Wednesday, June 19, 2019

Kaizen: Continuos Improvement


Kaizen? Apakah itu? Pernah dengar? Atau justru sangat sering mendengarnya tapi tidak tahu detail apa pengertiannya? Baik, Kaizen secara harafiah diartikan sebagai perbaikan yang dilakukan secara terus menerus. Kata kuncinya, terus menerus (kontinyu). Artinya kaizen itu tidak boleh berhenti, harus selalu ada perbaikan. Prinsipnya, tidak pernah ada kesempurnaan, pasti selalu ada ruang untuk perbaikan.

Langkah pertama untuk melakukan kaizen adalah mendeteksi masalah. Kalau kita tidak  bisa melihat adanya masalah, kita tidak akan pernah bisa menyelesaikannya. Banyak masalah yang berlarut-larut, karena tidak dianggap masalah. Banyak kondisi di mana orang sudah terbiasa dengan masalah, sehingga tak lagi menganggapnya sebagai masalah. Mereka jadi bebal terhadap kondisi ini. Ini problem utamanya bukan?

Masalah didefinisikan sebagai kesenjangan antara yang sedang terjadi dengan apa yang seharusnya (ideal).  Untuk bisa mendeteksi dan merumuskan masalah, kita harus tahu bagaimana keadaan seharusnya dan sesungguhnya. Bila tidak tahu, kita tidak akan bisa mendeteksi masalah. Banyak masalah tidak selesai karena orang tidak tahu bagaimana keadaan seharusnya tersebut.

Apa itu keadaan seharusnya? Ia bisa berupa keadaan ideal. Contoh: jalan di sebuah kota seharusnya lancar. Bila faktanya jalan tidak lancar, maka di kota itu ada masalah. Masalah ini harus diperbaiki. Bila sudah diperbaiki artinya kaizen berhasil dilakukan. Bila tidak diperbaiki? Maka tidak ada yang namanya kaizen dalam konteks ini.

Jalan tidak lancar alias macet tidak akan diselesaikan bila macet dianggap biasa. Tidak sedikit pemimpin yang menganggap macet itu bukan masalah, karena bagi dia macet adalah konsekuensi sebuah kota besar. Ia tidak tahu bahwa banyak kota besar yang berhasil mengelola lalu lintas, tanpa kemacetan. Tidak sedikit juga yang pura-pura tidak tahu.

Keadaan seharusnya bisa pula berupa target yang kita tetapkan sendiri. Contoh praktisnya adalah rencana bisnis. Perhatikan bahwa rencana bukanlah daftar serangkaian tindakan yang ingin atau akan kita lakukan. Rencana adalah serangkain hasil yang ingin dicapai. Mengeksekusi rencana bukan sekadar melakukan sejumlah tindakan, tapi memastikan tercapainya hasil yang diinginkan melalui sejumlah tindakan. Bila keadaan sekarang, capaian saat ini lebih rendah dari target, maka itu sebuah masalah.

Kaizen tingkat dasar adalah menyelesaikan masalah yang ada di depan mata, seperti yang digambarkan pada contoh menyangkut kemacetan tadi. Bila pencapaian sekarang di bawah target, maka artinya di situ ada masalah yang harus diselesaikan. Harus dilakukan tindakan koreksi. Dalam ilustrasi kemacetan tadi, bila terjadi kemacetan sekarang, artinya ada masalah saat ini.

Kaizen tingkat menengah adalah kaizen terhadap masalah yang belum terjadi sekarang. Sekarang kita berada pada keadaan yang sesuai dengan target. Tapi perhitungan terhadap berbagai faktor yang ada, dan proyeksi ke masa depan menunjukkan bahwa nanti akan muncul masalah. Karena itu diperlukan tindakan kaizen sekarang. Misalnya, sekarang kota tidak macet. Tapi dari proyeksi pertumbuhan kendaraan dan luas jalan diperkirakan akan terjadi kemacetan parah 5 tahun lagi. Maka harus dilakukan langkah-langkah untuk mencegahnya, sekarang. Sesegera mungkin!

