Tuesday, April 30, 2019

Wawasan Islam: Tuntutlah Ilmu Ke Negeri Cina

Kalimat tuntutlah ilmu sampai negeri Cina mungkin ada benarnya. Sebab negeri Cina banyak memiliki khazanah kekayaan ilmu pengetahuan. Ilmu ketabiban Cina sejak zaman dahulu sudah sangat terkenal. Para tabib Cina terkenal kepiawaiannya di seantero jagad. Bahkan hingga hari ini mereka pun tetap unggul di bidang kedokteran modern.
Belajar Tak Kenal Usia
Orang Cina disebut-sebut sebagai penemu kertas yang pertama kali dalam sejarah. Selain ilmu kedokteran dan pengetahuan, ilmu bela diri juga berkembang pesat di Cina. Sastra dan budaya Cina juga merupakan sebuah keunikan tersendiri.
Yang menarik, negeri Cina di masa khulafaurrasyidintelah bersentuhan dengan para shahabat. Bakan di masa khalifah Utsman bin Affan, bangsa itu telah memelk agama Islam. Meski belum seluruhnya. Namun boleh dibilang bahwa Islam sebagai agama telah masuk ke Cina terlebih dahulu dari pada nusantara. Bahkan para sejarawan meyakini bahwa sebagian dari penyebar agama Islam di tanah Jawa adalah para da'i dari negeri Cina.
Bahkan model pakaian orang Cina menjadi pakaian khas umat Islam di negeri kita. Baju 'koko' konon model baju Cina yang kni terlanjur menjadi model baju para kiai, ustadz, dan penceramah.
Namun kalau kita kembal ke titik masalah, kalimat tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina bukanlah sabda nabi Muhammad Saw.
Kalimat ini memang ada perawinya yang diklaim sampai nabi Muhammad SAW. Setidaknya ada 3 jalur yang berbeda. Namun ketiganya bermasalah semua.
1. Sanad Pertama
Sanad bermasalah yang pertama adalah:
1. Dari Alhasan bin Athiyah
2. dari Abu Atikah Tarif bin Sulaiman
3. dari Anas bin Malik
4. dari nabi SAW

Yang menjadi biang kerok adalah Abu Atikah, perawi nomor dua. Dia ini disepakati oleh para kritikus hadits sebagai PEMALSU hadits.
Al-Bukhari, Annasai, Abu Hatim dan lainnya sepakat bahwa Abu Atikah tidak punya kredibilitas sebagai perawi hadits. Imam Ibnu Hibban tegas menetapkan hadits ini BATHIL LAA ASHLA LAHU (batil, tidak ada asalnya. Pernyataan itu diulang lagi oleh As-Sakhawi dalam kitabnya al-Maqashid al-Hasanah.
Imam Ahmad bin Hanbal juga menentang keras hadits tersebut. Ibnul Jauzy memasukkkan haits itu ke dalam kitabnya khusus koleksi hadits palsu Al-Maudhu'aat.
2. Sanad Kedua
Sanad kedua ini juga bermasalah, yaitu lewat jalur:
- dari Ahmad bin Abdullah
- dari Maslamah bin Alqashim
- dari Ya'qub bin Ishaq bin Ibrahim Alasqalani
- dari Ubaidillah bim Muhammad Al-Fiyabi
- dari AzZuhri
- Anas bin Malik ra
- dari nabi SAW

Yang bermasalah adalah Ya'qub bin Ibrahim. Dia adalah seorang pendusta, menurut Azzahabi.
3. Sanad Ketiga
Dalam sanad ketiga, ada seorang perawi bernama Ahmad bin Abdullah Aljuwaibiri. Dia juga dikenal sebagai seorang PEMALSU hadits.
Maka dengan demikian jelaslah bahwa kalimat tuntutlah ilmu sampai negeri Cina bukanlah perkataan Rasulullah SAW. Karena tidak satupun yang sanadnya sampai kepada Rasulullah.
Kalimat itu mungkin ada benarnya, tetapi bukan sabda baginda Nabi Muhammad SAW.
Wallahu a'lam bisshawab.
Wassalamu 'alaikum wr. wb.

