Sunday, May 21, 2023

RELIGI: KANG DUL TAAT PADA GURU

Ruwiya an syaikhona…

Suatu ketika ada Kang Dul santri yang sudah lama tinggal di rumah karena telah lulus/boyong dari pondok, Kang Dul ini belum menikah dan alhamdulillah sehari-harinya bermanfaat untuk mulang ngaji anak-anak di langgar kampung dan sekaligus madrasah sederhana milik abahnya sendiri.

Image: Sosok santri
Source: Google

Di suatu kesempatan Kang Dul ini mendapatkan undangan dari almamaternya yaitu pondok pesantren yang pernah ia tempati dulu untuk menempa ilmu dan kedewasaan. Undangannya berupa haflah alias pesta reuni temu sesama alumni.

Tentu sangat girang dan bahagia sekali mendapatkan undangan haflah semacam itu, terbayang akan bertemu dengan banyak teman-teman satu alumni pondok dan akan ada banyak tawa bahagia mengingat masa-masa suka duka sewaktu nyantri.

Tapi _kersanengalah ndilalah_, saat meminta izin ternyata abahnya tidak mengizinkan Kang Dul ini berangkat ke haflah di pondoknya yang kebetulan di luar kota, karena diminta untuk tetap mulang arek-arek cilik ngaji sore di madrasahnya. Walhasil Kang Dul ini galau gak karuan.

Lalu sampai hari H tiba, hari H haflah itu Kang Dul tetap nekat berangkat pamit ke acara undangan haflah tersebut, dan membadalkan (mewakilkan) jadwalnya mulang ngaji arek-arek ke guru ngaji yang lain. Kang Dul nekat berangkat dengan alasan hasil ijtihad dalam hatinya adalah hormat/takdzim ke kyai di pondok almamaternya adalah keharusan.

Selepas selesai dan pulang dari menghadiri haflah tersebut, abah Kang Dul ini dengan wajah dingin bertanya. “Kowe wingi lak wis tak kandani gak usah menyang haflah, merga kowe wis wani mbantah abah, kowe kudu dihukum, paham ora?”

Kang Dul masih sempat beralasan nana-nini-ninu ke abahnya dengan hujjah/argumentasi ingin takdzim ke kyainya di pondoknya dulu. Ingin silaturahim juga dengan teman-teman seangkatannya dan seniornya dulu, intinya merasa apa keputusan yang dilakukannya adalah kebaikan.

Abahnya lalu menyuruh Kang Dul mengambil kitab durotun nasihin di almari koleksi kitab-kitab abahnya yang berada di ruang tamu. Abahnya dengan nada tinggi menyuruh Kang Dul membuka halaman bab birrul walidain (taat pada orang tua), “Woco, kuwi woco!” Sergah abah Kang Dul, “Paham pora kowe?”.

Kang Dul manthuk-manthuk ndredeg ketakutan, gak bisa ngomong apa-apa lagi selain hanya ndingkluk nggah-nggih. Karena Kang Dul juga sedikit banyak paham apa kandungan di kitab durotun nasihan pada bab/fasal birrul walidain itu. Membenarkan itu.

Lalu abah Kang Dul lanjut menjelaskan/ndukani dengan bilang, “aku iki yo wong tuwomu yo gurumu le!”, “Kowe cilik tak wulang syahadat, tak wulang iqro’, tak wulang fatihah, tak wulang andhap ashor lan toto kromo”. “Opo rumangsamu gurumu iku cuma kyaimu ndek pondok pesantren? Aku iki yo gurumu!”.

Kang Dul diam meneng klecep gak bisa mbantah lagi amarah abahnya. Kang Dul meminta maaf dan berjanji tidak mengulangi lagi kejadian serupa di kemudian hari.

Ibrahnya (pelajarannya) apa yang bisa diambil dari sepenggal kisah ini?

Bila panutanmu itu benar dan perintahnya tidak bertentangan dengan syariat, maka wajib hukumnya taat terhadapnya. Anggap lah kamu ingin sangat takdzim dengan gurumu, tapi jika itu harus melalui fase mengecewakan orang tuamu yang notabene juga gurumu, sebaiknya ijtihad ulang tentang apa makna dari sami’na waata’na.

Wallahualam bhissowab…

Ditulis oleh:
Robi Cahyadi
(Santri kalong ngaji YouTube)

Saturday, April 22, 2023

RELIGI: KANG DUL MINTA AMALAN

Ruwiya an syaikhona…

Kang Dul minta amalan

Suatu ketika ada dua orang santri yang mendatangi mbah kyainya di ndalem, dua santri ini sengaja sowan karena hendak pulang ke kampung halaman setelah lima tahun lebih mondok dan ngawulo di pesantren mbah kyai ini.

