Saturday, February 20, 2021

SEBUAH OPINI: 2021 JAKARTA BANJIR LAGI?

Sabtu 20 februari 2021 hari ini banyak media televisi nasional menghiasi dirinya dengan berita ibukota negara tercinta ini yaitu DKI Jakarta dan juga tentu wilayah sekitarnya sedang menderita banjir di banyak titik, entah yang ke berapa kalinya banjir Jakarta terjadi. Jika ditilik dari sejarahnya tentu kita semua sadar betul bahwa posisi Jakarta yang diapit oleh sungai besar yaitu Ciliwung di tengah, Cisadane di barat, dan Citarum di timur tentu menjadikannya sebagai lahan besar bergeografis rendah yang tidak menguntungkan.

Ilustrasi: DKI banjir 2021

Sejarah mencatat bahkan jauh sebelum negeri ini merdeka Jakarta sudah diterpa banjir berkali-kali, tercatat tahun 1918 sebagai sejarah banjir terparah karena Batavia (Jakarta kala itu) benar-benar tenggelam mendekati seluruhnya. Hindia Belanda yang kala itu mengendalikan pemerintahan tentu sudah tak kurang akal mencari solusi untuk mengatasi problem tahunan ini. Kenapa harus dikatakan sebagai problem tahunan? Karena faktanya hampir setiap tahun di puncak musim penghujan selalu banjir, dan selama itu pula sejarah juga mencatat masalah ini tak kunjung terselesaikan.

Menyelesaikan banjir di Jakarta tidak hanya cukup dengan jargon omong kosong dalam rangkaian agenda kampanye seorang calon pimpinan daerah. Seribu kali ganti pimpindan daerah (baca: gubernur) dan kita ketahui bersama selalu saja mengumbar janji dalam kampanyenya akan berusaha mengatasi problem rutin banjir ini pun penulis pikir mustahil dianggap sebagai angin segar penyelesaian masalah. Alih-alih angin segar, yang ada justru masyarakat urban Jakarta masuk angin karena banjir ini. Sedap!

Yang teranyar gubernur DKI Jakarta penuh aksi brilian dengan kata-kata mutiaranya yang saat ini sedang menjabat yaitu Anies Baswedan bahkan baru-baru ini terpilih sebagai salah satu tokoh berpengaruh di dunia, meski banyak pihak bingung entah apa dasarnya. Tapi kenyataannya bukan otomatis dengan prestasi yang konon dianggap cemerlang itu lantas banjir tiba-tiba menghilang. Faktanya malah rilis klaimnya di media baru-baru ini yang menyatakan bahwa banjir Jakarta 2021 aman terkendali justru terlihat nampak omong sekosong-kosongnya omong.

Melalui tulisan ini penulis mengajak kepada pembaca untuk merenungi kembali setidaknya pada dua hal penting. Pertama masih relevan kah percaya pada ucapan pimpinan daerah Jakarta soal akan teratasinya problem rutin banjir tahunan ini dengan berbagai programnya? Penulis pikir tidak. Kedua yakinilah bahwa keadaan banjir Jakarta ini disebabkan oleh perilaku manusianya sendiri yang tidak sadar akan rusaknya alam, sehingga seyogyanya jangan berharap lagi pada pemerintah untuk mengatasi banjir. Tapi berjanjilah pada diri sendiri untuk ikut andil mencegah laju kerusakan lingkungan, khususnya warga Jabodetabek.

Semoga banjir Jakarta dan sekitarnya segera surut dan warga dapat beraktivitas normal kembali. Sebagai informasi tambahan bahwa kondisi saat ini menurut rilis resmi Badan Geologi Kementerian ESDM menyebutkan bahwa permukaan laut di Jakarta (khususnya Jakarta Utara) sudah berada 1.5 meter di atas permukaan tanah. Yang logika orang pandir (baca; goblok) adalah mustahil jika terus bertahan dengan program penanggulangan banjir seperti yang ada saat ini. Mompa genangan, membersihkan drainase, keruk sedimentasi muara, tanam pohon, hal-hal normal seperti itu sudah lagi bukan solusi berharga. Butuh solusi nyata mega besar (extra ordinary). Benar bukan?

Robi Cahyadi
Malang, 20 Februari 2021
Dipenuhi rerintikan hujan berselimut pekatnya mendung

Friday, February 5, 2021

SEBUAH OPINI: JABODETABEK VS DAERAH

Setelah cukup lama hidup di Jabodetabek dan kemudian satu tahun lebih ini telah memutuskan menjalani kehidupan di daerah, ada beberapa perbedaan yang sangat mencolok bisa saya simpulkan. Tentunya perbedaan ini bersifat opini, karena bisa jadi menurut versi pandangan orang lain akan berbeda. Seperti apa situasinya?

