Friday, March 11, 2016

Opini: RAT Koperasi Karyawan PT. NSK BMI

Logo Kopkar NSK

Tulisan ini adalah mutlak pendapat atau opini penulis dalam menilai atau menyikapi RAT Kopkar (Koperasi Karyawan) PT. NSK BMI yang mana penulis adalah bagian dari anggota koperasi sekaligus sebagai karyawan PT. NSK BMI itu sendiri. Penulis berkeinginan memberikan sebuah penilaian yang bisa saja akan dipandang obyektif dan tidak menutup kemungkinan akan terlihat subyektif. Untuk mendukung agar tulisan ini mendekati obyektif maka penulis berusaha memakai data-data atau pertanyaan secara langsung kepada anggota koperasi yang lain, khususnya tentang proses pelaksanaan RAT 2016 ini.

Pada tanggal 5 Maret 2016 diadakan sebuah rapat anggota di hall PT. NSK BMI yang biasa disingkat RAT (Ratapat Anggota Tahunan) 2016 yang mana berarti yang diulas adalah hasil kinerja kopkar selama tahun buku 2015 dan juga rencana atau planing kerja kopkar di tahun yang akan datang yaitu tahun 2016. Acara RAT dijadwalkan akan berjalan mulai pukul 8.00 WIB meski pada kenyataannya baru efektif berjalan sekitar pukul 8.45 WIB. Panitia penyelenggara pada RAT 2016 adalah dari teman-teman FDA (Forum Delegasi Anggota) Kopkar PT. NSK BMI. Target dari RAT ini rampung atau finish pada pukul 13.30 WIB meski nyatanya molor hingga selesai pukul 15.00 WIB.

Secara umum acara berjalan lancar seperti yang dikehendaki, meski penulis mencatat ada beberapa kondisi yang menurut hemat penulis kurang sesuai, atau lebih tepatnya kurang maksimal. Pada bagian apakah itu? Ya, pada bagian acara pokok, yaitu tanggapan LPJ (Laporan Pertanggung Jawaban) pengurus dan peangawas. Penulis melihat pada bagian ini terkesan saudah sangat terarah, dalam artian tidak ada perlawanan dalam bentuk kritisi terhadap pertanggungjawaban pengurus, khususnya menyangkut soal neraca keuangan. Kami anggota yang ikut RAT sadar bukan karyawan dengan kelebihan khusus yang mampu menilai atau mengkritisi hal terkait neraca keuangan, alhasil kami tidak cukup mampu melihat dengan detil data neraca keuangan yang telah disajikan oleh pengurus dalam LPJ-nya. Pada momen ini kami anggota serasa mengikuti sebuah prinsip bernama husnudzon (baik sangka). Kami tak memberi pertanyaan serius dalam hal ini, mutlak anggota kalah.

Pada bagian acara pokok ini pun dibentuk kelompok atau komisi yang terdiri dari sekurangnya sekitar 16 anggota kokpar, dengan total peserta RAT yang ada maka terbentuk 5 komisi. Tujuan dari komisi ini adalah merapatlan dengan anggotanya masing-masing untuk menyimpulkan apakah LPJ pengurus dan pengawas secara umum diterima atau tidak, jika pun tidak, apa catatannya dan rekomendasinya di tahun buku yang akan datang? Waktu yang diberikan panitia penyelenggara adalah 90 menit. Pertanyaan penulis pun muncul, apakah mungkin dengan waktu yang singkat tersebut anggota yang terdiri dari 16-20 orang di tiap komisinya mampu efektif memberikan masukan-masukan yang mengkritisi sekaligus memberikan saran pada pengurus dan pengawas Kopkar? Penulis dengan tegas menyatakan tidak cukup dan sangat tidak efektif! Ini poinnya.

Kenapa penulis mengatakan ini tidak efektif dan tidak maksimal? Indikatornya sederhana, semua komisi yang ada menyatakan LPJ pengurus dan pengawas DITERIMA dengan catatan. Artinya apa? Penulis menyimpulkan anggota tidak cukup mampu menyalurkan aspirasinya secara maksimal karena waktu yang sangat terbatas, disamping memang dari awal RAT ada kecenderungan anggota apatis terhadap poin-poin yang bersifat angka yaitu neraca keuangan. Sekali lagi karena keterbatasan kemampuan anggota dalam mempelajari laporan keuangan yang besarannya milyaran tersebut. Padahal hemat penulis justru pada bagian neraca keuangan ini lah yang harus dikaji sangat dalam dan teliti mengingat ini adalah sangat vital, menyangkut dengan keamanahan pengurus, transparansi, dan kapabilitas.

