Monday, May 13, 2019

Wawasan: Seberapa Penting EQ dan IQ?


Tidak seperti intellectual quotient (IQ), sebenarnya emotional quotient (EQ) lebih mudah untuk ditempa. Sebab EQ berbicara soal pilihan hidup dan disiplin. EQ juga tidak diukur dengan standar angka, namun akan terlihat dari cara hidup setiap hari. Bagaimana caranya agar kita mengetahui apakah EQ kita lemah atau kuat? Berikut ciri-ciri dan tanda orang dengan EQ lemah seperti yang dilansir di Huffingtonpost.com:

1. Gampang stres

Saat ada situasi yang tidak beres, orang dengan EQ lemah biasanya mudah merasa tidak nyaman, cemas, dan frustasi. Ia membiarkan dirinya dikuasai berbagai emosi yang tidak perlu. Sehingga pikiran dan perasaannya kacau. Sebaliknya, orang yang memiliki EQ yang kuat cenderung mampu mengendalikan stres dan mengelola mood. Sehingga ia jauh dari stres.

2. Tidak tegas pada diri sendiri

Orang yang memiliki EQ yang baik mampu menyeimbangkan sikap, perilaku, dan pikirannya. Ia memiliki batasan-batasan tertentu pada dirinya. Sehingga hal-hal yang membuat kualitas hidupnya memburuk akan dibuangnya. Istilahnya ia tegas terhadap dirinya sendiri. Sedangkan orang yang lemah EQ biasanya menjalani hidup semaunya, tanpa prinsip dan batasan.

3. Tidak mengenal emosinya sendiri

Semua manusia pasti memiliki emosi, namun tidak semua orang mengenal emosi yang dialaminya. Penelitian membuktikan hanya 36% orang bisa mengenal dan mengendalikan emosinya. Sebaliknya, orang yang lemah EQ biasanya tidak mampu mengenal emosinya sendiri. Sehingga ia gampang jatuh dalam kesalahpahaman, konflik, dan emosi-emosi beracun lainnya. Ia cenderung merasa buruk, sensitif, frustasi, dan cemas.  

4. Mudah berasumsi dan sangat mempercayai asumsinya sendiri

Orang yang lemah EQ biasanya cepat untuk berasumsi dan beropini. Tanpa mencari bukti, ia selalu mempercayai asumsinya. Bahkan ketika sudah ditemukan fakta dan kebenarannya pun, kalau itu bertentangan dengan asumsinya, ia akan menolaknya.

5. Menyimpan dendam

Emosi negatif seperti menyimpan dendam dan keinginan untuk membalas dendam biasanya timbul pada orang yang lemah EQ. Hal ini merupakan salah satu respons karena tidak mampu mengendalikan stres.

 6. Sering jatuh dalam kesalahan yang sama

Orang dengan EQ lemah sulit melupakan kesalahan orang lain maupun kesalahan diri sendiri. Ia sering jatuh pada kesalahan yang sama tanpa upaya untuk memperbaiki kesalahan itu. Padahal membiarkan diri terus berada dalam kesalahan yang sama bisa menghancurkan kualitas hidup.

7. Sering salah paham pada orang lain

Salah satu tanda EQ lemah adalah sulit untuk memahami intensi orang lain. Ia sering salah paham akan perkataan maupun perilaku orang lain. Rasanya sulit baginya untuk berpikir dengan pikiran dan perasaan yang lebih terbuka untuk memahami maksud dan tujuan orang lain kepadanya.

8. Tidak mengenali dirinya sendiri

Semua orang, untuk mengendalikan diri perlu mengenali emosi dan sifatnya. Misalnya hal-hal apa yang membuatnya marah, senang, sedih, dan emosi lainnya. Nah, orang yang lemah EQ biasanya tidak bisa memahami itu. Itulah sebabnya ia bersikap seperti orang yang tidak memiliki pendirian.

9. Tanpa ekspresi, malah tidak bisa marah

EQ yang baik tidak hanya soal sikap yang manis dan baik, namun juga kemampuan untuk mengekspresikan diri. Jika sedih, menangis. Kalau senang, ya tertawa. Orang yang lemah EQ tidak mengetahui hal ini. Bahkan ada orang yang tidak bisa menunjukkan kemarahan pada dirinya. Padahal menyimpan amarah itu tidak sehat.