Kaizen tingkat tinggi adalah keadaan di mana kita sudah berada dalam kondisi ideal atau sebagaimana mestinya. Bahkan dalam perhitungan diperkirakan kita bisa menuju ke keadaan yang jauh melebihi target di masa depan. Maka kali ini yang diubah adalah target itu. Kalau bisa lebih baik dari sekarang, kenapa tidak dikejar?

Dengan cara berpikir seperti itu, tidak sulit untuk memahami kenapa kaizen itu tidak pernah berhenti. Selalu ada ruang mengembangkan ide untuk perbaikan. Jadi sekali lagi, kunci kesuksesan kaizen adalah berawal dari cara berpikir kita dalam melihat dan mendefinisikan masalah.

Monday, June 17, 2019

Islam: Bagaimana Hukum Rokok?


Rokok Haram: 'Illat Keharamannya Apa?

Syeikh Ali Jum'ah, mufti Negara Mesir yang juga murid dari Syeikh Yasin Al-Fadani, bercerita bahwa gurunya itu terbiasa menghisap rokok khas arab yang pakai selang. Memang baunya kurang enak bagi yang tidak terbiasa. Namun itu menunjukkan bahwa rokok tidak diharamkan oleh Beliau.

Padahal siapa sih yang tidak kenal Syeikh Yasin Al-Fadani. Semua ulama di negeri kita pasti punya sanad berguru kepada sosok beliau.

Maka tidak sedikit para kiyai kita di pedesaan yang suka mengepulkan asap rokok, bahkan dalam pengajian sekalipun. Sehingga majelis itu penuh dengan asap rokok.

Sementara itu, kita seringkali mendapatkan fatwa tentang haramnya rokok, khususnya dari kalangan tokoh di Saudi Arabia. Mereka rata-rata mengharamkan rokok secara total. Kalau kita searching di gugel tentang hukum merokok, lucunya lebih banyak postingan tentang haramnya rokok. 

Namun kalau ditelaah lebih dalam lagi, kita tanyakan apa 'illat keharaman merokok, ternyata jawabannya berbeda-beda.

Kenapa kita tanyakan 'illat keharaman? 

Karena kita tidak menemukan kata 'rokok' dalam teks ayat Quran atau hadits.  Kalau semata-mata mengandalkan teks zhahir dari keduanya, sudah bisa dipastikan tidak ada dalil pengharamaannya. Artinya kan tidak haram. Karena segala sesuatu itu ikut hukum asalnya yaitu boleh dan halal, sampai ada kepastian 'illat yang mengharamkannya.

Maka ada proses ijtihad, untuk mencarikan 'illat keharamanya. Kenapa rokok yang tidak pernah disebutkan dalam Quran dan Sunnah kok sampai diharamkan? 'Illat keharamannya apa?

Ada beberapa upaya untuk mengupas 'illat keharaman, diantaranya sebagai berikut : 

1. Qiyas Dengan Khamar

Sebagian kalangan bilang bahwa  'illat keharamanya diqiyaskan dengan khamar. Keharaman rokok itu seperti haramnya khamar. Sehingga  dalil yang dipakai adalah dalil-dalil haramnya khamar, seperti ayat berikut ini :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. (QS. Al-Maidah : 90) 

Padahal 'illat keharaman khamar itu sendiri adalah iskar atau memabukkan. Para ulama umumnya membuat batasan khamar adalah segala yang memabukkan, sebagaimana bunyi kaidah :

كل مسكر خمر
Semua yang memabukkan adalah khamar.

Masalahnya, apa benar rokok itu memabukkan sebagaimana orang minum khamar? Pertanyaan ini kalau kita jujur menjawabnya, rokok itu tidak memabukkan. Yang membabukkan bukan rokok tapi ganja.

Jadi kalau ditanya apa hukum ganja? Jawabnya haram. Kenapa kok haram? Karena ganja memabukkan.