Dua santri tadi minta aurad alias amalan-amalan khusus berharap agar hidupnya selepas mentas dari pesantren menjadi penuh kenikmatan duniawi alias sugih bondho dunyo, ndak kekurangan suatu apapun.

Mbah kyai manggut-manggut mengerti apa yang diinginkan dua santrinya tersebut, kemudian mbah kyai memberi dua orang Kang Dul santri ini sebuah amalan yaitu agar membaca surat al-ikhlas sebanyak sekian puluh kali dalam setiap bakda sholat fardlu.

Icon: Santri
Source: Google

Kang Dul pertama sangat girang, kemudian pamitan pulang dengan selanjutnya secara istikomah mengamalkan surat al-ikhlas tanpa henti di sepanjang hidupnya. Tapi alangkah malangnya nasib Kang Dul yang pertama ini, benar saja, hidupnya tiada satu pun kekurangan. Benar.

Bahkan masuk kategori sugih bondho dunyo, tapi sayangnya dampak dari sugih ini menjadikannya semakin jarang ngaji, semakin jarang berhalaqoh, semakin jauh dari pengamalan ilmu-ilmu yang pernah diajarkan oleh mbah kyainya sewaktu di pondok. Kemudian anak-anaknya pun ndak patek pinter ngaji, bahkan ndak patek terpandang di lingkungannya. Biasa mawon.

Bagaimana dengan Kang Dul yang kedua? Kang Dul ke dua memaknai lebih mendalam aurad yang mbah kyainya berikan itu, Kang Dul ini memaknai diberikannya aurad surat al-ikhlas adalah agar hatinya senantiasa ikhlas berada dalam situasi ekonomi apapun. Melarat dan sugih tempatnya di hati, yang penting tetap konsisten ngaji dan berhalaqoh ndak mburu babakan dunyo terlalu nemen-nemen.

Walhasil, Kang Dul kedua ini hidupnya tentram bahagia, tiada kekurangan juga meskipun sejatinya ndak patek sugih-sugih amat. Biasa saja sederhana. Tapi barokahnya semua anak-anak Kang Dul ke dua ini kemudian terlahir menjadi santri-santri yang cerdas pintar, alias ‘alim (penuh ilmu). Menjadi jujugan bagi persoalan-persoalan kemasyarakatan, manfaat pokoknya. Alhamdulillah.

Apa pesan dari sepenggal kisah nyata ini? Sebaik-baiknya bekal adalah ilmu, bukan bondho dunyo. Semoga kita menjadi bagian dari orang-orang yang dipenuhi kenikmatan seperti Kang Dul yang ke dua. Aamiin allahumma aamiin 🤲🏽

Selamat merayakan idulfitri 1444H, semoga kita disampaikan pada idulfitri di tahun-tahun mendatang. Selamat berbahagia menyambut hari kemenangan.

Ditulis oleh: Robi Cahyadi
(Santri kalong ngaji YouTube)

Saturday, March 18, 2023

TRAVELLING: GUNUNG PENANGGUNGAN JAWA TIMUR

Siapa yang tidak mengenal Gunung Penanggungan di Jawa Timur ini? Gunung bertipe strato volcano ini berstatus tidak aktif alias istirahat dari aktivitas vulkanik. Tidak ada catatan kapan terakhir letusan gunung ini, diduga letusan terakhir terjadi di era purba. Gunung ini sangat menarik perhatian karena terlihat jelas di sebelah barat dari jalur utama Surabaya-Malang.

Picture: Gunung Penanggungan terlihat dari Tamiajeng, Trawas, Mojokerto

Gunung Penanggungan dalam mitologi Jawa kuno dikenal sebagai bagian tak terpisahkan dari puncak gunung Mahameru yang tercecer saat secara magis dipindahkan dari tanah Hindustan ke Jawa. Oleh karena itu gunung ini dipercaya sebagai salah satu dari sembilan gunung suci oleh penganut hindu.

Berdasarkan studi terakhir selama dua tahun (2012-2014) ditemukan 116 situs percandian atau objek kepurbakalaan, mulai dari kaki sampai mendekati puncak gunung. Eksplorasi oleh tim dari Universitas Surabaya (Ubaya) hingga 2017 telah menginvetarisasi 198 situs/bangunan kepurbakalaan, sangat kaya sejarah.

Di kaki gunung Penanggungan ini sedikitnya bisa kita temukan berbagai candi tempat pamujan, beribadah. Antara lain komplek Candi Belahan, Candi Selokelir, Candi Jedong, hingga Komplek Petirtan Jolotundo yang dikenal bermata air suci nan mengawetmudakan itu.