Picture: Desa vs Kota, sumber; google

Jabodetabek itu padat penduduk, kekuatannya terletak pada prinsip dasar teori people power, bahwa semakin padat populasi suatu daerah maka semakin luas potensi sumber daya yang ada. Ekonomi sebagai jantung kehidupan berdetak cepat dan mengalirkan segala hal yang dipengaruhinya juga ikut bergerak cepat, budaya, pendidikan, sektor bisnis, perdagangan, dan seterusnya sangat dinamis.

Misal, mula-mula hadirnya teknologi baru, selalu berawal dari sumber daya di Jabodetabek. Yang pertama punya mobil listrik Tesla misalnya, bukan orang Gunungkidul atau Palopo, tapi orang Jakarta. Begitulah kiasannya. Jabodetabek sebagai pusatnya Indonesia tentu sangat disorot oleh media, menjadi sasaran pertama market ekonomi dan teknologi dunia, juga seringkali menjadi barometer standar kehidupan yang manusiawi dari generasi ke generasi.

Jadi sisi positifnya di Jabodetabek itu adalah keserbaadaan, apa pun tersedia, jenis pilihan pekerjaan melimpah ruah tinggal sejauh apa kompetensi manusianya. Pilihan mau ngapain sangat terbuka lebar, suka-suka lah intinya. Akses transportasi ke mana saja sangat mudah ditemui. Pembangunan infrastruktur dan sumber daya manusia sangat cepat, semua orang bergerak cepat memastikan hari ini, esok, lusa dan seterusnya lambung tetap mencerna. Kompetitif!

Di daerah cenderung slow motion, bergerak lambat, orang-orang cukup santai menjalani kehidupan 
sewajarnya. Tidak semuanya serba ada, kadang-kadang harus ke tempat yang relatif cukup jauh saat menginginkan sesuatu. Kemudian tidak banyak ragam pilihan pekerjaan dan hal lainnya, karena perputaran ekonomi tidak secepat Jabodetabek. Tidak sembarang orang bisa dengan mudah bebas memilih ingin ngapain dan bekerja suka-suka.

Ada kaidah-kaidah yang harus dipenuhi untuk tetap bisa eksis dengan culture slow motion-nya khas daerah ini. Misalnya secara sederhana berasal dari latar belakang keluarga yang berkecukupan, berkapital cukup. Atau misalnya lagi jika pun tidak berkapital cukup, dengan pergerakan lambat seadanya tapi tidak menuntut hasil seprogresif seperti di Jabodebatek. Di situ letak kunci eksistensi orang yang hidup di daerah.

Di daerah menawarkan sisi positif yaitu situasi yang lebih santai dan kondusif dalam berbagai hal, terutama soal ritual ibadah. Karena tidak banyak orang yang bekerja di sektor formal di korporasi, maka ibadah yang dikemas dalam bentuk kultural ceremonial sangat sering terjadi. Sebentar-sebentar kenduren, tahlilan, pengajian, berkatan, kenyang. Soal apakah pencernaan bekerja atau tidak, pada prinsipnya tidak terlalu merisaukan.

Tapi akhirnya saya menyimpulkan bahwa hidup di mana pun pada dasarnya akan sama saja, baik di megapolitan seperti Jabodetabek atau di daerah seperti pinggiran Kab. Malang tempat saya saat ini hidup. Selama bersedia aktif bergerak, terlepas lambat atau cepat pergerakan itu niscaya kehidupan tetap akan berjalan sewajarnya. Jika pasif tidak ada pergerakan, ya pastinya akan stagnan di posisi tersebut. Justru bisa-bisa dikatakan mundur karena obyek lainnya sedang bergerak ke depan. Ini persoalannya.

Malang, 3 Februari 2021
Robi Cahyadi
Dipenuhi cuaca hujan dan angin berintensitas tinggi

Sunday, January 31, 2021

WAWASAN: MENGENAL JENIS IKAN TUNA

Picture: 9 Jenis Ikan Tuna
Seperti yang kita ketahui bersama, ikan merupakan sumber makanan yang sehat dan dapat memberikan berbagai manfaat kebaikan untuk tubuh. Tak terkecuali ikan tuna. Manfaat ikan tuna bahkan tak hanya sebatas menjadi makanan rendah lemak, tapi juga dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Tentu, ini berita baik di masa sekarang yang menuntut tubuh kita tetap sehat dan kuat.