10.  Menyalahkan orang lain akan apa yang dirasakannya

Emosi manusia itu timbul dari dalam diri, bukan dari luar. Namun orang yang lemah EQ tidak memahami konsep ini. Untuk hal-hal yang dirasakannya, ia malah menyalahkan orang lain. Ia merasa bahwa orang lain harus bertanggung jawab akan apa yang dirasakannya sendiri.

11. Gampang tersinggung

Orang yang lemah EQ gampang tersinggung karena ia sendiri kurang percaya diri dan pikirannya tertutup. Bahkan kadang, orang bercanda saja dianggap serius. Akhirnya ia tersinggung hingga menyimpan dendam.

Nah, itulah beberapa ciri-ciri orang yang ber-EQ lemah. Apakah kamu termasuk salah satunya???

Sumber: intisari
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1350431781771457&id=1336215586526410

Sunday, May 12, 2019

Pemesinan: Engine vs Machine

Perbedaan antara Machine dan Engine

Gambar 1: Ilustrasi Enjin

Gambar 2: Ilustrasi Mesin


A. Definisi Machine (mesin) dan Engine (enjin)

Mesin atau machine adalah alat yang digunakan untuk menghasilkan tenaga mekanik. Ini memiliki banyak bagian, masing-masing dengan fungsi yang pasti, bekerja bersama-sama melakukan sebuah tugas tertentu.
Enjin atau Engine adalah mesin dengan bagian bergerak yang mengubah sebuah daya menjadi gerak.

B. Prinsip kerja

Mesin adalah perangkat statis, sedangkan enjin adalah sebuah persngkat untuk menjalankan mesin.

C. Kegunaan

Mesin terdiri dari enjin sebagai salah satu bagiannya.
Enjin adalah jantung dari mesin, karena enjin lah sebuah mesin bekerja.

D. Identitas

Mesin adalah peralatan yang terakit dan diinginkan fungsinya atau keperuntukannya. Sedangkan enjin adalah salah satu jenis mesin.

E. Transformasi

Mesin mengubah satu bentuk energi menjadi produk yang berbeda di dalamnya, tetapi tidak terbatas pada bentuk lain dari kerja energi.
Enjin mengubah satu bentuk energi menjadi bentuk energi lain.

F. Pengelompokan jenis

1. Beberapa jenis mesin adalah:
- Mesin sederhana
- Mesin motor
- Mesin listrik
- Mesin elektronik
- Mesin komputer
- Mesin molekuler dan lain-lain.

2. Beberapa jenis enjin adalah:
- Mesin uap
- Mesin pembakaran internal (motor bakar)
- Mesin diesel dan lain-lain.

G. Perbedaan Utama keduanya:
Mesin mengkonsumsi energi yang dihasilkan oleh enjin. Sedangkan enjin menghasilkan energi untuk gerak.

Semoga perbedaan antara mesin dan enjin secara sederhana ini dapat dipahami dengan mudah oleh para pembaca.

Thursday, May 9, 2019

Sebuah Puisi: Untukmu Istriku dan Calon Anakku


Wahai calon insan yang sedang terlelap tidur menunggu datangnya ruhmu
Ketahuilah sayangku, Engkau yang dipenuhi cinta ibumu
Dari sari pati alam dan berkat kehendak Tuhan
Terhimpun pada nutfah kami; Ayah bundamu

Menyatu selama empat puluh malam
Segumpal nutfah sebiji zaroh menjadi daging muda yang terus menumbuh
Yang membungkus tulang rawanmu dan organ dalammu
Bagaikan pakaian perang di raga kecilmu

Seratus dua puluh hari engkau akan berada dalam rahim ibumu
Tenanglah, jangan gelisah dan gundah, bersabarlah
Akan datang malaikat menyapamu wahai anakku
Meniupkan ruh kehidupan padamu

Yang tertulis pada langit dan takdir Tuhanmu
Tentang seberapa besar rizki dan kapan datang mautmu
Juga amalan hidup juga nasib kehdiupanmu

Akan kami berdua senandungkan ayat-ayat cinta paling merdu
Yang dibawa oleh Rosul akhir jaman, Muhammad namanya
Pada ngiang telinga dan hati sanubarimu duhai anakku

Hingga engkau kemudian lahir dengan tangan kecil menggenggam
Dengan tangis kebahagiaan serta kerinduan pada Tuhanmu
Tuhan akan terus menyayangimu selama engkau patuh pada-Nya

Sayangku, istri dan calon anakku
Semoga engkau berdua senantiasa dalam lindungan-Nya
Aamiin...

