Sunday, October 13, 2019

MECHANICAL: MENGENAL AUTONOMOUS MAINTENANCE

5 Langkah Autonomous Maintenance

Mengenal Autonomous Maintenance

Autonomous Maintenance adalah pilar kedua dari delapan pilar TPM (Total Productive Maintenance), yang diterapkan dalam proses manufaktur. Prinsipnya adalah pemeliharaan dan perbaikan yang dilakukan secara mandiri oleh operator mesin, yang diharapkan untuk memiliki pengetahuan khusus mengenai mesin (equipment). 

Tujuan dari autonomous maintenance adalah mendorong operator untuk berlaku cepat tanggap dan proaktif dalam pemeliharaan mesin, agar mesin selalu berada dalam performa terbaiknya. Operator diharapkan mampu melakukan perbaikan atas kerusakan kecil atau pemeliharaan sederhana atas mesin.

Implementasinya dilakukan dengan pendekatan terstruktur untuk meningkatkan level keterampilan karyawan, hingga mereka mampu memahami, mengelola, dan memperbaiki proses dan mesin yang berada di area tanggung jawab mereka.

Dengan demikian, tenaga maintenance dapat lebih fokus untuk kasus kerusakan yang lebih serius. Dengan terpeliharanya mesin, maka kondisi optimal dan sense of ownership akan dapat tercipta. Tentu saja, pendekatan ini juga akan membantu mengurangi potensi cacat dan breakdown mesin.

Tahapan Penerapan Autonomous Maintenance

Implementasi pilar autonomous maintenance terbagi menjadi tiga fase, dan dilakukan oleh tim yang dalam kesehariannya menggunakan mesin yang menjadi objek autonomous maintenance.

Fase pertama: Pada fase ini tim akan melakukan pemeliharaan terhadap mesin dan menjaga kondisinya tetap prima dengan melakukan restorasi dan menghilangkan penyebab-penyebab kerusakan/mesin mati dan sumber-sumber kontaminasi mesin. Pada tahap ini, tim harus diperkenalkan dengan standar-standar yang mengatur aktifitas pembersihan, inspeksi, pengencangan dan lubrikasi untuk memastikan kondisi mesin selalu baik.

Fase kedua: Pada fase ini tim akan mendapatkan pelatihan mendetil mengenai prinsip operasional sehingga pengetahuan dan keterampilan mereka mengenai perbaikan mesin akan bertambah. Setelah melewati fase ini, tim diharapkan sudah memahami bagaimana cara memperbaiki kondisi mesin untuk menjaganya tetap pada performa standar.

Fase ketiga: Pada fase ini, operator mengambil ownership atas mesin mereka masing-masing, dan secara berkelanjutan terus menjaga atau meningkatkan kondisi serta performa mesin, untuk mengurangi losses selama proses.

Keuntungan Penerapan Autonomous Maintenance

Penerapan autonomous maintenance akan meningkatkan nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) dengan mengurangi performance loss dan meningkatkan ketersediaan mesin (availability). Selain itu, akan ada perbaikan yang dapat diukur, berkaitan dengan employee engangement dan capability level.

Kesimpulan

Autonomous Maintenance adalah konsep perawatan mesin yang melibatkan operator produksi sebagai pengguna untuk melakukan perawatan dasar. Implementasi pilar ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, ketrampilan, dan tanggung jawab operator produksi terkait mesin, sehingga produktifitas akan meningkat secara keseluruhan. Autonomous Maintenance menggunakan sistem yang terstruktur dan terdokumentasi sehingga program ini dapat berjalan dengan konsisten.

Sumber: dikutip dari berbagai informasi di google

Friday, October 4, 2019

MECHANICAL: 6 LANGKAH SEDERHANA KAIZEN


6 Langkah Sederhana dalam Kaizen
Kaizen (Continuos Improvement)

Sebuah metode perbaikan yang berkesinambungan atau terus menerus. Kuncinya adalah terus menerus tanpa ada celah untuk berhenti melakukan perbaikan, tidak ada istilah sempurna, selalu ada potensi masalah dan perbaikan!

Setidaknya ada 6 langkah dalam melakukan Kaizen, apa saja?