Manfaat ikan tuna didapatkan dari kandungan gizinya yang tak kalah lengkap. Mulai dari protein hingga Omega-3, berikut ini kebaikan yang bisa Anda dapatkan dari seporsi tuna. Dalam satu porsi ikan tuna seberat sekitar 85 gram, terkandung nutrisi berupa:
  • Kalori: 100
  • Lemak: 5 gram
  • Natrium: 290 miligram
  • Karbohidrat: 0 gram
  • Protein: 22 gram
  • Vitamin D: 6% dari total kebutuhan harian
  • Vitamin B6: 6% dari total kebutuhan harian
  • Vitamin B12: 15% dari total kebutuhan harian
  • Zat besi: 4% dari total kebutuhan harian
Mari kita mengenal 9 jenis ikan Tuna yang paling familiar di dunia:

1. Tuna albakor (Albacore)

Ikan tuna albakor merupakan jenis ikan yang tidak merah melainkan putih, sama halnya dengan jenis ikan konsumsi lain. Jenis ikan tuna ini biasanya dijual di pasaran tradisional dengan kisaran harga yang cukup tinggi.


2. Tuna Mata Besar (Big eye)

Tuna mata besar adalah spesies ikan dari golongan tuna sejati dari genus Thunnus, dan termasuk familia Skombride. Ikan ini adalah ikan konsumsi tangkapan penting dalam industri perikanan ataupun sebagai target penangkapan ikan rekreasi.


3. Tuna Sirip Biru Atlantik (Bluefin)

Tuna sirip biru Atlantik adalah spesies ikan tuna sirip biru dari keluarga Scombridae. Ikan ini juga dikenal sebagai tuna sirip biru utara, tuna sirip biru raksasa dan sebelumnya juga disebut tunny. Tuna sirip biru Atlantik adalah ikan asli Samudra Atlantik Barat dan Timur, demikian juga Laut Tengah.


4. Tuna Bonito

Bonitos adalah suku ikan predator bersirip berukuran sedang di keluarga Scombridae - keluarga yang berbagi dengan suku makarel, tuna, dan makarel Spanyol, dan juga kingfish kupu-kupu.


5. Tuna Dogtooth

Tuna dogtooth alias gigi anjing, dengan nama ilmiah Gymnosarda unicolor, juga dikenal sebagai tuna putih, adalah spesies ikan laut pelagis yang termasuk keluarga Scombridae


6. Little Tunny (Tuna Kecil)

Tunny kecil adalah tuna yang paling umum di Samudra Atlantik. Ini ditemukan di perairan beriklim hangat dan tropis di Atlantik dan Mediterania; di Atlantik barat, berkisar dari Brasil hingga negara bagian New England.


7. Tuna Longtail

Biasa disebut sebagai tongkol abu-abu, atau dalam penamaan ilmiah Thunnus tonggol, adalah salah satu spesies dari tuna yang hidup di perairan tropis Indo-Pasifik Barat. Nama-namanya dalam bahasa Inggris adalah Longtail tuna atau, di Australia, Northern bluefin tuna. 


8.Tuna Skipjack

Di Indonesia dikenal dengan sebutan Ikan Cakalang, adalah ikan berukuran sedang dari familia Scombridae. Satu-satunya spesies dari genus Katsuwonus. Cakalang terbesar, panjang tubuhnya bisa mencapai 1 m dengan berat lebih dari 18 kg. Cakalang yang banyak tertangkap berukuran panjang sekitar 50 cm.


9. (Tuna Sirip Kuning – Yellowfin Tuna)

Jenis ikan tuna sirip kuning atau juga yang populer dengan sebutan madidihang. Ikan ini merupakan ikan laut dari famili scombridae yang hidupnya dengan cara mengembara di lautan tropika yang ada di dunia.

Monday, January 25, 2021

INSIGHTS: MENGENAL HORENSO


Picture: Horenso in Graphic

Apa itu Horenso?

Hou-Ren-Sou adalah budaya kerja bangsa Jepang dalam berkomunikasi atau berdiskuasi, meliputi Houkoku (melaporkan), renraku (menginformasikan), dan soudan (konsultasi atau pra-konsultasi). 

