Sunday, November 19, 2023

OPINI: MENYOAL KARAKTER LINTAS GENERASI

Hari ini 23 September 2023 sedang berada di usia berapakah kalian? Coba hitung dulu usia anda saat ini dan bertanyalah pada diri sendiri atau barangkali bisa mencari bantuan google untuk menjelaskan diri kalian sedang di fase generasi apa. Apakah kalian seorang maturist, baby boomers, gen-x, gen-y, atau gen-z. Kalau gen-alpha memang belum muncul ya.

Kenapa sih bicara dan berbincang soal generasi ini kok sangat menarik? Apa menariknya dari perbincangan mengenai hal ini? Bagi penulis tentu sangat menarik karena ada semacam permasalahan khusus yang penulis namakan sebagai gejolak sosial, yang pada akhirnya berbuntut pada persoalan attitude (budi pekerti).

Penulis bukan sedang resah terhadap gejolak sosial dampak dari perbedaan generasi ini, justru penulis merasa visioner dengan memandang persoalan ini sebagai tantangan yang sangat menarik untuk diperhatikan. Minimal untuk diantisipasi agar tidak kaget atau terkejut dengan fenomena yang akan terjadi.

Baik, penulis akan mencoba menjelaskan secara singkat tentang perbedaan-perbedaan antar generasi yang sudah disebutkan di awal tulisan ini. Mari kita kenali terlebih dahulu tentang pengertian generasi per generasi menurut pandangan dan teori para psikolog yang telah bersepakat tentang itu.

Generasi maturist. Siapakah gerangan? Generasi ini menurut kesekapatan psikolog dan pemerhati sosial di Indonesia diartikan sebagai generasi yang lahir sebelum tahun 1946. Lahirnya sebelum era perang kemerdekaan. Generasi ini sudah sangat langka alias populasinya tidak lagi banyak di tahun 2023 ini. Bisa kita katakan generasi ini adalah buyut kita, jika kita di usia berkisar 30 tahunan. Di generasi ini lah paradigma banyak anak banyak rezeki berkembang.

Kemudian selanjutnya adalah generasi baby boomers. Kenapa dikatakan begitu? Baby boomers secara hariah diartikan sebagai ledakan bayi. Jadi maksudnya adalah generasi yang lahir di era ledakan bayi atau penduduk. Kapan terjadi ledakan penduduk? Pasca era perang kemerdakaan. Jadi setelah perang usai, gen maturist tadi rajin kawin mawin sehingga terjadi ledakan bayi bernama generasi baby boomers. Lahir di rentang 1946-1964.

Kita bicara sedikit lebih panjang untuk generasi baby boomers ini. Secara umum jika kalian berusia 30 tahunan, boleh jadi generasi baby boomers ini adalah kakek-nenek anda. Di generasi ini pola umumnya adalah mereka sangat gigih dalam mempertahankan kekayaan tinggalan orang tuanya. Ada ketrampilan lunak (soft skill) dalam diri mereka yaitu persistance alias tahan banting. Generasi ini dikenal sebagai mayoritas pemimimpin negeri ini sekarang.

Setelah era baby boomers, muncul lah gen-x yaitu generasi yang lahir di rentang 1965-1976. Mereka adalah anak-anak dari generasi baby boomers yang gigih itu. Tentu seperti kata pepatah kuno bahwa buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya. Pun begitu dengan gen-x ini yang memilili tingkat kegigihan sangat baik. Mereka bahkan memiliki tambahan attitude positif berupa kemandirian karena banyak ditinggal pergi orang tuanya ke ladang.

Sisi buruknya, gen-x ini kerap disebut sebagai individu yang skeptis karena tidak suka terlibat dalam kegiatan yang tidak menguntungkan. Kalau sebuah agenda kegiatan yang tujuannya tidak jelas, mereka cenderung tidak akan ikut serta apalagi terlibat lebih dalam. Memiliki tujuan untuk membahagiakan diri sendiri sering kali menjadikan gen-x sebagai pribadi yang tidak segan dalam menunda pernikahan dan memiliki anak. Kira-kira begitu lah kenapa di generasi ini banyak pernikahan usia muda. Lalu sebagai responnya muncul program KB dan seterusnya.