Bekasi, 9 Mei 2019
Robi Cahyadi
Calon ayahmu~

Tuesday, April 30, 2019

Wawasan Islam: Tuntutlah Ilmu Ke Negeri Cina

Kalimat tuntutlah ilmu sampai negeri Cina mungkin ada benarnya. Sebab negeri Cina banyak memiliki khazanah kekayaan ilmu pengetahuan. Ilmu ketabiban Cina sejak zaman dahulu sudah sangat terkenal. Para tabib Cina terkenal kepiawaiannya di seantero jagad. Bahkan hingga hari ini mereka pun tetap unggul di bidang kedokteran modern.
Belajar Tak Kenal Usia
Orang Cina disebut-sebut sebagai penemu kertas yang pertama kali dalam sejarah. Selain ilmu kedokteran dan pengetahuan, ilmu bela diri juga berkembang pesat di Cina. Sastra dan budaya Cina juga merupakan sebuah keunikan tersendiri.
Yang menarik, negeri Cina di masa khulafaurrasyidintelah bersentuhan dengan para shahabat. Bakan di masa khalifah Utsman bin Affan, bangsa itu telah memelk agama Islam. Meski belum seluruhnya. Namun boleh dibilang bahwa Islam sebagai agama telah masuk ke Cina terlebih dahulu dari pada nusantara. Bahkan para sejarawan meyakini bahwa sebagian dari penyebar agama Islam di tanah Jawa adalah para da'i dari negeri Cina.
Bahkan model pakaian orang Cina menjadi pakaian khas umat Islam di negeri kita. Baju 'koko' konon model baju Cina yang kni terlanjur menjadi model baju para kiai, ustadz, dan penceramah.
Namun kalau kita kembal ke titik masalah, kalimat tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina bukanlah sabda nabi Muhammad Saw.
Kalimat ini memang ada perawinya yang diklaim sampai nabi Muhammad SAW. Setidaknya ada 3 jalur yang berbeda. Namun ketiganya bermasalah semua.
1. Sanad Pertama
Sanad bermasalah yang pertama adalah:
1. Dari Alhasan bin Athiyah
2. dari Abu Atikah Tarif bin Sulaiman
3. dari Anas bin Malik
4. dari nabi SAW

Yang menjadi biang kerok adalah Abu Atikah, perawi nomor dua. Dia ini disepakati oleh para kritikus hadits sebagai PEMALSU hadits.
Al-Bukhari, Annasai, Abu Hatim dan lainnya sepakat bahwa Abu Atikah tidak punya kredibilitas sebagai perawi hadits. Imam Ibnu Hibban tegas menetapkan hadits ini BATHIL LAA ASHLA LAHU (batil, tidak ada asalnya. Pernyataan itu diulang lagi oleh As-Sakhawi dalam kitabnya al-Maqashid al-Hasanah.
Imam Ahmad bin Hanbal juga menentang keras hadits tersebut. Ibnul Jauzy memasukkkan haits itu ke dalam kitabnya khusus koleksi hadits palsu Al-Maudhu'aat.
2. Sanad Kedua
Sanad kedua ini juga bermasalah, yaitu lewat jalur:
- dari Ahmad bin Abdullah
- dari Maslamah bin Alqashim
- dari Ya'qub bin Ishaq bin Ibrahim Alasqalani
- dari Ubaidillah bim Muhammad Al-Fiyabi
- dari AzZuhri
- Anas bin Malik ra
- dari nabi SAW

Yang bermasalah adalah Ya'qub bin Ibrahim. Dia adalah seorang pendusta, menurut Azzahabi.
3. Sanad Ketiga
Dalam sanad ketiga, ada seorang perawi bernama Ahmad bin Abdullah Aljuwaibiri. Dia juga dikenal sebagai seorang PEMALSU hadits.
Maka dengan demikian jelaslah bahwa kalimat tuntutlah ilmu sampai negeri Cina bukanlah perkataan Rasulullah SAW. Karena tidak satupun yang sanadnya sampai kepada Rasulullah.
Kalimat itu mungkin ada benarnya, tetapi bukan sabda baginda Nabi Muhammad SAW.
Wallahu a'lam bisshawab.
Wassalamu 'alaikum wr. wb.