Lantas apa solusi menghadapi problem seperti yang dijelaskan di atas? Pengurus kopkar hendaknya menyegerakan training kepada anggota tentang cara baca atau cara meneliti neraca keuangan. Jika anggota diberikan ilmu tentang neraca keuangan sangat mungkin roda usaha kopkar PT. NSK akan berjalan tanpa unsur kecurigaan anggota terhadap pengurus, karena anggota dapat menilai secara sistematis data dan angka-angka yang disajikan pengurus dalam LPJ-nya. Disamping itu, dengan adanya kritisi pada bagian neraca keuangan maka akan menjadi sangat obyektif dalam mengatakan dan menyatakan keuangan kopkar PT. NSK BMI berjalan sehat tanpa adanya kecurangan dalam pengelolaan keuangannya, sehingga diharapkan semua elemen yang ada dalam kopkar PT. NSK BMI khususnya anggota dapat berinvestasi dengan nyaman dan tenang.

Demikanlah ulasan sedikit dari penulis dalam rangka menyikapi penyelenggaraan RAT 2016 Kopkar PT. NSK BMI, semoga ke depan pengurus, pengawas, dan anggota melalui perwakilannya di FDA dapat semakin mewujudkan berjalannya roda usaha kopkar dengan lebih baik, semakin handal dan solid. Sehingga benefit yang dapat diperoleh anggota kopkar semakin banyak dan tentu tidak lupa profit kopkar juga semakin besar. Terpenting dari semua ini adalah transparansi, mengingat tujuan dari koperasi tak lain adalah kesejahteraan anggota dengan transparansi kepengurusan dan pengelolaan. Amin.

Friday, January 29, 2016

Daftar Balai Laboratorium Pengujian Logam

Balai Besar Bahan dan Barang Teknik

Jl. Sangkuriang No.14 Bandung, Jawa Barat 40135
Telp : +62 22 2504088 , +62 22 2504828 , +62 22 2510682
Fax : +62 22 2502027
Email : info[at]b4t.go.id, b4t[at]b4t.go.id
SMS : 08996178814 (Send "FORMAT")

 

Sucofindo

Kantor Pusat: Graha Sucofindo 1st floor Jl. Raya Pasar Minggu Kav. 34 Jakarta 12780
Telepon : (021) 7983666 Ext. 1116, 1124
Fax : (021) 7986473, 7983888
Email : customer.service@sucofindo.co.id

 

Polman Bandung

UNIT PELAYANAN MASYARAKAT
Jl. Kanayakan No. 21, Dago - Bandung 40135
Telp : +62 22 250 0241
Fax : +62 22 250 2649
Email : upm@polman-bandung.com
upm_polman@yahoo.com
upmpolman@gmail.com

 

BPPT Serpong

BALAI BESAR TEKNOLOGI KEKUATAN STRUKTUR (B2TKS-BPPT)
Kawasan Puspiptek Gedung 220 Cisauk Tangerang Selatan
Pelayanan Teknis :
Arif Hartono :
Telp (021) 7560930, Fax. (021) 7560903
HP. 08128897749,
Email : jastek@yahoo.com, jastek@yahoo.co.id

 

Departemen Metalurgi UI Depok

Departemen Metalurgi dan Material
Fakultas Teknik Universitas Indonesia
Kampus UI Depok 16424 Jawa Barat - Indonesia
Telepon : + 62 – 21 – 786 3510
Fax : + 62 – 21 – 787 2350
Email : info@metal.ui.ac.id 