Dari gen-x ini kemudian muncul lah gen-y yaitu generasi yang lahir di rentang 1977-1994. Generasi ini bisa disebut juga sebagai generasi milenial. Sudah banyak teknologi digital masuk dan mulai dikenal oleh gen-x dekade terakhir. Jika generasi sebelumnya di masa mudanya berkirim surat cinta menggunakan titip salam, post card, maka gen-y ini sudah menggunakan media setidaknya kirim salam lewat radio, pager, bahkan sudah beralih ke handphone. Terkini sudah berkomunikasi melalui social media seperti facebook, twitter, whatsapp dan lain sebagainya.

Gen-y ini umumnya memiliki ambisi yang kuat untuk menguasai semua bidang. Mereka juga dikenal sebagai generasi yang dapat diandalkan dalam pemanfaatan teknologi alias tech-savvy. Wih keren nih, benarkah demikian? Itu tergantu kalian juga sih bersedia adaptasi dengan kembang tumbuh teknologi digital atau tidak. Pada gen-y ternyata punya fakta menarik yaitu adanya rasa percaya diri tinggi dan ambisius. Itu sebabnya angkatan ini lebih mudah meraih kesuksesan di usia muda. Saya contohnya. Aamiin 😁

Dibandingkan generasi sebelumnya, kaum milenial lebih terbuka dalam menghadapi perubahan. 
Hidup di zaman yang serba teknologi membuat kaum ini tidak bisa lepas dari penggunaan gawai. Segala hal nyaris dilakukan secara digital. Serius, saat ini banyak hal yang sudah kita lakukan di generasi ini menggunakan cara-cara digital. Sayangnya, kelemahan dari generasi ini adalah rentan terkena depresi dan stres juga cenderung sulit bergaul. Ini fakta lho, itu lah kenapa ada istilah healing (penyembuhan) di era generasi ini karena suka overthinking dan overload.

Terakhir, muncul lah generasi berikutnya yaitu gen-z mereka yang lahir di rentang tahun 1995-2012. Tumbuh di lingkungan yang serba digital membuat generasi ini tumbuh menjadi pribadi dengan karakteristik yang beragam, baik dari sisi hubungan interpersonal maupun akademis. Bicara lebih jauh mengenai karakteristik gen-z, secara umum mereka memiliki ciri-ciri seperti melek teknologi, berpemikiran terbuka, kreatif dan positif attitude lainnya.

Sayang seribu sayang, meski gen-z ini tumbuh dengan kebebasan akses informasi yang nir-batas tapi mereka punya sisi lemah yaitu nir-kegigihan, atau jika tidak bisa dikatakan sebagai nir ya less lah. Kurang gigih, gak patek ngoyo seperti baby boomers atau gen-y. Kesandung masalah dikit, mentok, pasrah atau pindah haluan tujuan yang lain. Merek juga tidak terlalu loyal pada bidan yang mereka tekuni, sangat mudah memutuskan untuk berpindah company saat under pressure. Itulah sebabnya kemudian ada istilah untuk gen-z ini sebagai generasi strawberry, lembek.

Untuk gen-alpha yang lahir di rentang 2013-2025, generasi ini hari ini masih terbilang sebagai anak-anak. Belum terididentifikasi jelas oleh para psikolog tentang karakeristik mereka. Setelah kita mengenal bermacam generasi tadi, penulis ingin mengajak pembaca untuk menyimpulkan beberapa kesimpulan awal atau barangkali disebut sebagai kesimpulan sementara. Karena sangat sulit menyimpulkan secara lugas megingat hal ini sangat dinamis bergantung pada sudut pandang masing-masing pembaca.

Singkat cerita, maturist itu tumbuh dibersamai media sosial bernama teknologi face to face, paling banter formal letter. Surat menyurat melalui tulisan tangan, itu juga kenapa di zaman ini tulisan tangan mereka sangat bagus. Umumnya mengusasi skill tata cara menulis latin tegak bersambung yang sangat indah itu. Tulisan jenis langka oleh zaman saat ini dianalogikan sebagai tulisan dokter. Ciye.

Baby boomers tumbuh bersama dengan cukup banyak face to face meeting, lumayan telepon, dan agak sedikit email. Di generasi ini ketrampilan menulis tangan masih cukup baik dan terjaga keningratannya. Pada generasi ini mereka juga banyak yang berpindidikan tinggi dengan tekad gigih menggenggam dunia. Whaa. Mereka ini gak mudah patah semangat, mereka sering bercerita tentang kesuksesannya dulu.