2. Madharat

Sebagian yang lain mengharamkan rokok dengan dasar 'illat karena madharat atau merusak kesehatan, bahkan bisa sampai kepada kematian. 

Ada banyak penelitian yang intinya menyebutkan bahwa rokok itu berbahaya bahkan bisa mematikan. Di bungkus rokok itu sendiri sudah ditulis bahwa rokok itu membunuhmu. 

Yang jadi kritiknya adalah:  apa batasan madharat atau berbahaya itu sendiri? 

Kalau mengacu kepada ilmu lingkungan hidup dan bahaya pencemaran udara (polusi), sebenarnya selain rokok, cukup banyak juga yang berbahaya, seperti zat Karbon Monoksida (CO) asap kendaraan bermotor. 

Ada juga pencemaran air minum, air limbah, polusi sampah, bahkan juga pencemaran pada produk pangan. Banyak produk makanan yang mengandung zat berbahaya dalam dosis tertentu, seperti mengandung MSG, zat pewarna, karsinogen, pestisida dan lainnya.

Kita sepakat semua zat itu bukan hanya berbahaya tapi juga mematikan. Padahal setiap hari kita tidak bisa terlepas dari semua itu. Lalu apa batasannya kok hanya rokok yang menjadi menjadi haram, sedangkan yang lain tidak ikut haram? Apakah sekali hisap satu batang rokok langsung mati? Jawabannya relatif juga.

Jalan raya secara statistik juga merupakan tempat yang amat berbahya. Korban kecelakaan lalu lintas cukup tinggi di jalan, dan sering bikin orang mati, khususnya yang tidak pakai helm. 

Berdasarkan data milik Kementerian Perhubungan, tercatat sebanyak 5 ribu orang tewas dalam kecelakaan sepeda motor akibat pengendara tak menggunakan helm selama tahun 2017. Tapi belum ada fatwa haramnya naik motor tanpa helm. 

3. Buang-buang Harta Mubazzir

Sebagian lain mengharamkan rokok karena dianggap pemborosan atau buang-buang harta. Jadi menurut mereka 'illat keharamannya sederhana sekali, karena buang-buang harta secara sia-sia dan tidak ada manfaatnya, maka jadilah rokok itu haram.

'Illat yang satu ini memang agak lemah dalam hujjah, karena bisa dengan mudah dipatahkan. Kalau dibilang buang-buang harta dan sia-sia kan tergantung dari sudut pandangnya, terlalu banyak hal yang sia-sia, tidak ada manfaatnya dan mubazzir kita lakukan.

Main bola, main gaple, main remi, main halma, main catur, main gitar, main petak umpet dan sekian banyak main-main yang lain bisa juga dikategorikan sia-sia, tidak bermanfaat dan mubazzir. Tapi kesia-siaan macam itu kan amat relatif, tergantung dari sudut pandang mana melihatnya.

Misalnya coba perhatikan para kuli atau tukang bangunan, kalau belum merokok kerjanya males-malesan tidak bertenaga. Begitu pada merokok ternyata kerjanya jadi giat. Berarti bagi mereka, rokok bukan sia-sia atau buang harta, justru rokok malah bikin produktif.

Rokok bagi mereka semacam penyemangat dalam bekerja. Mirip pengalaman seorang kiyai yang kalau mengajar kitab di pondok, tidak bisa lepas dari rokok. Alasannya, huruf-huruf di kitab itu tidak kelihatan. Tapi begitu merokok dua batang, langsung semua hurufnya jadi kehilatan gede-gede.

Lha kiyai itu bilang bahwa sebagai kiyai di pondoknya, mengajar kitab buat para santri hukumnya wajib, tapi tidak bisa terlaksana kalau Beliau tidak merokok dulu. Maka merokok jadi wajib hukumnya, sesuai kaidah : Mala yatimmuml wajibu illa bini fa huwa wajib. 

Mendapat jawaban kayak gitu, saya pun terdiam. Susah kalau berargumentasi lawak kiyai. Terlalu pintar dia hahaha.