Sumber: Ahmad Sarwat, Lc

Saturday, April 27, 2019

Pemesinan: Mengenal Proses Perlakuan Panas (Heat Treatment)

Proses Perlakuan Panas Pada Baja
Proses perlakuan panas adalah suatu proses mengubah sifat logam dengan cara mengubah struktur mikro melalui proses pemanasan dan pengaturan kecepatan pendinginan dengan atau tanpa merubah komposisi kimia logam yang bersangkutan. Tujuan proses perlakuan panas untuk menghasilkan sifat-sifat logam yang diinginkan. Perubahan sifat logam akibat proses perlakuan panas dapat mencakup keseluruhan bagian dari logam atau sebagian dari logam.
Adanya sifat alotropik dari besi menyebabkan timbulnya variasi struktur mikro dari berbagai jenis logam. Alotropik itu sendiri adalah merupakan transformasi dari satu bentuk susunan atom (sel satuan) ke bentuk susunan atom yang lain. Pada temperatur dibawah 910 0C sel satuannya Body  Center Cubic  (BCC), temperatur antara 910 dan 1392 oC sel satuannya Face  Center Cubic  (FCC) sedangkan temperatur diatas 1392 sel satuannya kembali menjadi BCC.
Proses perlakuan panas ada dua kategori, yaitu :
Softening (Pelunakan) : Adalah usaha untuk menurunkan sifat mekanik agar menjadi lunak dengan cara mendinginkan material yang sudah dipanaskan didalam tungku (annealing) atau mendinginkan dalam udara terbuka (normalizing).
Hardening (Pengerasan) : Adalah usaha untuk meningkatkan sifat material terutama kekerasan dengan cara selup cepat (quenching) material yang sudah dipanaskan ke dalam suatu media quenching berupa air, air garam, maupun oli.
Austenisasi Pada Perlakuan Panas
Tujuan proses austenisasi adalah untuk mendapatkan struktur austenit yang homogen. Kesetimbangan kadar karbon austenit akan bertambah dengan naiknya suhu austenisasi, ini mempengaruhi karakteristik isothermal. Bila kandungan karbon meningkat maka temperatur Ms menjadi rendah, selain itu kandungan karbon akan meningkat pula jumlah grafit akan membentuk senyawa karbida yang semakin banyak. Proses perlakuan panas selalu diawali dengan transformasi dekomposisi austenit menjadi struktur mikro yang lain. Struktur mikro yang dihasilkan lewat transformasi tergantung pada parameter proses perlakuan panas yang diterapkan dan jenis proses proses perlakuan panas. Struktur mikro yang berubah melalui transformasi dekomposisi austenit menjadi struktur mikro yang lain, dimaksudkan untuk memperoleh sifat mekanik dan fisik yang diperlukan untuk suatu aplikasi proses pengerjaan logam. Proses selanjutnya setelah fasa tunggal austenit terbentuk adalah pendinginan, dimana mekanismenya dipengaruhi oleh temperatur, waktu, serta media yang digunakan. Pada pendinginan secara perlahan-lahan perubahan fasa berdasarkan mekanisme difusi, dimana kehalusan dan kekasaran struktur yang dihasilkan tergantung pada kecepatan difusi.
Bila pendinginan dilakukan secara cepat, maka perubahan fasanya berdasarkan mekanisme geser menghasilkan struktur mikro dengan sifat mekanik yang keras dan getas. Perubahan struktur mikro selama proses pendinginan dapat merupakan paduan dari mekanisme difusi dan mekanisme geser.  Variasi dari pembentukan struktur mikro yang merupakan fungsi dari kecepatan pendinginan pada baja dari temperatur eutektoid,