Monday, November 2, 2015

Cara Setting Jam Digital New Mega Pro

Buat para rider pemilik kuda besi pabrikan Honda khususnya New Mega Pro keluaran 2010 up terdapat fitur unik di speedometernya yaitu berupa jam digital. Akan tetapi seringkali dari bawaan pabriknya jam digital tersebut tidak cocok. Jika bro-bro kesulitan untuk menyettingnya, maka sangat tepat jika bro-bro baca tulisan di bawah ini. Adapun untuk menyetel waktu Jam digital dapat dilakukan melalui langkah-langkah sebagai berikut ini:

1. Putar kunci kontak ke ON.
2. Tekan dan tahan kedua tombol RESET dan tombol SELECT selama lebih dari 2 detik. Jam digital akan masuk ke modus penyetelan ditandai dengan berkedipnya angka penunjukan jam berkedip.
3. Untuk menyetel angka jam, tekan tombol RESET sampai jam dan AM/PM yang diinginkan diperlihatkan.
• Angka jam akan maju dengan satu jam setiap kali tombol ditekan.
• Angka jam akan maju dengan cepat jika tombol ditekan terus.
4. Tekan tombol SELECT. Angka menit akan mulai berkedip.
5. Untuk menyetel angka menit, tekan tombol RESET sampai menit yang diinginkan. Angka menit akan kembali ke “00” setelah angka “60” dicapai tanpa mempengaruhi angka jam.
• Angka menit maju satu angka, setiap kali tombol ditekan.
• Angka menit akan maju dengan cepat jika tombol ditekan terus.
6. Untuk mengakhiri penyetelan, tekan tombol SELECT atau putar kunci kontak ke OFF.
Jika tidak ada pengoperasian yang dijalankan dalam waktu 30 detik selama posisi penyetelan waktu, penyetelan yang telah dimasukkan akan dibatalkan.
Jam akan direset ke AM 1:00 jika baterai dilepaskan.
Demikian sedikit ulasan yang bisa saya sumbangkan. Semoga bermanfaat. :)


Tuesday, October 13, 2015

Wanita Idaman, Menikah, dan Mesin

Bagiku hanya ada satu kemungkinan dalam menghadapi hidup ini, yaitu sukses atau gagal, persis seperti menentukan hasil keluaran (output) proses produksi, Good or No Good! Pun halnya dengan langkah jalinan percintaan atau dalam hal ini saya asumsikan sebagai pernikahan. Hemat saya pernikahan itu adalah sebuah ritus sakral satu kali dalam hidup ini dan semua pemuda harus berani melampauinya melebihi ekspektasi masing-masing.

Pernikahan, sikap saya terhadap pernikahan adalah sama umumnya seperti kebanyakan pemuda lain. Menikah adalah sunatulloh alias keniscayaan yang jangan ditolak. Kita tidak akan pernah bisa melalui fase pengabdian ibadah yang sempurna dalam hidup ini tanpa adanya pernikahan dalam hidup. Sebagai penegasan saja, tentu bukan pernikahan sejenis yang saya maksud. Saya masih normal, memiliki selera dan hasrat yang tinggi terhadap lawan jenis yaitu perempuan lebih-lebih yang berparas aduhai seperti Raisa Andriana atau Dian Sastro Wardoyo.

Masalahnya? Apakah menikah itu segampang menerapkan rumus ABC untuk menyelesaikan dan mencari akar-akar persamaan kuadrat? Tentu tidak. Bahkan, dalam beberapa kasus saya sering mengamati dan lantas merasakan betapa pernikahan itu sangat menguras energi dan strategi. Sampai-sampai mengalahkan rumitnya menyelesaikan problem gaya-gaya pada pegas menggunakan formula transformasi laplace. Ya, bagiku menikah itu harus meskipun mewujudkannya itu gak gampang.

Bicara pernikahan pasti tak lepas dari kriteria-kriteria calon pasangan, entah terkait kualitas visualnya atau pun kandungan material (anatomi attitude) di dalam calon pasangan tersebut. Yang harus selalu saya dan kita katakan dalam hati adalah tak ada satu kesempurnaan abadi dalam diri calon pasangan. Oleh sebab itu kiranya perlu dan harus selalu memoderatkan pikiran dan persepsi bahwa yang terpenting itu bukan seperti apa pasangan kita nanti. Tapi seperti apa kita ini! Ini yang penting. 