4. Perusahaan Rokok Milik Orang Kafir

Banyak teman-teman ustadz yang mengharamkan rokok dengan alasan bahwa perusahan rokok itu kebanyakan milik orang kafir. Jadi kalau kita merokok, sama saja kita menguatkan bisnis orang kafir.

Yang jadi masalah, apa benar bahwa beli produk orang kafir itu hukumnya haram? Kalau begitu, semua motor, mobil, kereta, pesawat bahkan HP kita haram juga seharusnya. Kan itu semua produk orang kafir. Kenapa hanya rokok saja yang haram?

Lagian, meski pemiliknya bukan muslim, tapi di pabrik rokok kebanyakan pekerjanya justru muslim. Termasuk petani tembakaunya muslim juga, pak haji pula. Setidaknya industri rokok itu bisa memberikan banyak penghidupan kepada banyak orang yang muslim juga.

* * * * 

Sampai disini kita bisa melihat bagaimana kedudukan fatwa halal-haramnya rokok yang tidak disepakati para tokoh agama. 

Trendnya, kalau menurut ulama Saudi seperti Syeikh Bin Baz, Syeikh Utsaimin dan lainnya, rokok itu haram. Tidak usah dicari-cari 'illat keharamannya. Titik.

Sebaliknya, kalau menurut seperti kutipan Syeikh Ali Jumah atas Syeikh Yasin Al-Fadani dan juga banyak kiyai di seantero negeri, rokok tidak haram di mata mereka. Mungkin makruh karena aromanya tidak sedap. Namun mereka nampak masih merokok dan yakin bahwa rokok tidak haram. Makruh itu bukan haram, kalau pernah belajar ilmu ushul fiqih pasti paham. 

Lalu kita bagaimana?

Saya pribadi tidak merokok, karena sejak kecil tidak terpengaruh meski banyak teman yang suka merokok. Dan tidak suka kalau ada orang yang merokok dekat saya. Saya tidak merokok baik aktif ataupun pasif. 

Lalu kalau ada yang tanya, apa hukum merokok? Saya jawab dengan kalimat pembuka : Rokok itu diperdebatkan hukumnya antara mereka yang mengharamkan dan yang tidak mengharamkan.

Paling saya cuma bilang, kalau orang masih merokok, maka Allah tidak menerima shalatnya. Karena shalat itu tidak sah kalau masih merokok. Gitu aja. Hehehe.

Sumber: Ahmad Sarwat, Lc.MA

Saturday, May 18, 2019

Silaturahmi: Sasino Buka Puasa Bersama 2019

Keluarga Besar SASINO 2019

Tak terasa waktu sangat cepat berlalu, kegiatan sehari-hari terus kita lalui dengan penuh semangat, letih, lesu, bangkit lagi dan terus menatap kehidupan secara optimis. Hari ini tepat tanggal 18 Mei 2019 bersamaan dengan hari ketiga belas puasa ramadhan 2019  kita keluarga besar teknik mesin angkatan 2011 Universitas Islam "45" Bekasi dapat kembali berjumpa dalam suasana yang sangat penuh keakraban nan sederhana. Mula-mula tidaklah mudah mengumpulkan diri kita dalam keikhlasan bersama merajut tali silaturahmi ini. Ada banyak perdebatan dan sedikit perselisihan pendapat di grup WhatsApp kita tentang kapan waktu yang ideal, berapa besaran iuran, lokasi di mana dan seterusnya. Tapi pada akhirnya tujuan awal kita untuk terus komitmen membangun komunikasi dan silaturahmi tercapai juga. Semua ini tentu berkat makna solidarity forever yang sudah kadung terlanjur menancap dalam hati kita masing-masing.