Adapun gen-x sudah tumbuh dengan media komunikasi email dan telepon. Mereka mulai tambah agile dan tetap mempertahankan kegigihan dalam mentas dari kemiskinan. Gen-x ini saat ini menjadi satu-satunya generasi yang mengalami perubahan dari yang sebelumnya ada menjadi ada, dari yang dulunya belum digital menjadi digital. Generasi ini punya keunikan tersendiri yang tidak dimiliki gen sebelum atau setelahnya, masa peralihan.

Gen-y atau kita ini semakin bertambah sarana komunikasi sosial, di era ini sudah dikenal online message, ratusan social media, dan full internet. Gadget sudah menjadi barang wajib yang membersamai kehidupan sehari-hari mereka. Jika bapak ibunya atau kakaknya menyusun skripsi menggunakan mesin ketik, generasi ini sudah menggunakan microsoft word. Untuk presentasi juga sudah lebih canggih menggunakan power point dengan aneka ragam efek. Sayangnya, sebentar-sebentar pusing minta healing.

Gen-z ini sudah sangat melesat jauh melampaui bayangan bapak ibunya. Mereka di era full internet di mana face time, meeting online dengan berbagai platform yang ada seperti zoom, google meet, bertebaran. Di tambah mereka juga terkena era di mana covid-19 melanda, bakat-bakat anti sosial pun terjadi pada generasi ini. Mereka sangat agile dan pikirannya meloncat-loncat, sayangnya mereka juga tak jauh dari generasi sebelumya yaitu gampang depresi, dikit-dikit minta ganti preferensi. Mereka mudah loncat dari satu perusahaan atau pekerjaan ke perusahaan atau pekerjaan lainnya.

Setelah panjang lebar membaca karakteristik lintas generasi ini, apa harapan sesunggungnya penulis kepada pembaca? Harapannya sangat sederhana, karena ternyata fakta di lapangan fenomena ini sudah terjadi dan tidak bisa dihindari. Maka hemat penulis, sudah seyogyanya kita wise (bijaksana) dalam memahami gejolak sosial yang ada. Kita tidak bisa lagi menuntut generasi selanjutnya harus mirip dengan kita, mengarahkan agar tetap gigih adalah keharusan tapi menolak agility mereka juga tidak disarankan. Blending, atau melebur dengannya adalah sebuah keharusan. Seperti falsafah kita, ing ngarsa sing tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani.

Minggu yang sangat bahagia
Malang, 23 September 2023
Robi Cahyadi

Saturday, October 21, 2023

OPINI: Id, Ego, Superego

Jika kita belajar dan lulus teorinya Sigmund Freud tentang Id, Ego, dan Superego kita akan menjadi pribadi yang wise (bijak) dalam menjadi leader, minimal kepala rumah tangga. Masalahnya teori renyah ini ternyata sulit diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Pada umumnya akan ada dua kecenderungan dalam bersikap sebagai individu. Kecenderungan pertama yaitu kita sebagai manusia akan mendahulukan Id sehingga dorongan pribadi atau hasrat dalam diri sendiri mengalahkan segalanya.

Kecenderungan kedua tentunya adalah kita sebagai individu lebih memilih pasrah pada norma yang ada atau mendahulukan superego. Supergo dapat berarti sebuah norma, aturan, standard, dan pakem-pakem yang dinilai ideal.

Bagaimana agar kita dapat menjadi pribadi yang bisa mengontrol antara Id dan Superego itu menjadi seimbang? Jawabannya sudah barang pasti kita harus berada di level penguasaan ego yang baik. Kita harus pandai mengelola konflik yang terjadi antara Id dan Superego.

Ingin tahu lebih dalam tentang Id, Ego, dan Superego? Belajar psikologi dasar saja dulu. Kalau kebetulan di bangku kuliah atau sekolah tidak mendapatkan pelajaran psikologi bagaimana? Jaman sudah canggih, langsung minta bantuan chat-GPT saja. Bhaaaa!

Poin: Jangan berhenti belajar untuk menjadi manusia yang lebih baik.

Saturday, September 23, 2023

FAMILY: BUKU PERTAMA ISTRIKU

Ini adalah buku perdana yang ditulis oleh istriku, mamanya Val. tentunya bersamaan dengan partner menulisnya yaitu Bu Sri Sulastri guru SMKN 2 Bojonegoro, Jatim. Saya pribadi sangat mendukung ketika istri berkeinginan menulis buku bahan ajar untuk siswa didiknya, dan barangkali siswa didik yang lainnya.

