Friday, April 3, 2015

Pentingnya Tassawuf

Posting yang agak berat biar lingkar otak semakin membesar. Heuheu...

Ada suatu pendapat, bahwa titik temu antara agama lebih mudah ditemukan pada tradisi mistik/sufisme masing-masing agama. Kenapa demikian?
Karena sufisme/tassawuf bisa dianggap sebagai saripati semua agama (Ulil Abshar Abdalla).
Inti mistisme/tassawuf itu sendiri ada pada tiga konsep utama yaitu:

1. Takhalli: membersihkan diri dari dorongan-dorongan yang merusak.
2. Tajalli: keadaan spiritual dimana seseorang merasakan kehadiran Tuhan dalam hidup.
3. Tahalli: tindakan meniru sifat-sifat baik Tuhan. Fokus pada kebaikan etika.

Jika inti konsep utama dari tassawuf itu mampu dikuasai oleh orang-orang islam maka tidak mustahil ketenangan batin dan lahir di dunia ini akan didapatkan. Dan pada akhirnya dunia islam tidak butuh lagi istilah khilafah islamiyah sebagai cara atau sistem menuju kebahagiaan hakiki. Yang dibutuhkan hanyalah tassawuf. Ya, tassawuf sebagai solusi islam masa kini, islam masa kini yang dipenuhi dengan rasa was-was dan kecemasan.

Teologi hanya akan membeda-bedakan agama sedangkan tassawuf justru akan menyelaraskan agama dalam kaitannya menuju God-centered (orientasi pada Tuhan). Harus disadari bahwa yang terpenting di dalam hidup ini adalah setiap kita melangkah kemana pun dan di mana pun pasti Tuhan berada di situ. Tuhan selalu hadir di setiap langkah kita, itulah yang melandasi pentingnya tassawuf (menyucikan jiwa).

Sekian.
Wallahua'lam...

Sunday, March 29, 2015

Berang-Berang

Sekarang atau lusa sama saja
Kau dustakan rasa dan logika
Penuhi jiwa-jiwa kosong ini dengan tuak
Melihatmu pun terasa makin muak
Berang-berang memanjat pohon pinang
Tak dirasa kini sudah teramat panjang
Hidupku di sepanjang jalanan
Tergapai banyak asa dan pilihan
Meski tak satu pun menjadi kebahagiaan
Aku lelah
Kamu enggak?

Pantas saja wong kamu hanya bergantungan
Kek berang-berang
Iya, faktanya memang
Tiap malam terasa sebentar
Habis waktu terpakai buat bergitar
Sembari melihat kesuraman yang terdengar
Tanpa takut melihat awakmu yang sangar
Sangar, cuih...

Sekarang atau lusa sama saja
Kau dustakan rasa dan logika
Pekat hitam noda sudah kau lukis
Kiranya sekarang waktunya menggrubris
Sebuah karya indah lewat tetulis
Berang-berang memanjat atap
Tak terasa kini sudah kualat
Terima rentetan azab dan teratap-ratap
Wajarkah ini bertetap-tetap
Tonggak revolusi menanti tertancap
Sendu pun hantui, masa-masa mudaku
Koheren dengan bahagia semu itu

Semu?
Nyata! Jika api ini semakin membara!
Juangku untukmu adalah bait-bait dan prosa
Bukan laki jika aku tak kuasa
Membendung segala dera dan derita
Berang-berang semakin berang
Melihat tajam ke depan
Awali mimpi dengan pujian
Kau lah maha besar Tuhan
Tambun, 29/03/2015
Robi Cahyadi

Wednesday, March 18, 2015

Sudahi Perihmu

Hari demi hari
Minggu ketemu minggu
Bulan melewati bulan
Tahun berganti tahun
Tak ada titik temu
Bahagiamu jauh dari kenyataan
Aku tak mampu buatmu nyaman
Terkesan cinta ini seakan-akan

Lalu harus bagaimana aku?
Jika hadirku adalah musibahmu
Hempaskan aku dari hidupmu
Jika adaku hanyalah kepedihan
Abaikan saja setiap perhatian

Cinta soal rasa
Cinta soal jiwa
Cinta soal sifat
Cinta itu abstrak
Dan bukan kontrak
Tak dapat dipaksakan
Tak pula dapat dirundingkan

Aku pasrah
Dengan jiwa-jiwa yang lelah
Hadapimu yang penuh kesah
Minggirlah
Aku pamit
Aku ingin lihat kamu mandiri
Dengan cinta yang sejati
Siapa itu?
Kamu lah yang tahu
Sudahi perih ini
Pergilah...