Karyawan harus selalu melaporkan hasil kerjanya kepada atasan. Kemudian atasan dan bawahan atau antar rekan kerja saling berbagi informasi. Kegiatan konsultasi sangat diperlukan, tidak layak seorang karyawan membuat keputusannya sendiri bahkan seorang yang memiliki kuasa di dalam sebuah organisasi atau perusahaan memerlukan diskusi untuk mengatasi sebuah permasalahan.

Tujuan Horenso

Penerapan budaya kerja Horenso ini memiliki beberapa tujuan, yaitu:
  • Menciptakan budaya kerja yang nyaman dengan pola hubungan komunikasi yang efektif baik bawahan dengan atasan maupun antar rekan kerja.
  • Memudahkan komunikasi bisnis agar dapat berjalan lebih efektif
  • Meningkatkan keterampilan dan kemampuan dalam berkomunikasi sehingga dapat menggunakan bahasa dan pemilihan media yang tepat agar pesan mudah dipahami.
Penjelasan Konsep Houkouku, Renraku, dan Soudan

Horensou(穂連想 ) merupakan budaya berdiskusi dengan cara yang baik dan benar untuk mengatasi suatu permasalahan dalam pekerjaan. Berikut di bawah ini addalah penjelasan lengkap mengenai Houkouku, Renraku, dan Soudan yang merupakan ketiga kombinasi kata dari Horensu tersebut:

1. Houkouku

Konsep Houkouku(報告)artinya melaporkan, yaitu proses pemberian laporan yang disampaikan oleh bawahan kepada atasan tentang segala sesuatu yang seharusnya dikerjakan. Melalui houkoku seorang atasan dapat memberikan masukan berupa kritik dan saran kepada bawahannya, sehingga si bawahan nantinya dapat menyelesaikan tugas seperti yang diharapkan. 

Melalui Houkoku pula seorang atasan dapat menilai proses dan hasil pekerjaan yang telah diberikan. Setiap bawahan yang sedang bertugas menyelesaikan pekerjaannya harus mampu memberikan laporan setiap perkembangan aktivitas kerjanya kepada atasan. Laporan tersebut dibuat dengan data-data yang akurat, padat, dan jelas.

Pada tahap houkoku, ada dua jenis bentuk laporan, yaitu:
  1. Laporan dasar (basic), yaitu jenis pelaporan yang dapat dikerjakan kepada pegawai junior untuk membuat tiga jenis laporan yaitu, laporan hasil (結果報告), laporan interim atau dapat disebut juga middle progress report (中間報告), dan laporan permasalahan (トラブル報告) yang dibuat saat terjadi suatu masalah.
  2. Laporan aplikasi (application), yaitu jenis pelaporan setelah adanya peningkatan selama proses kerja. Terdapat dua jenis laporan aplikasi yaitu, laporan perubahan (変更報告) dan laporan informasi (情報報告).
Ketika menyampaikan laporannya, karyawan harus memperhatikan tiga hal penting berikut ini:
  • Tujuan pelaporan, yaitu karyawan harus mampu memahami untuk apa laporan tersebut dibuat dan disampaikan. Dengan memahami tujuannya, maka laporan yang dibuat tidak terkesan bertele-tele sehingga tujuan pelaporannya dapat dengan mudah dipahami oleh atasan. 
  • Fakta dan analisa TOP (Time, Organization, Place), yaitu pembuatan laporan mengikuti prinsip ISO 9001, sesuai dengan fakta dan disertai dengan bukti-bukti yang akurat sehingga bisa ditentukan TOP-nya.
  • Metode Pelaporan, yaitu metode yang akan digunakan dalam pembuatan laporan sehingga hasil laporan yang dibuat terhindar dari potensi salah pengertian yang bisa berdampak pada kesalahan pengambilan keputusan.
Sebuah laporan yang baik apabila penyampaian informasinya dapat memberikan nilai tambah yaitu berdasarkan fakta dan data aktual, sudah dianalisa dan ada kesimpulannya. Hal ini akan memudahkan atasan untuk memberikan masukan yang sangat berharga sehingga tindakan penanggulangannya tepat untuk mengatasi masalah tersebut.

2. Renraku

Konsep Renraku(連絡)artinya menginformasikan, yaitu proses pemberian informasi yang disampaikan antara rekan kerja atau dengan departemen lain, terutama terkait masalah-masalah yang berhubungan dengan pekerjaan kepada pihak terkait. 

Yang terpenting dalam konsep Renraku ini adalah masing-masing pihak benar-benar menyampaikan fakta dan informasi yang ada. Pada saat menginformasikan, ada yang disebut dengan komunikasi vertikal (upward communication) antar atasan dan bawahan, dan komunikasi horizontal (horizontal communication ) antar sesama divisi/departemen dalam satu organiasi.