Ada banyak hikmah yang dapat kita ambil di acara buka bersama ini, tentu tidak lain tidak bukan adalah menjalin komunikasi efektif antar sesama teman dalam satu angkatan kuliah. Kita sebagai umat muslim tentu mengimani bahwa silaturahmi akan dapat mendatangkan rezeki, insyaallah. Di samping hikmah berupa rezeki tersebut tentu ada banyak petuah dan hikmah yang dapat kita ambil dari untaian nasehat yang diberikan oleh dosen sekaligus guru kita, yang telah dari awal mendampingi perjalanan kita dari mulai menuntut ilmu di bangku kuliah hingga kemudian lulus seperti saat ini kita menjadi bagian dari masyarakat global. Beberapa inti petuah dari dosen kita akan saya rangkum dalam sebuah tulisan pendek berikut ini.

Bapak Wahyu Hidayat, S.T., M.T. selaku dosen senior yang dulu pernah mengampu mata kuliah gambar teknik, beliau setidaknya menyampaikan beberapa hal, diantaranya adalah; Jadikan forum komunikasi alumni ini sebagai wadah untuk terus merajut silaturahmi dan rezeki. Jadikan ilmu kalian untuk mengabdi kepada masyarakat luas, jadikan diri kalian sebagai insan yang senantiasa ingin membantu orang lain. Ilmu yang aplikatif di lapangan tentu dengan diniatkan membantu memudahkan kehidupan manusia maka muaranya adalah amal sholeh. Amal sholeh bukan semata memberikan sedekah jariyah berupa uang atau materi, ilmu yang  aplikatif dan terasa manfaatnya bagi masyarakat merupakan sebuah amal sholeh juga yang tidak kalah penting dibanding sedekah uang dan lainnya.

Bapak Taufiqurokhman, S.T., M.T. selaku dosen sekaligus saat ini wakil dekan fakultas teknik juga menyampaikan petuah yang tidak kalah hebatnya, yaitu antara lain adalah; Silaturahmi dalam kemasan buka bersama seperti ini layak terus dilanggengkan, ini positif. Kita tidak tahu sampai kapan ajal kita menyapa, tidak ada garansi dari langit tentang datangnya ajal sehingga menghadiri acara positif seperti ini adalah bagian dari yang sangat dianjurkan. Beliau juga menyampaikan bahwa seyogyanya kita sebagai almuni terus  memadupadankan visi, misi kehidupan khususnya dalam kerangka sebagai alumni sekaligus bagian dari civitas akademika tentunya. Peran alumni ke depan bagi dirinya sendiri, masyarakat, atau pun almamater tentu sangat dinantikan. Maka kemudian beliau berpesan jangan sampai kita semua lelah menjalin tali komunikasi seperti ini, harus terus diwadahi dan ditularkan ke berbagai alumni angkatan berbeda.

Bapak H. Ahsan, S.Pd., M.T. selaku eks Ketua Jurusan mesin kita, juga sekaligus bapak/abah sepuh bagi kita semua yang dulu mengajarkan ilmu bahan, proses produksi, dan banyak lagi mata kuliah lain, sedikitnya beliau menyampaikan pentingnya membangun suatu wadah konkrit bagi alumni. Beliau menyampaikan bahwa angkatan 2011 (Sasino) punya potensi yang sangat luar biasa untuk digarap menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi internal atau pun eksternal. Beliau meyakinkan kita semua bahwa masa depan kita akan membaik jika kita memiliki satu wadah resmi yang dibuat untuk mewadahi potensi kita yang menurut beliau masih sanggup dikembangkan. Konkritnya beliau menginginkan kita sebagai alumni memiliki usaha mandiri yang dapat menghasilkan benefit ataupun profit. Beliau juga mewanti-wanti agar kita semua tetap rukun, akur, guyub dan terus serius dan komitmen membangun komunikasi efektif.