Buku berjudul Sistem Sasis Kendaraan Ringan (TKR) ini ditulis dengan harapan memberikan sumbangsih kepada dunia pendidikan khususnya SMK di lingkup Jatim. Sekaligus sebagai cara untuk mengamalkan ilmu yang dimiliki mamanya Val sesuai bidang keahliannya.

Sebagai bentuk dukungan seorang suami pada istri, saya hanya membantu dengan cara mengikhlaskan banyak waktu yang teralokasikan untuknya agar fokus menyelesaikan buku ini. Meski kadang ada perasaan tidak puas karena family and quality time harus terbagi, tapi saya yakin ini semua hanya soal waktu. Waktu untuk bahagia di kemudian hari.

Selain itu, saya pribadi sebagai orang yang gemar menulis meskipun baru sekedar menulis cerita sederhana di blog pribadi tentunya akan mustahil menolak keinginan istri dalam menulis sebuah buku bahan ajar. Alih-alih menolak, yang ada justru mendukungnya untuk menulis lebih banyak lagi buku yang lainnya. Jika perlu, dukungan materi akan ku upayakan.

Kenapa menulis sebuah buku bahan ajar menjadi hal yang sangat saya dukung padahal untuk bisa dicetak oleh penerbit Liniswara di Muntilan Magelang ini prosesnya tidak lah mudah? Juga tanpa royalti alias sepakat dengan tim MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Jatim untuk tidak mendapatkan hak atas monetesasi buku ini nantinya?

Jawabannya tentu sederhana sekali, meluangkan banyak energi tanpa dibayar memang sudah menjadi kewajiban moral seorang guru bukan? Yang diharapkan hanyalah keberkahan demi keberkahan hidup dari sang pemberi ilmu. Di samping menurut berbagai hikayat yang ada, para alim ulama kita juga produkti mengarang kitab, benar? Itu saja sudah cukup menjadi alasannya.

Terakhir, semoga buku ini bermanfaat bagi siswa didik SMK khususnya jurusan Teknik Kendaraan Ringan. Juga menjadi jalan ninja mamanya Val dalam memuluskan langkah selanjutnya yaitu mengabdi dengan tulus kepada masyarakat. Soal ganjarannya? Biar Allah SWT yang mengatur. Teman-teman bantu mengaminkan ya. Matur sembah nuwun.

Lumajang, 10 September 2023.
Bapaknya Val

Sunday, August 20, 2023

OPINI: 3 HAL YANG TIDAK BOLEH DIIRIT

Ini ilmu sekaligus filosofi dari Tiongkok. Boleh tidak sependapat, silakan saja tapi saya pribadi meyakini betul bahwa tiga hal ini memang seyogyanya tidak boleh diirit. Tidak boleh dipusingkan.

Tidak boleh diirit di sini dalam pengertian tidak perlu dipusingkan alias diperhitungkan terlalu dalam. Sehingga tiga hal yang semestinya memberi manfaat pada hidup, justru menjadi sebaliknya saat kita memaksa mengiritnya. Sengsara.

Apa saja 3 hal ini? Berikut penjelasannya. Mohon dibaca dan diperhatikan betul setiap diksi dan pilihan kata dalam tulisan saya nanti. Ini akan mempengaruhi bagaimana anda mencerna pesan yang ingin saya sampaikan.

Pertama: Dana Penunjang Kesehatan

Maksudnya bagaimana? Ya, anda tidak boleh berpikir terlalu njelimet atau bahkan mengerem alokasi dana yang diperuntukkan menunjang kesehatan anda. Alih-alih anda ingin berhemat soal dana kesehatan, yang ada anda akan dihampiri sakit dan sesungguhnya sakit itu akan memerlukan dana yang lebih besar lagi. Teorinya begitu.

Jika anda ingin sehat bugar, anda memerlukan asupan nutrisi yang bergizi. Asupan bergizi menurut kampanye Order Baru era Repelita Soeharto bisa didapatkan dari 4 sehat 5 sempurna. Karbohidrat, protein, lemak baik, vitamin, zat besi. Atau sederhananya nasi, lauk pauk, sayur, buah, dan susu. Anda harus penuhi itu semua meski harus mengeluarkan kocek lebih misalnya. Paham kan?