1. Identifikasi (menemukan) suatu masalah
2. Menganalisis metode yang digunakan saat ini
3. Mencari ide baru yang bersifat original ataupun pengembangan
4. Countermeasure dengan merencanakan penerapan ide tersebut
5. Doing (eksekusi) ide yang sudah terencana tersebut
6. Evaluasi dan follow-up (ekspansi) jika ide baru tersebut dinilai lebih baik

Contoh sederhana dalam dunia industri manufaktur misalnya sebagai berikut:

1. Identifikasi masalah
Hasil proses welding tidak rata, tidak menghasilkan profil hasil welding yang bagus.

2. Analisis metode saat ini
Proses welding (pengelasan) yang sedang eksis ternyata masih dilakukan secara manual menggunakan tangan manusia.

3. Mencari ide baru
Proses welding agar hasilnya rata lebih baik menggunakan alat bantu (jig). Akan tercipta alur welding yang teratur dan merata.

4. Countermeasure
Merencanakan desain jig, dan membuat prototype atau langsung membuat barangnya.

5. Doing atau eksekusi
Menginstal alat bantu berupa jig tersebut untuk proses weldingnya.

6. Evalusi dan monitoring
Jika hasilnya bagus, teruskan dan ekspansi, jika kurang bagus maka kembali ke langkah awal.

Demikian secara singkat dan sederhana gambaran proses Kaizen! Rohnya adalah perbaikan yang dilakukan berkesinambungan tanpa henti.

#sharing #knowledge #kaizen

Thursday, October 3, 2019

EVALUASI: BENARKAH MENCARI KERJA ITU SULIT?

Pernahkah anda selalu kesulitan mencari pekerjaan? Apakah anda bahkan seringkali gagal mendapatkan pekerjaan yang anda inginkan? Mari kita ulas bersama apa saja penyebab semua itu dan kira-kira apa solusi terbaik untuk mengatasinya. Tulisan ini saya sajikan berdasarkan pengalaman pribadi juga dari sharing beberapa teman yang mengeluhkan hal serupa.

Baik jadi begini, kalau kita semua bersama-sama bersedia membuka situs atau layanan pencari kerja seperti jobstreet, jobsdb, indeed dan sejenisnya, coba ketikkan saja lowongan pekerjaan yang sekiranya anda inginkan. Saya berani katakan dengan pasti bahwa kita semua selalu terkejut dengan banyaknya jumlah lowongan pekerjaan yang sedang dibuka oleh banyak perusahaan.

Ilustrasi Sebuah Fenomena "Orang Dalam"
Lantas masalahnya di mana? Kita seringkali berasumsi bahwa lowongan pekerjaan sedikit tidak sebanding dengan jumlah para pencari kerjanya. Apakah benar demikian? Saya bisa katakan tidak demikian kebenarannya. Yang paling tepat adalah lowongan pekerjaan itu banyak sekali, atau jika tidak mau menyebutnya banyak masih tetap bisa disebut cukup banyak. Buktinya apa? Ya itu tadi konkritnya, berbagai macam platform atau situs pencarian kerja masih terus memposting kebutuhan tenaga kerja. Benar bukan? Coba perhatikan kalau masih ragu.

Tetapi kenapa kita tetap merasa kesulitan mencari pekerjaan? Coba tanyakan pada diri sendiri, mulailah berintrospeksi. Maka akan ditemukan sebuah jawaban yang sebenarnya kita semua menyadarinya tapi tidak cukup mampu mengakuinya. Apakah itu? Ya, ketidakcocokan kualifikasi dan kompetensi kita sebagai pencari kerja (job seeker) denganekspektasi dan permintaan pemberi kerja, dalam hal ini human resource yang bertindak sebagai tim rekrutmen dan juga user selaku pihak yang akan mempekerjakan kita.

Jadi kalau kita mau mengakuinya memang demikian adanya bukan? Lowongan pekerjaan itu banyak, selalu ada, problemnya adalan pencari kerja seringkali dianggap tidak memenuhi kualifikasi oleh pemberi kerja. Sehingga inilah yang menjadikan kita berasumsi tanpa sadar seolah-olah lowongan pekerjaan sedikti. Ini kesalahan seluruh elemen dari mulai penyelenggara pendidikan, industri, dan tentu yang paling salah adalah kita sendiri sebagai pencari kerja yang tidak pernah bekerja keras untuk memahami dan mencari tahu apa yang sebenarnya diinginkan oleh pemberi kerja. Nah!