Tambun, 18/03/2015
Yang selalu mendoakan kebaikan dan kebahagiaanmu
Robi Cahyadi

Thursday, March 5, 2015

Saat Rindu Bertemu Asu (Aku Suka Kamu)



Malam...
larut dalam alunan merdu suara daku
membisik dalam ke arah kalbu
sembari menusuk jiwa yang pernah dampingiku
meski terhitung sejengkal waktu

Pagi...
hanyut dalam hentakan kaki saat berlari
menuju singgasana penyatuan dua hati
tapi tak kunjung temu satu persepsi
alangkah terkejutnya esok hari

Sore...
tak salah duga kita saling mencinta
dalam bisikan hati tanpa suara
saat aku coba menyapa lalu kamu tertawa
sebuah lilin habis terangi gelap gulita
ada bahagia

Nanti...
ya nanti, kita pasti berjumpa
entah kau yang mendoa apa aku yang tersenyum
yang pasti embun semakin tebal selimuti rinduku padamu
kamu semakin gelisah besarkan hatimu
menyoal kehadiranku


Tambun, 5 Maret 2015
Robi Cahyadi

Sunday, February 8, 2015

Filosofi FC Bayern Munchen

Bayern Munchen adalah tim yang berasal dari Jerman, dalam mendoktrin para pemain, official, dan fansnya Bayern memiliki sebuah filosofi yaitu Mia San Mia.

Adapun arti dari filosofi Mia San Mia (Kita Adalah Kita) adalah sebagai berikut:
    Mia San Ein Verein ► Bayern adalah satu tim yang sama. Sejak awal hingga perkembangannya sekarang, Bayern selalu melandaskan pada nilai-nilai yang sama dan akan dipengang teguh.
    Mia San Botschafter ► Semua orang harus berlaku sebagi duta yang punya tanggung jawab bertingkah laku baik dalam menjaga citra klub, baik saat berada di klub maupun dalam keseharian
    Mia San Vorbilder ► Baik di dalam atau di luar lapangan, semua harus bisa menjadi teladan yang baik bagi semua anak muda.
    Mia San Tradition ► Semua orang di Bayern harus bangga dengan tradisi dan kesuksesan yang telah ditorehkan sepanjang sejarah.
    Mia San Iinnovation ► Semua orang harus meningkatkan kinerjanya di semua bidang, belajar terus menerus, dan sebagai salah satu klub terbaik dunia, harus mampu menjadi tolak ukur bagi klub-klub lain.
    Mia San Selbstvertrauen ► Selalu yakin untuk memenangi laga. Itu diwujudkan dengan tampil menyeralng dan mengambil inisiatif di setiap laga.
    Mia San Grenzenlos ► Semua orang harus menghargai keberagaman yang menjadi akar terbentuknya nilai-nilai Bayern, selalu mengembangkan permainan sengan berlandaskan perspektif global.
    Mia San Fussball ► Menyajikan sepak bola bagi semua kalangan. Tentu saja sepak bola indah yang bisa dinikmati semua orang.
    Mia San Respekt ► Status semua orang di klub adalah sama. Oleh karenanya, semua orang harun menunjukkan respek atau rasa hormat yang sama besar antara satu sama lain.
    Mia San Freude ► Harus menikmati semua pekerjaan yang dilakukan dengan menjunjung semangat tim. Kekalahan harus ditreima dengan lapang dada.
    Mia San Treue ► Lebih dari 12 juta orang jerman mengaku sebagai fans Bayern. Ribuan orang diantaranya melakukan perjalanan jauh untuk melihat tim bermain. Untuk itu, tim harus menunjukkan loyalitas dengan bermain total selama 90 menit.
    Mia San Partner ► Hubungan yang terjalin dengan fans, fans club, member, sponsor bersifat kemitraan yang sejati.
    Mia San Heimat ► Di mana pun berada, Bayern münchen selalu merasa seperti di rumah sendiri. Meski begitu, Bayern selalu tahu rumah sejatinya.
    Mia San Motor ► Bayern selalu menunjukkan energi yang sangat besar dalam perjalanan sejarahnya. Itu artinya para pemain harus selalu percaya diri dan punya motivasi tinggi.
    Mia San Verantwortung ► Bayern selalu menjunjung tinggi tanggung jawab sosial dalam segala hal yang dilakukan.
    Mia San Familie ► Ikatan kekeluargaan berlaku sepanjang hayat. Pintu Bayern selalu terbuka bagi para mantan pemain dan eks pegawai