Banyak terjadi dimana pihak bawahan tidak dapat melakukan tugas yang bukan disebabkan oleh ketidak mampuannya dalam menjalankan tanggung jawabnya melainkan terjadi karena sedikitnya informasi yang diterima dari atasan. Kurangnya informasi yang mereka terima dari atasannya ini dapat menyebabkan hasil kerja bawahan menjadi tidak lengkap atau tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.

Proses renraku sangat bermanfaat untuk memberikan pengayaan berupa bisa saling berbagi informasi dan mencari informasi dari lintas departemen.

Berikut ini adalah kesalahan-kesalahan yang sering terjadi dalam penerapan konsep Renraku: 
  • Karyawan tidak menjelaskan situasi dan kondisi real kepada pimpinannya;
  • Antar rekan kerja tidak terjalin kerjasama yang baik;
  • Karyawan tidak segera mengambil tindakan saat ada masalah sehingga membuat masalah semakin besar; dan
  • Karyawan mengambil kesimpulan pribadi tanpa didukung oleh data dan pengalaman.
Selain dengan rekan kerja, Renraku juga dapat diaplikasian saat bertemu dengan klien, seperti contohnya menyampaikan sesuatu dengan mudah, dan memikirkan kondisi lawan bicara.

3. Soudan

Konsep Soudan(相談)artinya mengkonsultasikan, yaitu proses konsultasi atau diskusi antara atasan dan bawahan. Ada kalanya kondisi di lapangan jauh berbeda dengan kondisi yang diperkirakan. Dalam hal ini bawahan bisanya mengalami kebingungan dalam menghadapi masalah yang tidak dapat dia selesaikan sendiri. Pada saat itulah diperlukan proses Soudan sehingga bawahan akan menerima pendapat, masukan, petunjuk dan saran dari atasan.

Soudan biasanya dilakukan dari bawahan kepada atasan atau dari orang yang tidak mengerti kepada orang yang lebih mengerti. Pola pikir orang Jepang, selalu berusaha untuk meminimalisir masalah dan potensi masalah. 

Ketika konsultasi dilakukan, tidak selalu setiap ide yang disampaikan bawahan mendapat tanggapan yang positif dan langsung bisa diimplementasikan. Adakalanya pihak pelaksana (bawahan) diminta untuk memperbaiki ide dasar kemudian melakukan soudan (konsultasi) untuk kedua kalinya. 

Pola ini dilakukan oleh para atasan di perusahaan-perusahaan Jepang dan bertujuan untuk menggali kemampuan diri sehingga bawahan lebih berinisiatif dengan ide-ide segar demi perbaikan perusahaan.

Konsep Soudan ini dapat mendorong perkembangan diri pada si karyawan sehingga dapat membuatnya bekerja dengan lebih semangat/ cekatan.

Saat ingin melakukan konsultasi, perhatikan dahulu hal-hal seperti berikut ini:
  • Tentukan waktu yang tepat untuk berkonsultasi,
  • Lakukan konsultasi sebelum terbelit masalah,
  • Bedakan antara konsultasi yang berhubungan dengan pekerjaan dan yang bersifat pribadi,
  • Persiapkan terlebih dahulu pendapat dari diri sendiri tentang solusi yang ingin ditempuh,
  • Lengkapi data-data yang berhubungan dengan isi dari apa yang ingin dikonsultasikan,
Adapun langkah-langkah dalam konsultasi : 
  • Analisa masalah (siapkan data-data),
  • Pikirkan solusi (coba selesaikan sendiri), 
  • Konsultasikan dengan rekan sekerja atau pimpinan.
Dengan melakukan konsultasi, tentunya ada manfaat yang didapatkan. Manfaat-manfaat yang didapat dalam menjalankan konsep Soudan yaitu sebagai berikut:
  • Menghindari kesalahan sehingga karyawan dapat bekerja secara maksimal;
  • Hubungan karyawan dengan pimpinan semakin baik; dan
  • Membuka peluang untuk memajukan perusahaan.

Tuesday, December 29, 2020

POLITIK: ADA APA DENGAN RISMA?