Sumber: Ahmad Sarwat, Lc

Saturday, April 27, 2019

Pemesinan: Mengenal Proses Perlakuan Panas (Heat Treatment)

Proses Perlakuan Panas Pada Baja
Proses perlakuan panas adalah suatu proses mengubah sifat logam dengan cara mengubah struktur mikro melalui proses pemanasan dan pengaturan kecepatan pendinginan dengan atau tanpa merubah komposisi kimia logam yang bersangkutan. Tujuan proses perlakuan panas untuk menghasilkan sifat-sifat logam yang diinginkan. Perubahan sifat logam akibat proses perlakuan panas dapat mencakup keseluruhan bagian dari logam atau sebagian dari logam.
Adanya sifat alotropik dari besi menyebabkan timbulnya variasi struktur mikro dari berbagai jenis logam. Alotropik itu sendiri adalah merupakan transformasi dari satu bentuk susunan atom (sel satuan) ke bentuk susunan atom yang lain. Pada temperatur dibawah 910 0C sel satuannya Body  Center Cubic  (BCC), temperatur antara 910 dan 1392 oC sel satuannya Face  Center Cubic  (FCC) sedangkan temperatur diatas 1392 sel satuannya kembali menjadi BCC.
Proses perlakuan panas ada dua kategori, yaitu :
Softening (Pelunakan) : Adalah usaha untuk menurunkan sifat mekanik agar menjadi lunak dengan cara mendinginkan material yang sudah dipanaskan didalam tungku (annealing) atau mendinginkan dalam udara terbuka (normalizing).
Hardening (Pengerasan) : Adalah usaha untuk meningkatkan sifat material terutama kekerasan dengan cara selup cepat (quenching) material yang sudah dipanaskan ke dalam suatu media quenching berupa air, air garam, maupun oli.
Austenisasi Pada Perlakuan Panas
Tujuan proses austenisasi adalah untuk mendapatkan struktur austenit yang homogen. Kesetimbangan kadar karbon austenit akan bertambah dengan naiknya suhu austenisasi, ini mempengaruhi karakteristik isothermal. Bila kandungan karbon meningkat maka temperatur Ms menjadi rendah, selain itu kandungan karbon akan meningkat pula jumlah grafit akan membentuk senyawa karbida yang semakin banyak. Proses perlakuan panas selalu diawali dengan transformasi dekomposisi austenit menjadi struktur mikro yang lain. Struktur mikro yang dihasilkan lewat transformasi tergantung pada parameter proses perlakuan panas yang diterapkan dan jenis proses proses perlakuan panas. Struktur mikro yang berubah melalui transformasi dekomposisi austenit menjadi struktur mikro yang lain, dimaksudkan untuk memperoleh sifat mekanik dan fisik yang diperlukan untuk suatu aplikasi proses pengerjaan logam. Proses selanjutnya setelah fasa tunggal austenit terbentuk adalah pendinginan, dimana mekanismenya dipengaruhi oleh temperatur, waktu, serta media yang digunakan. Pada pendinginan secara perlahan-lahan perubahan fasa berdasarkan mekanisme difusi, dimana kehalusan dan kekasaran struktur yang dihasilkan tergantung pada kecepatan difusi.
Bila pendinginan dilakukan secara cepat, maka perubahan fasanya berdasarkan mekanisme geser menghasilkan struktur mikro dengan sifat mekanik yang keras dan getas. Perubahan struktur mikro selama proses pendinginan dapat merupakan paduan dari mekanisme difusi dan mekanisme geser.  Variasi dari pembentukan struktur mikro yang merupakan fungsi dari kecepatan pendinginan pada baja dari temperatur eutektoid,