Ada sebuah anekdot yang banyak berseliweran di dunia maya misalnya kalimat demikian, “Pemberi kerja seringnya minta yang berpengalaman, giliran datang yang berpengalaman dibilangnya sudah tidak muda lagi dan dianggap tidak produktif, maunya yang muda, enerjik, giliran datang yang muda lalu bilangnya kami butuh yang berpengalaman!”. Ruwet kan? Ya begitulah realita yang sering terjadi dalam dunia tarik ulur antara pemberi dan pencari kerja.

Dari rentetan penjelasan dan rumusan masalah di atas setidaknya saya ingin memberikan beberapa kiat dalam rangka mematchingkan dua insan yang sebenarnya saling mencintai tetapi selalu terbentur oleh gengsi keduanya, yaitu antara HRD dan kandidat karyawan (jobseeker). Berikut kiat-kiat yang dapat dipelajari oleh para pencari kerja.
  1. Pahami diri anda sendiri, mahir, menguasai, dan berkompetensi di bidang apa? Identifikasi diri.
  2. Pahami apa yang diminta oleh perusahaan yang sedang mencari kandidat sesuai kualifikasi anda, lalu sesuaikan dan upgrade diri anda di level requirements itu.
  3. Indentifikasi maunya pemberi kerja apa. Setelah anda dapat mengenalinya lalu letakkan prioritas dan sempitkan pilihan pada bidang atau posisi apa anda ingin apply/melamar pekerjaan. Lakukan itu.
  4. Buka dan daftar lalu log-in pada platform pencarian pekerjaan seperti jobstreet, jobsdb, indeed, dll. Di sana banyak sekali informasi seputar dunia pencarian kerja. Pantau terus jangan kasih kendor.
  5. Selalu perbarui CV anda, sebaik-baiknya CV yang terbaru dan menarik adalah bertambahnya kompetensi diri, skills, keahlian. Bukan semata eye catching saja, yang penting isinya!
  6. Terakhir, kuncinya adalah be ur self! Jadilah diri anda sendiri dalam menjual mempromosikan diri anda di dunia pencarian kerja. Jangan berpura-pura jadi orang lain.

Jadi sekali lagi saya ingin tegas mengatakan bahwa andaikan benar asumsi selama ini lowongan pekerjaan tidak lebih banyak dibanding dengan jumlah pencari kerja, maka solusi terbaiknya adalah jadilah pencari kerja yang dipantau dan menjadi sorotan terbaik oleh radar pemberi kerja. Apakah caranya? Baca lagi poin di atas paragraf ini berulang kali. Nanti anda akan memahaminya setelah membaca minimal berulang tiga kali. Toh sekali lagi, andaikan benar asumsi selama ini, bisa jadi kurang benar bukan?

Selamat berkompetisi secara sehat dan trengginas. Mari positif thinking bahwa pekerjaan akan selalu ada bagi orang yang selalu memperbaiki diri. Jangan pernah takut dan putus asa! Selalulah menjadi muda yang enerjik bersemangat dan tetaplah mengakui sebagai orang yang sudah tua jika memang demikian adanya. πŸ˜πŸ‘ŒπŸ½

Sunday, September 22, 2019

TIPS UNTUK PARA JOB SEEKERS MILLENNIAL


Minggu sore yang sangat cerah sekali, sangat pas untuk sharing sebuah pengalaman yang terangkum dalam sebuah catatan ringan. Silakan disimak ya bro, boleh usul atau berdiskusi lho ya, silakan berkomentar secara santun dan manusiawi.

Upgrade Ur Self
Tips ini terkhusus untuk para pejuang pencari kerja dan pejuang masa depan yang harapannya tentu adalah better than present condition, ciyeileh! πŸ˜…πŸ‘ŒπŸ½

Apa saja tips dari gue? Yuk simak!

1. CV/resume dengan design menarik (eye cathcing) itu memang bagus, tapi isi dari CV/resume tersebut jauh lebih penting, maka buatlah CV/resume yang informatif dan menarik, ndak perlu tabrak warna biar kontras dan norak, biasa saja deh natural saja.
2. Kalo sedang apply, ikutilah prosedur yang tertera dan isilah body email dengan rapi dan jelas! Detail! Ini perihal etika dan kejelian seorang kandidat.

3. Kalau misalkan tidak bisa menghadiri interview, coba untuk informasikan selambatnya satu hari kerja sebelum hari H interview, terlepas alasan apapun, ini perihal kualitas diri kita sendiri dan etika tentunya!

