiqih, Ushul Fiqh, Falsafah, ilmu Hikmah, ilmu Teknik, Lughah, ilmu Mustalah Hadis, Tafsir, Hadis, ilmu Hukum, Sirah Nabawi, ilmu Sejarah.

Semua itu dipelajari selama beliau ikut duduk belajar bersama ulama-ulama masjid Nabawi dan ketika umurnya mencapai 31 tahun atau bertepatan 1159 H barulah beliau menjadi seorang yang ‘Alim wal ‘Allaamah dan ulama besar.

Syaikh Ja’far Al-Barzanji juga seorang Qodhi (hakim) dari madzhab Maliki yang bermukim di Madinah, merupakan salah seorang keturunan (buyut) dari cendekiawan besar Muhammad bin Abdul Rasul bin Abdul Sayyid Al-Alwi Al-Husain Al-Musawi Al-Saharzuri Al-Barzanji (1040-1103 H / 1630-1691 M), Mufti Agung dari madzhab Syafi’i di Madinah. Sang mufti (pemberi fatwa) berasal dari Shaharzur, kota kaum Kurdi di Irak, lalu mengembara ke berbagai negeri sebelum bermukim di kota Sang Nabi.

Di sana beliau telah belajar dari ulama-ulama terkenal, diantaranya Syaikh Athaallah ibn Ahmad Al-Azhari, Syaikh Abdul Wahab At-Thanthowi Al-Ahmadi, Syaikh Ahmad Al-Asybuli. Beliau juga telah diijazahkan oleh sebagian ulama, antaranya: Syaikh Muhammad At-Thoyib Al-Fasi, Sayid Muhammad At-Thobari, Syaikh Muhammad ibn Hasan Al A’jimi, Sayid Musthofa Al-Bakri, Syaikh Abdullah As-Syubrawi Al-Misri.

Karya Sayyid Ja'far Sodiq Al-Barzanji

Kitab ‘Iqd al-Jawahir (Bahasa Arab, artinya kalung permata) yang sebagian ulama menyebut dengan nama kitab I’qdul Jawhar fi mawlid an Nabiyyil Azhar. Yang bertujuan untuk meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, dan saat ini dikenal dengan Barzanji. Kitab ini kemudian banyak disyarah oleh ulama masyhur, di antaranya al-’Allaamah al-Faqih asy-Syaikh Abu ‘Abdullah Muhammad bin Ahmad yang terkenal dengan panggilan Ba`ilisy yang wafat tahun 1299H dengan satu syarah yang memadai, cukup elok dan bermanfaat yang dinamakan “al-Qawl al-Munji ‘ala Mawlid al-Barzanji” yang telah banyak kali diulang cetaknya di Mesir.

Di samping itu, kitab Maulid Sidi Ja’far al-Barzanji ini telah disyarahkan pula oleh para ulama kenamaan umat ini. Antara yang masyhur mensyarahkannya ialah Syaikh Muhammad bin Ahmad ‘Ilyisy al-Maaliki al-’Asy’ari asy-Syadzili al-Azhari dengan kitab “al-Qawl al-Munji ‘ala Mawlid al-Barzanji”. Beliau ini adalah seorang ulama besar keluaran al-Azhar asy-Syarif, bermazhab Maliki lagi Asy`ari dan menjalankan Thoriqah asy-Syadziliyyah. Beliau lahir pada tahun 1217H (1802M) dan wafat pada tahun 1299H (1882M).

Juga ulama kita kelahiran Banten, Pulau Jawa, yang terkenal sebagai ulama dan penulis yang produktif dengan banyak karangannya, yaitu Sayyidul ‘Ulama-il Hijaz, an-Nawawi ats-Tsani, Syaikh Muhammad Nawawi al-Bantani al-Jawi turut menulis syarah yang Lathifah bagi “Maulid al-Barzanji” dan karangannya itu dinamakannya “Madaarijush Shu`uud ila Iktisaa-il Buruud”.