Singkat cerita memang agenda rutin tahunan seperti ini layak untuk terus dilaksanakn dan dilanggengkan, mengingat ada ilmu-ilmu yang senantiasa tersampaikan di forum mulia ini. Penulis mengajak kepada pembaca semua khususnya para teman penulis sendiri yaitu alumni teknik mesin 2011 yang tergabung dalam sebuah wadah diskusi bernama Sasino (Sana-Sini Nongkrong) untuk terus tanpa lelah dan tidak berhenti berupaya menjadi orang baik. Dengan apa? Ya dengan ejawantah makna solidarity forever itu semua tadi. Karena di situlah roh dari orang mesin itu sendiri, boleh menjadi alumni tapi jiwa tetap satu hati, solidaritas selamanya. Sekian sedikit tulisan ringkas yang dapat penulis rangkum sebagai catatan kecil untuk kemudian di lain hari kita semua bisa merenungi urgensi dari isi tulisan ini. Syukron!

Monday, May 13, 2019

Wawasan: Seberapa Penting EQ dan IQ?


Tidak seperti intellectual quotient (IQ), sebenarnya emotional quotient (EQ) lebih mudah untuk ditempa. Sebab EQ berbicara soal pilihan hidup dan disiplin. EQ juga tidak diukur dengan standar angka, namun akan terlihat dari cara hidup setiap hari. Bagaimana caranya agar kita mengetahui apakah EQ kita lemah atau kuat? Berikut ciri-ciri dan tanda orang dengan EQ lemah seperti yang dilansir di Huffingtonpost.com:

1. Gampang stres

Saat ada situasi yang tidak beres, orang dengan EQ lemah biasanya mudah merasa tidak nyaman, cemas, dan frustasi. Ia membiarkan dirinya dikuasai berbagai emosi yang tidak perlu. Sehingga pikiran dan perasaannya kacau. Sebaliknya, orang yang memiliki EQ yang kuat cenderung mampu mengendalikan stres dan mengelola mood. Sehingga ia jauh dari stres.

2. Tidak tegas pada diri sendiri

Orang yang memiliki EQ yang baik mampu menyeimbangkan sikap, perilaku, dan pikirannya. Ia memiliki batasan-batasan tertentu pada dirinya. Sehingga hal-hal yang membuat kualitas hidupnya memburuk akan dibuangnya. Istilahnya ia tegas terhadap dirinya sendiri. Sedangkan orang yang lemah EQ biasanya menjalani hidup semaunya, tanpa prinsip dan batasan.

3. Tidak mengenal emosinya sendiri

Semua manusia pasti memiliki emosi, namun tidak semua orang mengenal emosi yang dialaminya. Penelitian membuktikan hanya 36% orang bisa mengenal dan mengendalikan emosinya. Sebaliknya, orang yang lemah EQ biasanya tidak mampu mengenal emosinya sendiri. Sehingga ia gampang jatuh dalam kesalahpahaman, konflik, dan emosi-emosi beracun lainnya. Ia cenderung merasa buruk, sensitif, frustasi, dan cemas.  

4. Mudah berasumsi dan sangat mempercayai asumsinya sendiri

Orang yang lemah EQ biasanya cepat untuk berasumsi dan beropini. Tanpa mencari bukti, ia selalu mempercayai asumsinya. Bahkan ketika sudah ditemukan fakta dan kebenarannya pun, kalau itu bertentangan dengan asumsinya, ia akan menolaknya.

5. Menyimpan dendam

Emosi negatif seperti menyimpan dendam dan keinginan untuk membalas dendam biasanya timbul pada orang yang lemah EQ. Hal ini merupakan salah satu respons karena tidak mampu mengendalikan stres.

 6. Sering jatuh dalam kesalahan yang sama

Orang dengan EQ lemah sulit melupakan kesalahan orang lain maupun kesalahan diri sendiri. Ia sering jatuh pada kesalahan yang sama tanpa upaya untuk memperbaiki kesalahan itu. Padahal membiarkan diri terus berada dalam kesalahan yang sama bisa menghancurkan kualitas hidup.

7. Sering salah paham pada orang lain

Salah satu tanda EQ lemah adalah sulit untuk memahami intensi orang lain. Ia sering salah paham akan perkataan maupun perilaku orang lain. Rasanya sulit baginya untuk berpikir dengan pikiran dan perasaan yang lebih terbuka untuk memahami maksud dan tujuan orang lain kepadanya.