Tri Rismaharini dalam sebuah pidato

Penunjukan oleh Presiden Joko Widodo kepada mantan Walikota Surabaya yang lahir di Kediri yaitu Tri Rismaharini alias Bu Risma untuk mengisi posisi Menteri Sosial Republik Indonesia, menggantikan Juliari Batubara yang tersandung kasus korupsi tentu menjadi pertanda angin segar bagi kebanyakan netizen milleniel yang pro pemerintahan. Bagaimana tidak, selama ini kita sebagai netizen millenial tahu betul Bu Risma tercitrakan sebagai sosok yang cas cus gesit trengginas membereskan problematika Surabaya. Opini publik mengatakan Surabaya hari ini lebih rapi dibanding DKI Jakarta (sumber: republika.co.id).

Modal dasar yang fenomenal itu tentu membuat netizen millenial secara umum sangat senang dan berharap Bu Risma mampu tangani problem sosial yang ada di Indonesia secara tuntas. Hari ini kabar berita di media sosial berseliweran tentang Bu Risma yang langsung tancap gas dengan blusukan di bantaran kali Ciliwung dan mengajak para gelandangan yang tidur di bawah jembatan-jembatan sepanjang kali Ciliwung untuk bersedia direlokasi ke rumah rehabilitasi di Bekasi. Sungguh gerakan yang membuat sebagian pihak merasa dag-dig-der khawatir.

Pihak mana sih yang khawatir ini? Tentu adalah pihak yang berada di barisan pendukung Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta. Mereka banyak yang nyinyir kok Mensos rasa Gubernur, maksudnya apa ini? Kira-kira begitu yang terpantau nampak di banyak kolom komentar di twitter hari ini. Seakan merasa kehadiran Bu Risma ini akan mengurangi pamor Pak Anies Baswedan yang terkenal dengan rangkaian kalimat indahnya dalam menyelesaikan berbagai problematika DKI Jakarta itu.

Saya yang merasa diri sebagai bagian dari masyarakat internet (netizen) millenial pun merasa geli dengan adanya respon dua kutub yang berbeda dalam menyikapi langkah cas-cus blusukan Bu Risma ini. Sebagian sisi mendukung dan salut, sebagian yang lain nyinyir dan resah. Sebagai orang yang berada di gerbong pendukung pemerintahan yang sah hari ini, saya mendukung penuh langkah sigap dan nyata Bu Risma dalam menyelesaikan problematika sosial Indonesia ini, tentu ndak ada salahnya jika Bu Risma mengawalinya dari DKI Jakarta dulu bukan?

Kenapa harus diawali dari DKI Jakarta dulu? Pertama, tentu DKI Jakarta adalah barometer ekonomi, budaya, kemajuan untuk daerah lain di bentangan luas Indonesia ini. Kedua, fakta membuktikan bahwa DKI Jakarta hari ini berada dalam peringkat teratas soal banyaknya jumlah gepeng (gelandangan dan pengemis) di deretan kota besar di Indonesia (sumber: kompas.com). Ketiga, tentu gerak cepat bu Risma ini juga bagian dari agenda politik PDI Perjuangan dalam rangka mengambil hati netizen millenial potensial DKI Jakarta agar tidak salah gerbong dan kemudian lebih banyak yang bersedia berada di deretan gerbong pemerintahan. Cadas!

Lalu sejauh apa kira-kira kiprah Mensos baru kita ini? Mari terus kita kawal dan nantikan episode cas-cus yang membuat deg-degan selanjutnya. Sebagai penulis dan pengamat politik amatiran, pesan dan harapan saya kepada bu Risma cukup sederhana. Jangan baper sama warga DKI Jakarta kalau kemudian nanti bakal bodo amatan ya bu, jangan samakan dengan warga Surabaya yang jika dibentak dan dimarah-marahin akan cenderung diam santun dan nurutin kata Ibu. Mungkin warga DKI Jakarta akan lebih cenderung cuek dan gak nggubris ibu, tapi tetap santuy dan on the track saja bu.

Terakhir, jangan kaget jika Ibu kesulitan nyari rujak cingur di DKI Jakarta karena bagi warga DKI adalah hal yang sangat aneh ketika hidung sapi dijadikan sebuah makanan. Juga jangan kaget kalau ternyata pecel ayam atau lele di DKI Jakarta itu sebenarnya adalah lalapan jika di Wiyung dekat rumah ibu di Surabaya sana. Terus juga jangan gupuh ya bu jika ternyata pas pagi-pagi nyidam lontong kupang tapi ibu ndak menemukannya di Jakarta dan adanya cuma ketoprak dan nasi uduk, cari alternatif makanan lain dan biasakan saja dengan makanan yang ada di sana. Semoga ibu sukses mengemban amanah menjadi Mensos. Semangat!