Kemudian, Sidi Ja’far bin Sayyid Isma`il bin Sayyid Zainal ‘Abidin bin Sayyid Muhammad al-Hadi bin Sayyid Zain yang merupakan suami kepada satu-satunya anak Sayyid Ja’far al-Barzanji, telah juga menulis syarah bagi “Maulid al-Barzanji” tersebut yang dinamakannya “al-Kawkabul Anwar ‘ala ‘Iqdil Jawhar fi Mawlidin Nabiyil Azhar”.

Sidi Ja’far ini juga adalah seorang ulama besar keluaran al-Azhar asy-Syarif. Beliau juga merupakan seorang Mufti Syafi`iyyah. Karangan-karangan beliau banyak, antaranya: “Syawaahidul Ghufraan ‘ala Jaliyal Ahzan fi Fadhaa-il Ramadhan”, “Mashaabiihul Ghurar ‘ala Jaliyal Kadar”, dan “Taajul Ibtihaaj ‘ala Dhau-il Wahhaaj fi Israa` wal Mi’raaj”. Beliau juga telah menulis sebuah manaqib yang menceritakan perjalanan hidup dan ketinggian nendanya Sayyid Ja’far al-Barzanji dalam kitabnya “Ar-Raudhul A’thar fi Manaqib as-Sayyid Ja’far”.

Kembali pada Sidi Ja’far al-Barzanji, selain dipandang sebagai mufti, beliau juga menjadi khatib di Masjid Nabawi dan mengajar di dalam masjid yang mulia tersebut. Beliau terkenal bukan saja karena ilmu, akhlak, dan takwanya, tapi juga dengan kekeramatan dan kemakbulan doanya. Penduduk Madinah sering meminta beliau berdoa untuk hujan pada musim-musim kemarau.

Diceritakan bahawa suatu ketika di musim kemarau, beliau sedang menyampaikan khutbah Jumaatnya, seseorang telah meminta beliau beristisqa` memohon hujan. Maka dalam khutbahnya itu beliau pun berdoa memohon hujan, dengan serta merta doanya terkabul dan hujan terus turun dengan lebatnya sehingga seminggu, persis sebagaimana yang pernah berlaku pada zaman Junjungan Nabi SAW dahulu

Wafatnya Sayyid Ja'far Sodiq Al-Barzanji

Beliau wafat di Kota Madinah dan dimakamkan di Jannatul Baqi`, sebelah bawah makam beliau dari kalangan anak-anak perempuan junjungan Nabi Muhammad SAW. Karangannya membawa umat ingat terhadap Nabi dan membuat umat islam sangat merindukan Nabi. Setiap kali karangannya dibaca, pasti shalawat dan salam dilantunkan buat Nabi. Beliau telah kembali ke rahmatullah pada hari Selasa, setelah Asar, 4 Sya’ban, tahun 1177 H (1766 M). Jasad beliau makamkan di pekuburan Baqi’ bersama dengan makan para anggita keluarga Rasulullah SAW.

Kitab maulid Barzanji sendiri telah disyarah (dijelaskan) oleh ulama-ulama besar seperti Syaikh Muhammad bin Ahmad ‘Ilyisy al-Maaliki al-’Asy’ari asy-Syadzili al-Azhari yang mengarang kitab “al-Qawl al-Munji ‘ala Mawlid al- Barzanji” dan Sayyidul ‘Ulama-il Hijaz, Syeikh Muhammad Nawawi al-Bantani al-Jawi “Madaarijush Shu`uud ila Iktisaa-il Buruud”.

Demikianah sepenggal kisah sejarah tentang apa dan bagaimana Barzanji (Berjanjen) yang dalam tradisi kultur ke-NU-an sering dijadikan sebagai sarana untuk mendapatkan berkah dan syafaat dari Kenjeng Nabi Muhammad SAW selaku panutan muslimin dan muslimat. Semoga kita senantiasa istikomah mencintai dan merindukan hadirnya Kanjeng Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan ini. Aamiin. Wallahu'alam bhissowab.

Friday, May 1, 2020

SEJARAH ISLAM; HIKMAH KISAH NABI YUNUS AS

Salah satu utusan Allah di bumi, Nabi Yunus AS pernah ditelan ke dalam perut ikan paus. Kisah Nabi Yunus ini pun diabadikan oleh Allah SWT dalam Quran surat Yunus dan surat Al Anbiyaa.