8. Tidak mengenali dirinya sendiri

Semua orang, untuk mengendalikan diri perlu mengenali emosi dan sifatnya. Misalnya hal-hal apa yang membuatnya marah, senang, sedih, dan emosi lainnya. Nah, orang yang lemah EQ biasanya tidak bisa memahami itu. Itulah sebabnya ia bersikap seperti orang yang tidak memiliki pendirian.

9. Tanpa ekspresi, malah tidak bisa marah

EQ yang baik tidak hanya soal sikap yang manis dan baik, namun juga kemampuan untuk mengekspresikan diri. Jika sedih, menangis. Kalau senang, ya tertawa. Orang yang lemah EQ tidak mengetahui hal ini. Bahkan ada orang yang tidak bisa menunjukkan kemarahan pada dirinya. Padahal menyimpan amarah itu tidak sehat.

10.  Menyalahkan orang lain akan apa yang dirasakannya

Emosi manusia itu timbul dari dalam diri, bukan dari luar. Namun orang yang lemah EQ tidak memahami konsep ini. Untuk hal-hal yang dirasakannya, ia malah menyalahkan orang lain. Ia merasa bahwa orang lain harus bertanggung jawab akan apa yang dirasakannya sendiri.

11. Gampang tersinggung

Orang yang lemah EQ gampang tersinggung karena ia sendiri kurang percaya diri dan pikirannya tertutup. Bahkan kadang, orang bercanda saja dianggap serius. Akhirnya ia tersinggung hingga menyimpan dendam.

Nah, itulah beberapa ciri-ciri orang yang ber-EQ lemah. Apakah kamu termasuk salah satunya???

Sumber: intisari
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1350431781771457&id=1336215586526410

Sunday, May 12, 2019

Pemesinan: Engine vs Machine

Perbedaan antara Machine dan Engine

Gambar 1: Ilustrasi Enjin

Gambar 2: Ilustrasi Mesin


A. Definisi Machine (mesin) dan Engine (enjin)

Mesin atau machine adalah alat yang digunakan untuk menghasilkan tenaga mekanik. Ini memiliki banyak bagian, masing-masing dengan fungsi yang pasti, bekerja bersama-sama melakukan sebuah tugas tertentu.
Enjin atau Engine adalah mesin dengan bagian bergerak yang mengubah sebuah daya menjadi gerak.

B. Prinsip kerja

Mesin adalah perangkat statis, sedangkan enjin adalah sebuah persngkat untuk menjalankan mesin.

C. Kegunaan

Mesin terdiri dari enjin sebagai salah satu bagiannya.
Enjin adalah jantung dari mesin, karena enjin lah sebuah mesin bekerja.

D. Identitas

Mesin adalah peralatan yang terakit dan diinginkan fungsinya atau keperuntukannya. Sedangkan enjin adalah salah satu jenis mesin.

E. Transformasi

Mesin mengubah satu bentuk energi menjadi produk yang berbeda di dalamnya, tetapi tidak terbatas pada bentuk lain dari kerja energi.
Enjin mengubah satu bentuk energi menjadi bentuk energi lain.

F. Pengelompokan jenis

1. Beberapa jenis mesin adalah:
- Mesin sederhana
- Mesin motor
- Mesin listrik
- Mesin elektronik
- Mesin komputer
- Mesin molekuler dan lain-lain.

2. Beberapa jenis enjin adalah:
- Mesin uap
- Mesin pembakaran internal (motor bakar)
- Mesin diesel dan lain-lain.

G. Perbedaan Utama keduanya:
Mesin mengkonsumsi energi yang dihasilkan oleh enjin. Sedangkan enjin menghasilkan energi untuk gerak.

Semoga perbedaan antara mesin dan enjin secara sederhana ini dapat dipahami dengan mudah oleh para pembaca.