Introspeksi diri apakah bidadari bak Siti Fatimah putri sang nabi adalah pantas buat saya dan kita.
Meski begitu, setidaknya saya dan kita dalam hal ini tahu bahkan mungkin sampai pada kategori paham akan cara memilih calon pasangan. Karena dalam imanku sekaligus imanmu telah ada parameter-parameter umum yang bisa dijadikan landasan teoritis untuk memilihnya. Pertama tentu agama atau lebih umumnya ya kita sebut akhlaknya, lalu selanjutnya kecantikannya, dilanjut kekayaannya, dan yang gak kalah penting adalah keturunannya siapa. Perlu saya perjelas, yang terakhir ini. Anake sopo!

Baik, sampailah pada sebuah kesimpulan. Wanita, siapakah dia? Segebok buku teori yang mengulas tentangnya sudah kau habis baca pun tak akan pernah kau dan saya tahu apa isi kepalanya. Setidaknya begini, dalam mencari dan menentukan marilah berpedoman pada apa yang kita masing-masing yakini dan standarkan. Bagiku, minimal di jaman yang serba salah kaprah dan morat-marit ini wanita pemalu dan yang tak suka pamer kecantikan di media sosial adalah solusi cerdas atasi kesulitan memilihnya. Memilih calon pasanganmu nanti itu.

Kenapa kok mendadak ke satu spesifikasi yaitu yang pemalu dan gak suka narsis yang harus kita jadikan parameter pilihan? Setidaknya begini, mereka wanita yang pemalu itu tahu dan sadar bahwa kecantikannya hanya untuk suaminya seorang. Bukan untuk dieksploitasi layaknya cadangan minyak di blok Cepu oleh Pertamina dan koleganya. Percayalah, sifat dan sikap pemalu pada diri wanita itu adalah penentram hati dan nurani para pria. Ini cara paling safety. Termasuk saya tentu menyepakatinya.

Walhasil, semoga saya, kita, dan kalian para pria sanggup memilih dan memilah mana wanita yang akan kau bawa ke dalam kehidupan yang sangat berliku itu. Jangan sampai salah pilih, karena itu akan sangat lebih mengerikan jika dibanding dengan kegagalan connecting rod meneruskan gaya kepala piston akibat material crack, tak ada power! Dan satu hal yang lebih penting dari semua tulisan ini adalah, semoga saya dan kita diberikan kekuatan dan kemampuan untuk bisa menikah! Tentu dengan spesifikasi masing-masing yang pastinya berbeda satu sama lain. Silakan tentukan pilihanmu! Sekian.

Sunday, October 11, 2015

Wavin Flag by Keenan

When i get older, they’ll call me freedom
Just like a Waving Flag.

[Chorus]
When I get older, I will be stronger,
They’ll call me freedom, just like a Waving Flag,
And then it goes back, and then it goes back,
And then it goes back

Born to a throne, stronger than Rome
but Violent prone, poor people zone,
But it’s my home, all I have known,
Where I got grown, streets we would roam.
But out of the darkness, I came the farthest,
Among the hardest survival.
Learn from these streets, it can be bleak,
Except no defeat, surrender retreat,

So we struggling, fighting to eat and
We wondering when we’ll be free,
So we patiently wait, for that fateful day,
It’s not far away, so for now we say

[Chorus]
So many wars, settling scores,
Bringing us promises, leaving us poor,
I heard them say, love is the way,
Love is the answer, that’s what they say,
But look how they treat us, Make us believers,
We fight their battles, then they deceive us,
Try to control us, they couldn’t hold us,
Cause we just move forward like Buffalo Soldiers.

But we struggling, fighting to eat,
And we wondering, when we’ll be free
So we patiently wait, for that faithful day,
It’s not far away, but for now we say,

[Chorus] 2x
(Ohhhh Ohhhh Ohhhhh Ohhhh)
And everybody will be singing it
(Ohhhh Ohhhh Ohhhhh Ohhhh)
And you and I will be singing it
(Ohhhh Ohhhh Ohhhhh Ohhhh)
And we all will be singing it
(Ohhh Ohh Ohh Ohh)

[Chorus] 2x
When I get older, when I get older
I will be stronger, just like a Waving Flag,
Just like a Waving Flag, just like a Waving flag
Flag, flag, Just like a Waving Flag