Saturday, March 9, 2024

RELIGI: MENATA HATI MENYAMBUT RAMADHAN

Ramadhan merupakan salah satu momentum untuk mengeliminasi keruwetan dalam hidup kita. Keruwetan yang dimaksud di antaranya adalah kesumpekan hati, kecupetan pikiran, bahkan hingga sempitnya rezeki yang sangat kita nantikan terpecahkan hari demi hari.

Ramadhan sebentar lagi datang dan menemani hari-hari kita dalam kurun waktu sebulan mendatang, apa yang harus dipersiapkan dalam rangka menyambut bulan suci ini? Sirup, kurma, jajanan, atau stok bahan makanan kah?

Bukan, bukan itu yang harus dipersiapkan. Badokan dan cekekan semacam itu hanya kebutuhan printilan saja di bulan ramadhan yang mulia nanti. Persiapan terpenting adalah hati dan keseriusan dalam menatap bulan suci itu sendiri.

Kenapa hati harus dipersiapkan? Ini berkaitan erat dengan niat, segala ibadah seyogyanya dilandasi niat dan niat itu adanya di dalam hati sanubari. Dari niat yang tulus dalam hati berharap lahirlah keseriusan dalam beribadah di bulan suci nanti.

Itulah kenapa mbah-mbah kita dulu mengajarkan ritual bernama “tidur” sehari menjelang ramadhan. Membersihkan mushola atau langgar yang akan dijadikan sentra pencarian maghfirah, menabuh bedug sepanjang hari dengan niat tulus dan bahagia menyambut ramadhan.

Apakah budaya “tidur” menabuh bedug dengan pukulan rancak yang indah didengar khas islam mataram ini sudah punah di tengah gempuran masyarakat yang semakin modern dan cinta duniawi? Entahlah. Patut kita simak nasih selanjutnya.

Yang pasti banyak di antara kita yang hanya melewatkan kemuliaan-kemuliaan bulan ramadhan begitu saja tanpa mendapatkan benefitnya. Senang dan riuh dengan segala romantisasi bulan ramadhan, tapi sebenarnya hati dan pikiran kosong tidak terisi kebaikan apapun.

Padahal kita tahu, bulan ramadhan dikenal dalam islam sebagai bulan penuh maghfirah (ampunan Allah SWT). Jika kita para pendosa ini menyeriusi datangnya bulan ramadhan dengan niat, bukankah semakin besar peluang mendapatkan maghfirah yang endingnya adalah kelancaran hidup kita?

Wallahualam bhissowab…

Malang, 9 Maret 2024
Bapaknya Val