Wednesday, September 16, 2015

Engkaulah Ibuku

Aku bukanlah siapa-siapa tanpamu
Kau korbankan segala hal demi aku
Tak sanggup ku membalas budimu
Meskipun milyaran harta menghinggapiku
Karena engkaulah ibu
Saat kecil aku terbiasa berkasih denganmu
Saat engkau pergi meninggalkanku
Pecah rasanya hati ini terpilu-pilu
Aku tak percaya engkau meninggalanku
Secepat ini berlalu ibu
Hanya doa yang bisa kuberikan mengiringi kepergianmu
Aku percaya Tuhan memberikan yang terbaik
Karena aku tahu pengorbananmu
Tak pernah kau lelah membesarkanku
Tak pernah lelah menyertai tiap langkahku
Karena engkaulah ibu
Sesalku memuncak saat sadar betapa aku masih jauh dari harapanmu
Minta maaf ibu
Minta maaf
Anakmu belum mampu membuatmu bangga
Anakmu selalu berharap doamu
Karena engkaulah ibu
Ibu...
Tenanglah di alam sana
Aku dan kami selalu mendoakanmu
Isak tangis ini semoga berubah menjadi ridhlomu dan berbuah rahmat dan barokah-Nya
Karena hanya karena-Nya lah kita semua dipertemukan kelak ibu
Aku dan kami selalu merindukanmu
Merindukan segalah hal-hal kecil saat kau berupaya membahagianku
Terima kasih ibu
Maafkanlah kami, anak-anakmu...
Karena engkaulah ibu...
(Anak ketigamu)

/Brantas 17 September 2015

Friday, August 28, 2015

Leadership: Cara Terbaik Memotivasi Karyawan


Dalam dunia kerja tentu setiap atasan atau orang yang diberi wewenang menjadi leader (pemimpin), sudah barang pasti harus memiliki bekal yang cukup tentang leadership (jiwa kepemimpinan). Tidak jarang akibat kurangnya kemampuan leadership tersebut menjadikan kendala bagi seorang atasan atau pimpinan dalam mengkoordinir karyawannya untuk mencapai tingkat profesionalitas yang tinggi, yang kita ketahui profesionalitas itu efeknya tentu adalah produktifitas yang tinggi bagi karyawan itu sendiri maupun perusahaan yang dinaunginya.

 Ada pun hal-hal yang harus didalami oleh seorang pemimpin salah satunya adalah trik-trik atau cara terbaik untuk memotivasi karyawannya. Ini sangat penting mengingat setiap karyawan tentu mengalami apa yang disebut dengan titik jenuh yang sudah jelas efeknya adalah badai kemalasan yang nantinya dipastikan akan mengurangi kadar profesionalitas. Akibat menurunnya kadar profesionalitas itu lah yang menjadikan perusahaan kehilangan produktifitas. Oleh karena itu saya mencoba mengidentifikasi hal-hal yang sekiranya penting untuk diperhatikan oleh setiap leader atau atasan.

Saya menyimpulkan sedikitnya ada 20 hal yang dapat dipelajari dan dilakukan oleh seorang leader atau atasan dalam rangka meningkatkan motivasi kerja karyawannya, yang antara lain hal-hal tersebut adalah sebagai berikut ini:


  1. Memberikan kepada karyawan keterangan yang mereka perlukan untuk melaukan sesuatu pekerjaan yang baik.
  2. Memberikan kesempatan feedback (umpan balik) secara teratur.
  3. Meminta masukan atau saran dari karyawan dan melibatkan mereka di dalam pengambilan keputusan yang mempengaruhi pekerjaan mereka.
  4. Belajar dari karyawan itu sendiri apa yang sekiranya dapat memotivasi mereka.
  5. Membuat saluran komunikasi yang mudah dipergunakan, sehingga diharapkan karyawan dapat menggunakannya untuk mengutarakan pertanyaannya dan memperoleh respon atau jawaban.
  6. Mempelajari apa saja kegiatan lain karyawan, sehingga kemudian dapat diciptakan kesempatan bagi karyawan untuk melakukan itu secara rutin dan teratur.
  7. Memberi selamat secara pribadi kepada karyawan yang berprestasi dalam pekerjaan.
  8. Terus melakukan dan memilihara hubungan yang baik dengan bawahan baik di dalam pekerjaan maupun di luar pekerjaan.
  9. Menulis pesan atau memo secara pribadi kepada karyawan tentang hasil kerja yang mereka capai.
  10. Menghargai karyawan karena pekerjaan mereka yang baik secara umum, tidak berlebihan.
  11. Membuat pertemuan kecil atau kelompok atas rangka merayakan kesuksesan sebuah project perusahaan dan menyampaikan terima kasih atas team work selama bekerja.
  12. Memberi karyawan suatu pekerjaan atau job yang baik untuk dikerjakan dan setiap atasan hendaknya respek atas upaya karyawan menyelesaikannya.
  13. Memastikan apakah karyawan mempunyai fasilitas kerja yang baik.
  14. Kenalilah kebutuhan pribadi karyawan sehingga dapat memberikan perhatian khusus pada keperluan pribadi karyawan.
  15. Gagaskan penggunaan nilai kinerja sebagai kesadaran karyawan untuk mempromosikan diri ke jenjang karir yang lebih tinggi.
  16. Menetapkan kebijakan yang komprehensip dalam hal promosi jenjang karir.
  17. Membantu karyawan dalam hal bersosial masyarakat sehingga diharapkan karyawan akan betah di lingkungannya baik di rumah maupun di tempat kerja.
  18. Menegaskan kepada karyawan bahwa perusahaan berkomiten terhadap pekaryaan jangka panjang, sehingga karyawan merasa percaya diri dengan masa depannya.
  19. Gajilah karyawan sesuai dengan apa yang mereka kerjakan secara bersaing.
  20. Menawarkan keuntungan (profit sharing) kepada karyawan agar selalu terpacu dan termotivasi untuk melakukan pekerjaan secara profesional.
Demikianlah kiranya hal-hal yang dapat digunakan oleh seorang atasan atau pemimpin dalam rangka mengelola menejemen ledership sehingga dapat digunakan untuk meningkatkan profesionalitas pekerja dan sekaligus meningkatkan produktifitas perusahaan. Tentu hal-hal tersebut tidak dapat dijadikan patokan baku mengingat menghadapi manusia adalah tidak sama dengan menghadapi benda mati sepertinya halnya mesin dan lain-lain. Setiap pemimpin atau atasan hendaknya selalu belajar terus menerus untuk memahami dan mengerti situasi karyawanya. Sekian, semoga bermanfaat.

Thursday, July 30, 2015

Generasi 90-an

Bacaan buat yg ingin bernostalgia.

Berdasar penelitian beberapa psikolog GENERASI BAHAGIA itu, generasi kelahiran 1970-1990,
Dan itu adalah kami. Iya, kami!

Kami adalah generasi terakhir yang masih bermain di halaman rumah yg luas. Kami berlari dan bersembunyi penuh canda-tawa dan persahabatan. Main Petak Umpet, Boy-boynan, gobag sodor, Lompat tali, Masak-masakan, sobyong, jamuran, putri putri Melati tanpa peringatan dari Bpk Ibu. Kami bisa memanfaatkan gelang karet, isi sawo, kulit jeruk, batre bekas, sogok telik mjd permainan yg mengasyikkan. Kami yg tiap melihat pesawat terbang langsung teriak minta uang.

Kami generasi yang ngantri di wartel dari jam 5 pagi, berkirim surat dan menanti surat balasan dg penuh rasa rindu. Tiap sore kami menunggu cerita radio Brama Kumbara, berkirim salam lewat penyiar radio. Kamilah generasi yang SD nya merasakan papan tulis berwarna hitam, masih pakai pensil dan rautan yang ada kaca di salah satunya.

Kamilah generasi yg SMP dan SMA nya masih pakai papan tulis hitam dan kapur putih. Generasi yang meja sekolahnya penuh dengan coretan kejujuran kami melalui tulisan Tipe-X putih, generasi yang sering mencuri pandang teman sekolah yang kita naksir, kirim salam buat dia lewat temannya dan menyelipkan surat cinta di laci mejanya.

Kami adalah generasi yang merasakan awal mula teknologi gadget komunikasi seperti pager, Komputer Pentium jangkrik 486 dan betapa canggihnya Pentium 1 66Mhz. Kami generasi yang sangat bangga kalau memegang Disket kapasitas 1.44Mb dan paham sedikit perintah Dos dengan mengetik copy, del, md, dir/w/p. Kami adalah generasi yang memakai MIRC untuk chatting dan Searching memakai Yahoo. Generasi bahagia yang pertama mengenal Nintendo, Game wot yg blm berwarna.

Generasi kamilah yang merekam lagu dari siaran radio ke pita kaset tape, yang menulis lirik dengan cara play-pause-rewind, dan memanfaatkan pensil utk menggulung pita kaset ya macet, kirim kirim salam ama temen2 lewat siaran radio saling sindir dan bla bla bla, generasi penikmat awal Walkman dan mengenal apa itu Laserdisc, VHS. Kamilah generasi layar tancap Misbar yang merupakan cikal bakal bioskop Twenty One.

Kami tumbuh diantara para legenda cinta spt kla Project, dewa 19, padi, masih tak malu menyanyikan lagu Sheila on7, dan selalu tanpa sadar ikut bersenandung ketika mendengar lagu: mungkin aku bukan pujangga, yg pandai merangkai kata. Kami generasi bersepatu Warior dan rela nyeker berangkat sekolah tanpa sepatu kalau sedang hujan. Cupu tapi bukan Madesu.