1. Hardening
Hardening adalah perlakuan panas terhadap logam dengan sasaran meningkatkan kekerasan alami logam. Perlakuan panas menuntut pemanasan benda kerja menuju suhu pengerasan, jangka waktu penghentian yang memadai pada suhu pengerasan dan pendinginan (pengejutan) berikutnya secara cepat dengan kecepatan pendinginan kritis. Akibat pengejutan dingin dari daerah suhu pengerasan ini, dicapailah suatu keadaan paksaan bagi struktur baja yang merangsang kekerasan, oleh karena itu maka proses pengerasan ini disebut pengerasan kejut.
Karena logam menjadi keras melalui peralihan wujud struktur, maka perlakuan panas ini disebut juga pengerasan alih wujud.
Kekerasan yang dicapai pada kecepatan pendinginan kritis (martensit) ini diringi kerapuhan yang besar dan tegangan pengejutan, karena itu pada umumnya dilakukan  pemanasan kembali menuju suhu tertentu dengan pendinginan lambat.
Kekerasan tertinggi (66-68 HRC) yang dapat dicapai dengan pengerasan kejut suatu baja, pertama bergantung pada kandungan zat arang, kedua tebal benda kerja mempunya pengaruh terhadap kekerasan karena dampak kejutan membutuhkan beberpa waktu untuk menenmbus kesebelah dalam, dengan demikian maka kekersan menurun kearah inti.
2. Tempering
Dimana logam yang tidak dikeraskan, dipanaskan sampai temperature dibawah titik kritis kemudian ditahan dalam waktu yang secukupnya pada temperature ini kemudian didinginkan perlahan-lahan, tujuannya adalah untuk mengurangi internal strees dan menstabilkan struktur dari logam
3. Anealing
Anealing adalah perlakuan panas logam dengan  pendinginan yang lambat.  a) untuk memindahkan tekanan internal atau untuk mengurangi  b) untuk menyuling struktur  kristal (melibatkan pemanasan di atas temperatur kritis bagian atas). logam dipanaskansekitar 25oC di atas temperatur kritis bagian atas, ditahan dalam beberapa  waktu, kemudian didinginkan pelan-pelan di tungku perapian. Proses ini digunakan untuk memindahkan tekanan internal penuh sebagai hasil proses pendinginan. Berikutnya pendinginan logam diatur kembali di dalam sama benar untuk menurunkan energi bentuk wujud, tegangan yang baru dibebaskan  dibentuk dan pertumbuhan butir dukung. Tujuannya untuk menghilangkan internal stress pada logam dan untuk menghaluskan grain (batas butir) dari atom logam, serta mengurangi kekerasan, sehingga menjadi lebih ulet
Annealing terdiri dari 3 proses yaitu :
1.      Fase recovery
2.      Fase rekristalisasi
3.      Fase grain growth ( tumbuhnya butir)

Fase recovery adalah hasil dari pelunakan logam melalui pelepasan cacat kristal (tipe utama dimana cacat linear disebut dislokasi) dan tegangan dalam.
Fase rekristalisasi adalah fase dimana butir nucleate baru dan tumbuh untuk menggantikan cacat- cacat oleh tegangan dalam.
Fase grain growth ( tumbuhnya butir) adalah fase dimana mikrostruktur mulai menjadi kasar dan menyebabkan logam tidak terlalu memuaskan untuk proses pemesinan.

4. Normalizing
Normalizing adalah perlakuan panas logam di sekitar 40oC di atas batas kritis . logam kemudian di tahan pada temperatur ini untuk masa waktu yang cukup, kemudian didinginkan dengan udara. Hal ini bisa menghasilkan  temperatur  logam terjaga untuk sementara waktu sekitar 2 menit per mm dari ketebalan, tidak melebihi temperatur kritis  lebih dari 50oC. Struktur yang  diperoleh dalam proses ini adalah perlit ( eutectoid) atau perlit brown  ferrite ( hypoeutectoid) atau perlit brown cementite ( hypereutectoid). Karena baja didinginkan di dalam air, hasil proses baik dalam formasi perlit dengan ditingkatkan sifat mekanis dibandingkan proses anealing Normalizingdigunakan untuk  menyuling struktur butir dan menciptakan suatu austenite yang lebih homogen ketika baja  dipanaskan kembali,

Tuesday, April 23, 2019

Pemesinan: Mengenal Sensor Jarak (Proximity Sensor)

Pada Pembahasan kali ini saya akan menjelaskan tentang Proximity Sensor. Penjelasan meliputi pengertian, kemampuan serta prinsip kerja dari proximity sensor. Untuk lebih jelasnya silahkan baca pembahasan dibawah ini.
A. Pengertian Proximity Sensor
Proximity sensor merupakan sensor yang digunakan untuk mendeteksi suatu obyek benda berdasarkan jarak benda tersebut terhadap sensor. Proximity sensor ini akan mendeteksi obyek benda dengan jarak yang cukup dekat berkisar 1 mm sampai beberapa centimeter dari sensor. Sensor ini sering diimplementasikan pada industry pabrik, perkantoran, dunia robot, dan lain-lain.
Berdasarkan penggunaanya, sensor proximity merupakan sensor yang mampu mendeteksi keberadaan suatu obyek logam maupun non logam tanpa menggunakan kontak fisik.
Proximity Sensor
B. Jenis-Jenis Proximity Sensor
Sensor proximity ini memiliki 3 jenis sensor sesuai dengan kebutuhan sebagai berikut:

• Proximity Inductive.
Jenis sensor ini digunakan untuk mendeteksi adanya sebuah logam. Sensor ini akan bekerja apabila terdapat suatu tegangan sumber, dan isolator pada sensor akan membangkitkan sebuah medan magnet dengan frekuensi tinggi. Dengan proses ini, apabila terdapat sebuah bahan logam yang terdeteksi oleh permukaan sensor maka medan magnet yang di hasilkan akan berubah dan perubahan ini yang akan membuat sensor memberikan sinyal.
• Proximity Capacitive.
Sensor ini sedikit berbeda dengan sensor inductive, sensor ini tidak hanya dapat mendeteksi benda logam saja tetapi juga bisa mendeteksi benda non logam dengan mengukur perbedaan kapasitansi medan listrik pada kapasitor. Penggunaan sensor ini biasanya digunakan pada bagian belakang mobil untuk memudahkan mengatur posisi parker sebuah kendaraan.
• Proximity Optic Sensor.
Sensor proximity optik ini mendeteksi keberadaan suatu obyek dengan cahaya biasnya atau pantulan cayaha (refleksi) yaitu infra red. Bila terdapat benda dengan jarak yang cukup dekat dengan sensor, maka cahaya yang terdapat pada sensor akan memantul kembali pada penerima(receptor) sehingga penerima akan menangkap sinyal tersebut sebagai tanda bahwa ada obyek yang melewati sensor. Salah satu implementasi sensor proximity optik ini yang paling dekat dengan keseharian kita adalah pada penggunaan touch screen pada ponsel.
C. Cara Kerja Proximity Sensor
Seperti apa yang sudah dijelaskan diatas, sensor ini bekerja berdasarkan jarak obyek terhadap sensor. Ketika ada suatu obyek logam maupun non logam mendekat pada sensor dengan jarak yang cukup dekat maka sensor akan mendeteksi obyek dan menangkap sinyal sebagai tanda bahwa ada obyek yang melewati sensor.
Demikian penjelasan singkat tentang proximity sensor atau sensor jarak,, mohon maaf jika ada kesalahan dalam penjelasan dan semoga ini dapat memberikan manfaat.

Friday, April 5, 2019

Hikmah: Latihan Kesabaran

Latihan Kesabaran; Sebuah Tulisan Menarik Dari Puthut EA


Seorang kiai yang sangat terkenal, memiliki seorang putri yang jelita. Banyak santri ingin melamarnya. Tapi belum ada yang pas di hati sang kiai.

Ada seorang santri yang agak mbejujak dari pesantren sebelah. Dia terpikat sama sang putri, tapi menyadari kalau dari jalur keturunan dan tingkat kealiman, bakal tak masuk ke kriteria sang kiai. Karena ketertarikannya yang kuat pada sang putri, dia memutuskan menjual barang dagangan apapun di rumah sang kiai. Dari mulai air galon, gas, sayur-mayur, beras, pokoknya semua jenis barang yang dibutuhkan keluarga tersebut. Dia membuat servis dengan cara mengantar langsung, sehingga punya potensi besar untuk melihat sang putri. Harganya pun dibikin semurah mungkin. Itu sebabnya, santri —yang supaya lebih mudah kisah ini saya paparkan, saya beri saja nama: Zul— langsung jadi langganan keluarga pak kiai.

Setiap hari, Zul selalu datang ke rumah pak kiai. Mengantar apa saja kebutuhan keluarga itu. Dari situ dia tahu hobi sang putri makan kol goreng. Zul yang awalnya tak suka kol tiba-tiba jadi penyuka kol goreng, sembari membayangkan nglethusi kol goreng bersama sang putri. Sebentar, supaya kisah ini lebih mudah lagi, saya kasih nama si putri dengan nama Esty. Tapi kok terkesan merujuk ke sosok tertentu ya. Saya ganti saja nama si putri dengan Niar.

