Monday, September 17, 2018

Renungan; Merawat Indonesia Raya

Sekelumit Ingatan

Ingat buku ini? Tentu ingat dong. Salah satu buku diktat Bahasa Indonesia berseri terbitan Depdikbud ini dulu merupakan buku wajib yang harus dijadikan pegangan ajar oleh guru sekolah dasar. Sekolah negeri di seluruh pelosok Indonesia Raya pasti memilikinya minimal dalam jumlah terbatas yang dimiliki dan dikelola oleh perpustakaan sekolah dan selalu dipinjamkan kepada siswanya saat memasuki tahun ajaran baru sekolah.

Dari cerita-cerita di buku ini lah pertama kali aku menerawang dan berimajinasi bahwa jauh di luar tempat tinggalku ada sebuah daerah berbukit-bukit, sawah berundak (terasiring), dan keindahan Indonesia lainnya. Maklum aku lahir di desa yang secara geografis dan topografi bukanlah pegunungan, bukan pula perbukitan, melainkan hanyalah dataran sedang. Tentu bagiku saat itu bukit, sawah terasiring, sistem irigasi persawahan berundak (subak), pegunungan dengan pohon cemara, dan seterusnya merupakan hal yang sangat membuat penasaran. Pikiran bergerilya dan rasa ingin tahu begitu dalam tentang semua ini.

Dari buku diktat ini pula aku membaca banyak cerita yang menceritakan kehidupan masyarakat Indonesia yang digambarkan sangat ijo royo-royo, gemah ripah loh jinawi, tentrem kerto raharjo. Sangat rukun, penuh kedamaian, penuh toleransi, berbudaya gotong royong dan berkontur alam menawan tentunya. Setelah dewasa aku baru sadar bahwa latar (setting) yang banyak dipakai pada cerita-cerita di buku diktat ini merupakan bumi Pasundan (Jawa Barat) yang memang mempesona itu. Terlihat dari misalnya nama-nama desa yang disebutkan seperti Suka Makmur, Suka Maju, dan sejenisnya. Kita tahu di Jawa Tengah ataupun Timur jarang didapati nama-nama desa berpola seperti itu.

Kini setelah mendewasa aku sudah tidak lagi penasaran karena aku telah membuktikan sendiri secara langsung tentang bagaimana indahnya alam dan kultur masyarakat Indonesia yang digambarkan di cerita-cerita pada diktat Bahasa Indonesia sekolah dasar ini. Minimal secara khusus mengunjungi tempat-tempat di sisi Pulau Jawa. Aku sudah kunjungi Jawa Timur (tentunya karena memang asalku dari sana), Jawa Tengah, Jawa Barat bahkan hingga Banten. Pergi ke pelosok daerahnya satu persatu misalnya ke pedesaan di Lumajang, Pasuruan, Malang, Wonosobo, Purbalingga, Cilacap, Semarang, Sragen, Klaten, Subang, Sumedang, Karawang, Garut, Cianjur, Bandung, Bogor, Rangkasbitung, Pandeglang.

Apa hasilnya? Be unity in diversity! Alias yuk bersatu dalam perbedaan. Kemajemukan itu indah, keheterogenan itu menawan, Indonesia yang penuh rona bahagia dan cuilan surga ini harus dirawat terus menerus, jangan pernah bosan dengan upaya kontinyu menahan gempuran pengaruh paham luar yang ingin menggerogoti persatuan negara Dan bangsa ini. Agar apa? Cerita-cerita indah seperti yang terkisah di diktat Bahasa Indonesia jaman SD itu bukan hanya bisa kita ingat dan nikmati, tapi dalam kehidupan nyata bisa juga dirasakan oleh generasi berikutnya setelah kita nanti mati. Itu poin utama yang ingin ku sampaikan. Betul bukan?

Terakhir; Siapa kita? Generasi muda! Mau apa kita? Merawat Indonesia! Aplause buat kita semua.

Tambun Selatan
17-09-2018
RC28~


No comments:

Post a Comment