Kami adalah generasi yang bebas, bebas bermotor tanpa helm, yang punya sepeda, sepedanya disewain 200 rupiah /jam,bebas dari sakit leher krn kebanyakan melihat ponsel, bebas manjat tembok stadion, bebas mandi dikali disungai dll, bebas manggil teman sekolah dengan nama bapaknya. Bebas bertanggung jawab.

Sebagai anak bangsa Indonesia, Kami hafal Pancasila, Nyanyian Indonesia Raya, maju tak gentar, Teks proklamasi, Sumpah Pemuda, Nama nama para Menteri kabinet pembangunan IV dan Dasadharma Pramuka dan Nama nama seluruh provinsi di Indonesia. Kini disaat kalian sedang sibuk-sibuknya belajar dengan kurikulum mu yg njelimet, kami asik2an mengatur waktu untuk selalu bisa ngumpul reunian dg generasi kami. Betapa bahagianya generasi kami.

Maaf adik2 setelah kami, kalian belajar yg keras ya untuk mendapatkan kebahagian cara kalian sendiri...
Salam sayang dari kami...

Friday, April 3, 2015

Pentingnya Tassawuf

Posting yang agak berat biar lingkar otak semakin membesar. Heuheu...

Ada suatu pendapat, bahwa titik temu antara agama lebih mudah ditemukan pada tradisi mistik/sufisme masing-masing agama. Kenapa demikian?
Karena sufisme/tassawuf bisa dianggap sebagai saripati semua agama (Ulil Abshar Abdalla).
Inti mistisme/tassawuf itu sendiri ada pada tiga konsep utama yaitu:

1. Takhalli: membersihkan diri dari dorongan-dorongan yang merusak.
2. Tajalli: keadaan spiritual dimana seseorang merasakan kehadiran Tuhan dalam hidup.
3. Tahalli: tindakan meniru sifat-sifat baik Tuhan. Fokus pada kebaikan etika.

Jika inti konsep utama dari tassawuf itu mampu dikuasai oleh orang-orang islam maka tidak mustahil ketenangan batin dan lahir di dunia ini akan didapatkan. Dan pada akhirnya dunia islam tidak butuh lagi istilah khilafah islamiyah sebagai cara atau sistem menuju kebahagiaan hakiki. Yang dibutuhkan hanyalah tassawuf. Ya, tassawuf sebagai solusi islam masa kini, islam masa kini yang dipenuhi dengan rasa was-was dan kecemasan.

Teologi hanya akan membeda-bedakan agama sedangkan tassawuf justru akan menyelaraskan agama dalam kaitannya menuju God-centered (orientasi pada Tuhan). Harus disadari bahwa yang terpenting di dalam hidup ini adalah setiap kita melangkah kemana pun dan di mana pun pasti Tuhan berada di situ. Tuhan selalu hadir di setiap langkah kita, itulah yang melandasi pentingnya tassawuf (menyucikan jiwa).

Sekian.
Wallahua'lam...

Sunday, March 29, 2015

Berang-Berang

Sekarang atau lusa sama saja
Kau dustakan rasa dan logika
Penuhi jiwa-jiwa kosong ini dengan tuak
Melihatmu pun terasa makin muak
Berang-berang memanjat pohon pinang
Tak dirasa kini sudah teramat panjang
Hidupku di sepanjang jalanan
Tergapai banyak asa dan pilihan
Meski tak satu pun menjadi kebahagiaan
Aku lelah
Kamu enggak?

Pantas saja wong kamu hanya bergantungan
Kek berang-berang
Iya, faktanya memang
Tiap malam terasa sebentar
Habis waktu terpakai buat bergitar
Sembari melihat kesuraman yang terdengar
Tanpa takut melihat awakmu yang sangar
Sangar, cuih...

Sekarang atau lusa sama saja
Kau dustakan rasa dan logika
Pekat hitam noda sudah kau lukis
Kiranya sekarang waktunya menggrubris
Sebuah karya indah lewat tetulis
Berang-berang memanjat atap
Tak terasa kini sudah kualat
Terima rentetan azab dan teratap-ratap
Wajarkah ini bertetap-tetap
Tonggak revolusi menanti tertancap
Sendu pun hantui, masa-masa mudaku
Koheren dengan bahagia semu itu

Semu?
Nyata! Jika api ini semakin membara!
Juangku untukmu adalah bait-bait dan prosa
Bukan laki jika aku tak kuasa
Membendung segala dera dan derita
Berang-berang semakin berang
Melihat tajam ke depan
Awali mimpi dengan pujian
Kau lah maha besar Tuhan
Tambun, 29/03/2015
Robi Cahyadi