Ke dua: Dana Kasih Sayang ke Orang Tua

Ini berat, ini sulit dan tentunya tidak mudah. Alih-alih mencadangkan dana khusus untuk rasa sayang ke orang tua. Kadang, dapur sendiri saja ndak patek ngebul. Bener pora? Yo pora? Tapi hendaknya anda tidak perlu risaukan perihal dana ini. Hemat dan terlalu irit di area ini, saya ucapkan selamat anda akan menata hidup untuk sengsara sepanjang hayat.

Jangan pelit ke orang tua, jangan terlalu hemat jika itu untuk kepentingan kasih sayang ke orang tua. Yang bicara soal ini tentu bukan pakar tata kelola ekonomi keluarga, tapi firman Tuhan. Bagaimana semestinya orang tua yang sudah banyak berkorban untuk anaknya, layak mendapatkan kasih sayang yang sebenarnya jika dihitung ulang mustahil kita sebagai anak mampu melampaui kasih sayang mereka. Renungkan lagi perihal dana ini.

Ke tiga: Dana Investasi Pendidikan

Anda muslim? Anda kristen? Anda hindu atau budha? Atau bahkan anda sekalipun agnostic, percaya Tuhan itu ada tapi tidak bersedia memeluk agama apapun? Bebas. Apapun keyakinan anda, saya sepenuh hati haqulyakin bahwa di dunia yang materialistis ini manusia butuh investasi leher ke atas. Investasi otak alias pendidikan.

Jika anda terlalu rumit dan risau perihal alokasi dana pendidikan sehingga menyebabkan anda sendiri atau anak-anak anda tidak menginginkan pendidikan terbaik. Wassalam, sebentar lagi keturunan anda, bisa jadi keturunan pertama alias anak atau keturunan ke dua alias cucu, mungkin juga sampai cicit akan mengalami era sulit bersaing di zaman globalisasi. Irit dana pendidikan sama halnya dengan menyiapkan generasi anda sebagai sandwich. Terhimpit.

Pesannya tentu mudah sekali dipahami jika anda merupakan seorang yang open mind. Jangan irit atau terlalu perhitungan terhadap tiga hal di atas. Boleh jadi saat ini anda memang sedang tidak baik-baik saja secara finansial, meski begitu tetap prioritaskan tiga hal itu. Apalagi jika anda sedang dalam gelimang rezeki, kok ngempet dan nggegem soal 3 dana ini, pertanda keblangsakan akan segera mendatangi.

Merdeka! 🇮🇩

Malang, 20 Agustus 2023
Minggu cerah yang insyaallah dipenuhi berkah

- Robi Cahyadi -

Saturday, August 19, 2023

OPINI: SIFAT WAJIB LEADER

5 sifat wajib seorang leader (pemimpin):

1. Komunikator yang baik
2. Mempunyai daya konektifitas
3. Good attitude (must)
4. Menyampaikan goal dan harapan
5. Pemberi feedback yang baik

Bagaimana menurut kalian? Sudahkah kalian menjadi leader yang baik khususnya di tengah keluarga?

Komunikator yang baik didefinisikan sebagai kemampuan kita dalam membangun komunikasi yang efektif di dalam tim, tidak bertele-tele, semua kerangka komunikasinya sederhana dan mudah dipahami.

Daya konektifitas terdefinisi sebagai kemampuan dalam memahami berbagai jenis perilaku dalam sebuah tim, mampu menyatukan berbagai ego yang ada menjadi satu visi misi, team work.

Good attitude tentunya adalah sebuah keharusan, terdiri dari apa saja? Banyak. Bejibun. Kita harus sopan, murah senyum, ramah, pendengar yang baik, menghormati orang lain, dan lain sebagainya.

Menyampaikan goal dan harapan ini penting karena leader merupakan sosok pemimpin, panutan, pembawa arah sebuah tim akan menuju apa dan ke mana. Mudah? Tentu tidak. Harus diasah terus menerus agar expert dalam kemampuan ini.

Pemberi feedback yang baik berarti menjadi leader harus bisa menilai dan merespon setiap masukan. Feedback merupak umpan balik yang berarti seorang leader harus menguasai kapan dia memberikan kredit poin dan kapan memberikan kritik.

Ingin menjadi leader yang baik? Bisa kon syaratnya satu saja, menikah. Eh.

Malang, 10 Agustus 2023