Gunung Penanggungan berketinggian sekitar 1650 MDPL dan berada di dua wilayah yaitu Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Mojokerto. Jalur pendakian paling familier untuk menuju puncak Penanggungan adalah jalur Tamiajeng, Kecamatan Trawas, Kab. Mojokerto, Jawa Timur.

Tertarik merasakan sensasi pendakian puncak Gunung Semeru tapi versi replikanya? Tidak ada salahnya mencoba Gunung Penanggungan ini. Dengan trip sebentar dan tidak ‘ngoyo’ kalian bisa mendapatkan bonus vibes mistis dan nuansa Jawa kuno di sekitar sini.

Salam lestari.
Robi Cahyadi (bukan Dzawin Nur)

Monday, February 20, 2023

MANUFAKTUR: MENGENAL SCADA SYSTEM

Ada berkecimpung di dunia industri? Di sektor manufaktur khususnya? Sudah mengenal SCADA sebagai suatu sistem monitoring dan control dalam sebuah aktivitas kerja alat atau mesin? Mari mengenalnya sedikit demi sedikit. Dengan mengenal SCADA system, memungkinkan anda untuk mengotomasi proses kerja di pabrik anda.

SCADA pada haikikatnya merupakan kependekan dari Supervisory Control And Data Acquisition yang diartikan sebagai sistem kendali industri berbasis komputer yang melakukan kontrol untuk industri, infrastruktur, dan proses fasilitas. Sistem ini memiliki empat fungsi dalam penerapannya yaitu:

1. Proses/kontrol (sensor dan aktuator)
2. Komunikasi data jaringan (pada umumnya menggunakan jaringan internet / ethernet)
3. Akuisisi data (pada umumnya menggunakan device khusus semisal PLC atau lainnya)
4. Penyajian data (pada umumnya menggunakan HMI - human machine interface

Sistem SCADA dilengkapi dengan GUI (Graphical User Interface) yang memudahkan dalam navigasi dan pengontrolan high level process yang membutuhkan ketepatan tingkat tinggi, reaksi cepat, serta proses yang kompleks. Meskipun begitu, sistem ini masih bisa diprogram karena memiliki fitur Programmable Logic Controller alias PLC. Sehingga bisa disesuaikan dengan mesin di sekitarnya dan tidak terbatas untuk penggunaan proses satu bidang industri saja.

Umumnya penggunaan SCADA sering ditemukan pada industri-industri besar yang memiliki cara kerja project-driven-process, misalnya penjernihan air, pengeboran dan pengolahan minyak bumi, dan lain sebagainya. Kita akan bahas lebih lanjut tentang penggunaan sistem ini nanti.

Secara sederhana, SCADA bekerja dengan memanfaatkan sensor dan aktuator yang terhubung dengan control logic & calculation. Sehingga tim operator yang bertugas untuk mengawasi proses sebuah sistem tidak perlu mengoperasikan seluruh komponen dalam proses tersebut secara manual.

Sistem SCADA akan menggerakan seluruh motor dan komponen yang untuk menyelesaikan proses tersebut sesuai dengan logic yang sudah ditanamkan dalam sistem ini dan berdasarkan pengawasan dari tim operator. Sejak awal dikembangkan, SCADA System memang ditujukan sebagai sistem remote-access yang lebih canggih dan bisa diprogram untuk menyelesaikan proses dengan tingkat kompleksitas tinggi pada berbagai bidang industri. Sederhananya, sistem ini merupakan DCS (Disributed Control System) namun bisa digunakan untuk skala produksi yang lebih besar.

Sistem ini juga bisa memonitor dan mengoperasikan seluruh mesin dalam pabrik di lokasi yang berbeda. Tak heran jika SCADA menjadi salah satu tipe ICS (Industrial Control System) yang paling banyak digunakan oleh hampir seluruh industri international.

Sebagai contohnya, saya akan mengilustarsikan aplikasi SCADA system dalam sebuah industri manufaktur yang nantinya akan mengontrol levelling oil di storage tank. Mari kita simak ulasan sederhana yang akan memudahkan anda dalam memahami SCADA system ini.