Ada banyak hikmah yang bisa diperoleh dari kisah Nabi Yunus. Terlebih, kisah Nabi Yunus untuk anak banyak mengajarkan tentang kesabaran dan keimanan. Seperti apa kisah Nabi Yunus singkat?

Kala itu Nabi Yunus tengah diutus oleh Allah SWT untuk menyampaikan wahyu di suatu daerah. Nabi Yunus diminta mengajak para penduduk di kota itu beriman dan meninggalkan berhala.

Namun, para penduduk kota itu menolak ajakan Nabi Yunus dan malah memilih untuk menyembah berhala serta sesat dalam kekafiran. Bahkan, mereka mengolok-olok Nabi Yunus.

Nabi Yunus pun marah kepada kaumnya karena tidak mau menerima petunjuk dari Allah. Maka, Allah SWT menurunkan wahyu kepada Nabi Yunus untuk disampaikan bahwa Allah akan memberikan azab kepada mereka.

Ilsutrasi: Nabi Yunus AS di dalam perut ikan Nun
Setelah menyampaikan wahyu itu, Nabi Yunus bergegas pergi dari daerah tersebut. Mengetahui kepergian Nabi Yunus, kaumnya pun meyakini bahwa Nabi Yunus merupakan utusan Allah. Mereka pun bertaubat dan menyesali perbuatan.

Melihat hal itu, Allah menghilangkan azab dari mereka dan memberikan kesenangan. Hal itu Allah firmankan dalam Quran surat Yunus ayat 98 yang berbunyi;

فَلَوْلَا كَانَتْ قَرْيَةٌ اٰمَنَتْ فَنَفَعَهَآ اِيْمَانُهَآ اِلَّا قَوْمَ يُوْنُسَۗ لَمَّآ اٰمَنُوْا كَشَفْنَا عَنْهُمْ عَذَابَ الْخِزْيِ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَمَتَّعْنٰهُمْ اِلٰى حِيْنٍ

Artinya: Maka mengapa tidak ada (penduduk) suatu negeri pun yang beriman, lalu imannya itu bermanfaat kepadanya selain kaum Yunus? Ketika mereka (kaum Yunus itu) beriman, Kami hilangkan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai waktu tertentu.

Namun, Nabi Yunus tetap meninggalkan kampung tersebut karena marah terhadap kaumnya. Padahal Allah SWT belum mengizinkannya untuk pergi.

Kisah Nabi Yunus dimulai ketika pergi ke tepi laut dan menaiki kapal. Sayang, cuaca saat itu tidak bersahabat sehingga membuat kapal oleng sehingga hampir membuat semua di atas kapal tenggelam.

Maka, atas keputusan bersama semua barang yang berat dibuang ke laut untuk meringankan kapal. Namun, masih dibutuhkan satu orang yang dibuang ke laut maka dibuat lah undian dan ternyata undian jatuh kepada Nabi Yunus.

Semua orang tak menginginkan Nabi Yunus untuk dibuang ke laut. Maka diulangnya lagi undian tetapi hasilnya tetap sama sehingga Nabi Yunus pun melempar dirinya ke laut.

Pada saat yang bersamaan, Allah SWT mengirimkan ikan paus untuk menelan dirinya tanpa merobek daging atau mematahkan tulangnya. Di dalam perut ikan paus Nabi Yunus berdoa memohon ampun kepada Allah.

Kisah Nabi Yunus ini difirmankan oleh Allah SWT dalam Quran surat Al Anbiya ayat 87. Allah mengabulkan doa Nabi Yunus yang saat itu berada di dalam perut paus karena perasaan marah.

وَذَا النُّوْنِ اِذْ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ اَنْ لَّنْ نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادٰى فِى الظُّلُمٰتِ اَنْ لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ ۚ

Artinya: Dan (ingatlah kisah) Zun Nun (Yunus), ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya, maka dia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap, “Tidak ada tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.”

Nah, kisah nabi Yunus di atas semoga bisa menjadi pembelajaran untuk kita agar bisa lebih bersabar menghadapi ujian.

Sumber: nu.online