4. Istirahat yang cukup juga sangat penting. Untuk menyiapkan fisik dan mental saat menghadiri sebuah sesi tes (baik psikotes atau interview). Olahraga juga bagus untuk meningkatkan rasa percaya diri! Coba saja kalau gak percaya.

5. Be your self. Ini poin paling utamanya! Karena dari pembicaraan saat interview, HRD bisa lihat bagaimana karakter aslimu, apakah kamu orang yang bisa diajak kerja sama atau tidak. HRD memang dididik dan terskenario demikian. Kalo mulai terindikasi (hal-hal yang tertera di CV tidak sesuai dengan fakta), maka penilaian terhadapmu akan menjadi negatif.

Silakan terus semangat dan tetap berjuang bagi yang menginginkan sebuah perubahan. Stuck di tempat yang tidak nyaman hanyalah buang-buang waktu dan akan semakin menuakan diri untuk kemudian menjadi terlihat “kurang menarik” atau bahkan bisa saja malah “ndak laku” di pasaran. πŸ˜πŸ‘ŒπŸ½

Robi Cahyadi
Deputi Bidang Mental PSJ-45
Aktif menulis di www.robicahyadi28.blogspot.com

Saturday, September 21, 2019

MECHANICAL: 3 DASAR UTAMA PREVENTIVE MAINTENANCE


PREVENTIVE MAINTENANCE
1. Membersihkan (Cleaning)

Pekerjaan pertama yang paling mendasar dalam maintenance adalah membersihkan (cleaning) peralatan/mesin dari debu maupun kotoran-kotoran lain yang mengganggu. Pekerjaan ini sering diabaikan orang karena dianggap tidak penting, dan hanya dianggap sebagai kotoran yang mengganggu tampak luarnya saja. Padahal sebenarnya debu yang menempel pada permukaan mesin merupakan inti bermulanya proses kondensasi dari uap air yang berada di udara sebagai awal terjadinya korosi.

Dalam melaksanakan pekerjaan cleaning perlu ada petunjuk tentang :

  • Bagaimana cara melakukan pekerjaan tersebut
  • Kapan pekerjaan tersebut harus dilakukan
  • Alat bantu apa saja yang diperlukan
  • Hal-hal apa saja yang harus dihindari dalam melakukan pekerjaan tersebut.

Cleaning meliputi peralatan/mesin utama dalam industri, peralatan bantu serta fasilitas pendukung lainnya termasuk lingkungan sekitar peralatan dan lingkungan pabrik.

Cleaning sangat baik dilakukan secara berkala dan disiplin, dengan menyesuaikan waktu operasi peralatan/mesin yang bersangkutan.

Cleaning dilakukan dengan menyesuaikan kondisi lapangan dan jenis kotoran yang timbul. Apabila kotoran berupa debu cukup di lap atau dengan menggunakan vacuum cleaner. Tapi apabila kotoran banyak mengandung serbuk metal atau sejenisnya, cukup dilap saja dan jangan menggunakan semprotan angin.

Dengan kebersihan lingkungan yang terjaga, akan menumbuhkan semangat kerja operator dan menjaga kondisi peralatan/mesin, yang secara tidak langsung akan meningkatkan produktivitas dan menumbuhkan rasa memiliki.

2. Memeriksa (Inspection) 

Pemeriksaan terhadap bagian unit instalasi peralatan/mesin perlu dilakukan secara teratur mengikuti pola jadwal yang sudah diatur. Jadwal dibuat atas dasar pertimbangan-pertimbangan antara lain :

  • Berdasarkan pengalaman yang lalu dalam suatu jenis pekerjaan yang sama, diperoleh informasi mengenai selang waktu/frekuensi untuk melaksanakan pemeriksaan seminimal mungkin dan seekonomis mungkin tanpa menimbulkan resiko kerusakan unit instalasi yang bersangkutan.
  • Berdasarkan sifat operasinya yang dapat menimbulkan kerusakan setelah unit instalasi peralatan produksi beroperasi dalam selang waktu tertentu.
  • Berdasarkan rekomendasi dari pabrik pembuat mesin produksi (manual book).

3. Memperbaiki (Repair) 

Apabila terdapat kerusakan pada bagian unit instalasi peralatan produksi hingga kinerjanya tidak mencapai standar yang dapat diterima, maka perlu dilakukan perbaikan (repair). Repair bertujuan untuk mengembalikan fungsi peralatan kembali pada kondisi standar semula, dengan usaha dan biaya yang wajar.