Figure 1: Sebuah tangki oil hanya menggunakan prinsip kerja limit siwtch untuk safety sistemnya



Figure 2: Tangki oil didesain menambahkan sensor di beberapa titik leveling (berbasis liter ataupun kilogram dan persentase) untuk mengetahui secara real time berada di level mana kapasitasnya


Figure 3: Dengan menggunakan SCADA system yang terdiri dari sensor - device acquisiton data - dan HMI maka pengontrolan tangki oil bisa diotomasi menjadi lebih mudah dan efisien melalui dashboard HMI yang diinstal di ruang kerja


Figure 4: HMI - human machine interface dipasang di ruang kerja dengan tampilan cukup lengkap dan informatif meliputi; berapa level oil di store tank, apa statusnya, dan bagaimana kondisinya

Dengan SCADA system ini memungkinkan pelaku industri khusunya pelaku operasional mendapatkan banyak benefit antara lain:

1. Monitoring dan control menjadi lebih mudah dan efisien karena cukup dengan memantau HMI
2. Dapat mengetahui kondisi real time untuk kemudian memudahkan dalam menentukan keputusan
3. Meminimalisir terjadinya kesalahan atau human error

Demikian sedikit penjelasan tentang bagaimana SCADA system bekerja. Semoga bermanfaat dan berguna bagi yang berkenan membacanya.

Salam improvement,
Robi Cahyadi



Sunday, January 8, 2023

MANUFAKTUR: MENGENAL STERILISASI RETORT

Mengenal Sterilisasi (Proses Retort Horizontal)

Apa itu sterilisasi? Kenapa menjadi titik kritis pada proses pengalengan produk pangan? Mari kita pelajari sedikit salah satu tahapan proses setrilisasi produk pangan, yaitu prinsip dasar proses sterilisasi pada mesin retort.

Sterilisasi merupakan salah satu proses pengolahan bahan pangan dengan tujuan membunuh mikroorganisme termasuk spora bakteri berbahaya agar bahan pangan menjadi lebih tahan lama (meingkatkan masa kadaluawarsa) dan tentunya dengan target aman dikonsumsi.

Pengemasan produk pangan tentunya bertujuan untuk melindungi bahan pangan dari lingkunganya dan mempertahankan higienitas suatu bahan pangan agar lebih awet. Salah satu contoh pengemasan dengan tujuan pengawetan adalah dengan cara pengalengan (canning) dan kemudian mensterilkannya.

Proses sterilisasi dengan membunuh mikroorganisme biasanya dilakukan pada suhu tinggi, para ahli dibidang pangan menentukan waktu sterilisasi komersil adalah di kisaran 121,1°C. Sterilisasi produk pengalengan (canning) perlu diatur sesuai dengan karakteristik bahan pangan yang dikalengkan.

Retort horizontal merupakan mesin sterilisasi yang sangat umum digunakan di industri pengalengan (canning) karena efektifitasnya, mampu menampung produk dalam jumlah yang relatif banyak dibanding jika menggunakan jenis retort vertikal.

Prinsip kerja dari mesin retort adalah pemanas pada retort akan menguapkan air hingga membentuk uap panas. Semakin lama uap panas ini akan menggantikan udara awal dari dalam retort, sehingga hanya tersisa uap panas murni di dalam retort.

Uap panas murni tersebutlah yang akan digunakan untuk memanaskan bahan pangan yang terdapat dalam kaleng. Harapannya tentu produk dalam kaleng tersebut mampu bertahan lebih lama alias awet jika dibandingkan tanpa perlakuan sterilisasi.

Picture: diagram static horizontal retort
Source: JBT Corp.

Komponen-komponen penting pada mesin retort pada dasarnya adalah meliputi berikut ini:

(1) Dinding retort: bahan yang digunakan untuk retort adalah plat baja dengan ketebalan minimal ¼ inch dan pintu retort dilengkapi dengan kunci pengaman untuk menahan tekanan tinggi saat proses.
(2) Steam spreader atau penyemprot uap panas: pada retort horizontal dilengkapi penyemprot uap sepanjang retort agar uap panas dapat tersebarkan secara merata di dalam retort.
(3) Vent: tempat keluarnya udara sebelum proses venting time dimulai, dikontrol dengan gate valve sehingga targetnya hanya tersisa uap panas murni dalam retort.
(4) Thermometer: untuk membaca temperatur dalam retort.
(5) Manometer/pressure gauge: untuk mengukur tekanan, di dalam retort, tekanan yang digunakan berkisar pada 0-31 psi.
(6) Keran-keran pipa atau nozzle: untuk keluar masuk air dan uap.
(7) Bleeder: untuk masuknya uap/steam.
(8) Alat pencatat temperatur/waktu : setiap retort harus dilengkapi setidaknya satu alat pencatat temperatur/waktu. Pencatat dapat dikombinasikan dengan pengatur uap.

Semoga tulisan singkat ini bermanfaat, selamat berlibur.