1. Hardening
Hardening adalah perlakuan panas terhadap logam dengan sasaran meningkatkan kekerasan alami logam. Perlakuan panas menuntut pemanasan benda kerja menuju suhu pengerasan, jangka waktu penghentian yang memadai pada suhu pengerasan dan pendinginan (pengejutan) berikutnya secara cepat dengan kecepatan pendinginan kritis. Akibat pengejutan dingin dari daerah suhu pengerasan ini, dicapailah suatu keadaan paksaan bagi struktur baja yang merangsang kekerasan, oleh karena itu maka proses pengerasan ini disebut pengerasan kejut.
Karena logam menjadi keras melalui peralihan wujud struktur, maka perlakuan panas ini disebut juga pengerasan alih wujud.
Kekerasan yang dicapai pada kecepatan pendinginan kritis (martensit) ini diringi kerapuhan yang besar dan tegangan pengejutan, karena itu pada umumnya dilakukan  pemanasan kembali menuju suhu tertentu dengan pendinginan lambat.
Kekerasan tertinggi (66-68 HRC) yang dapat dicapai dengan pengerasan kejut suatu baja, pertama bergantung pada kandungan zat arang, kedua tebal benda kerja mempunya pengaruh terhadap kekerasan karena dampak kejutan membutuhkan beberpa waktu untuk menenmbus kesebelah dalam, dengan demikian maka kekersan menurun kearah inti.
2. Tempering
Dimana logam yang tidak dikeraskan, dipanaskan sampai temperature dibawah titik kritis kemudian ditahan dalam waktu yang secukupnya pada temperature ini kemudian didinginkan perlahan-lahan, tujuannya adalah untuk mengurangi internal strees dan menstabilkan struktur dari logam
3. Anealing
Anealing adalah perlakuan panas logam dengan  pendinginan yang lambat.  a) untuk memindahkan tekanan internal atau untuk mengurangi  b) untuk menyuling struktur  kristal (melibatkan pemanasan di atas temperatur kritis bagian atas). logam dipanaskansekitar 25oC di atas temperatur kritis bagian atas, ditahan dalam beberapa  waktu, kemudian didinginkan pelan-pelan di tungku perapian. Proses ini digunakan untuk memindahkan tekanan internal penuh sebagai hasil proses pendinginan. Berikutnya pendinginan logam diatur kembali di dalam sama benar untuk menurunkan energi bentuk wujud, tegangan yang baru dibebaskan  dibentuk dan pertumbuhan butir dukung. Tujuannya untuk menghilangkan internal stress pada logam dan untuk menghaluskan grain (batas butir) dari atom logam, serta mengurangi kekerasan, sehingga menjadi lebih ulet
Annealing terdiri dari 3 proses yaitu :
1.      Fase recovery
2.      Fase rekristalisasi
3.      Fase grain growth ( tumbuhnya butir)

Fase recovery adalah hasil dari pelunakan logam melalui pelepasan cacat kristal (tipe utama dimana cacat linear disebut dislokasi) dan tegangan dalam.
Fase rekristalisasi adalah fase dimana butir nucleate baru dan tumbuh untuk menggantikan cacat- cacat oleh tegangan dalam.
Fase grain growth ( tumbuhnya butir) adalah fase dimana mikrostruktur mulai menjadi kasar dan menyebabkan logam tidak terlalu memuaskan untuk proses pemesinan.

4. Normalizing
Normalizing adalah perlakuan panas logam di sekitar 40oC di atas batas kritis . logam kemudian di tahan pada temperatur ini untuk masa waktu yang cukup, kemudian didinginkan dengan udara. Hal ini bisa menghasilkan  temperatur  logam terjaga untuk sementara waktu sekitar 2 menit per mm dari ketebalan, tidak melebihi temperatur kritis  lebih dari 50oC. Struktur yang  diperoleh dalam proses ini adalah perlit ( eutectoid) atau perlit brown  ferrite ( hypoeutectoid) atau perlit brown cementite ( hypereutectoid). Karena baja didinginkan di dalam air, hasil proses baik dalam formasi perlit dengan ditingkatkan sifat mekanis dibandingkan proses anealing Normalizingdigunakan untuk  menyuling struktur butir dan menciptakan suatu austenite yang lebih homogen ketika baja  dipanaskan kembali,