Suatu saat, sang kiai mulai curiga. Kenapa Zul hanya mau menjual barang dagangannya ke rumahnya. Kiai kharismatik itu lalu menajamkan pengawasannya. Dan dia yakin, itu semua cuma persoalan asmara yang berkobar-kobar di dada Dinar, eh Zul.

Akhirnya, suatu sore, dipanggillah Zul menghadapnya. “Zul, aku ini pernah muda...”

Zul yang mengira dipanggil karena sang kiai sedang membutuhkan barang tertentu, langsung kaget.

“Aku tahu apa yang kamu lakukan setiap hari di sini. Kamu tidak murni jualan...”

Zul makin pucat.

“Begini saja, Zul. Kalau kamu bisa salat jamaah lima waktu setiap hari tanpa pernah terlambat, dan tidak absen selama 40 hari berturut-turut, kamu kujadikan menantuku.”

Mendengar itu, Zul langsung mencium tangan pak kiai. “Siap, Pak Kiai!”

Sepuluh hari pertama, benar-benar hari yang berat buat Zul. Tapi setiap kali dia malas, dia pun membayangkan bisa klethus-klethusan kol goreng bersama Niar, semangat santri mbeling itu pun terpompa.

Setelah lewat 10 hari, dia mulai merasakan kelezatan aktivitas itu. Damai. Tenang. Hatinya mulai lapang. 

Ketika lewat hari ke-20, dia mulai melupakan sang kiai. Sesekali saja dia ingat Niar dan kol goreng.

Ketika lewat hari ke-30, Zul sudah merasakan kenikmatan tiada tara. Kekhusyukan yang dalam. Ketenangan hati yang nyaris tiada tepi. Dia sudah benar-benar melupakan soal Niar, pak kiai, apalagi kol goreng.

Pada hari ke-40, saat Zul usai menunaikan salat Isya berjamaah, sang kiai sudah menunggunya di masjid. Dia pun mengajak bicara Zul. “Nak, kamu sudah lulus...”

Zul tersenyum. 

“Ayo Nak, kita ke rumah.”

“Acara apa, Pak Kiai?”

“Lho, aku nikahkan kamu dengan anakku.”

“Kenapa begitu?”

“Kamu sudah lulus selama 40 hari salat berjamaah di masjid, tanpa bolong dan tepat waktu.”

“Maaf, Pak Kiai. Saya tidak bisa. Saya tidak mau semua ibadah saya itu diganjar dengan dunia. Maaf...” Zul pun melangkah pergi.

Pak kiai segera menggamit lengan Zul. “Kalau begitu begini, Nak. Saya yang ingin memiliki menantu sepertimu. Lupakanlah soal ganjaran itu.”

Setelah terjadi beberapa dialog tambahan, akhirya Zul pun mau dinikahkan dengan Niar.

Kisah di atas tentu saja saya dengar dari Gus Baha’. Tentu saya tambahi. Kisah yang dituturkan Gus Baha’ itu berlatar belakang di Arab Saudi. Tapi kisah itu sangat terkenal, terutama untuk menjelaskan soal ini...

Bahwa tidak benar kalau laku ibadah mesti dimulai dari rasa ikhlas. Awalnya mungkin ingin dipuji orang, masih ada ujub, ada tujuan-tujuan tertentu. Tapi setelah dilakukan berulang kali, amal baik itu bisa menggiring ke arah kesejatian. Keikhlasan bukan turun begitu saja dari langit, tapi perlu latihan.

Jadi tidak perlu menghakimi niat orang. Sebab niatnya lurus atau tidak, tetap saja itu akan menuju ke kebaikan. Akan beriringan berjalan menuju ke cahaya kemuliaan. Ketidakbaikan yang mengiringi kebaikan, akan berguguran di jalan. Kalau dilakukan dengan telaten.

Note:
Foto ilustrasi ini hanya untuk pemanis saja.

Monday, March 11, 2019

One Day Trip: Curug Cibeureum TNGGP

TNGGP; Maret 2019

"Alam Mengajarkan Kita Tentang Kesabaran, Ikhlas, dan Kesungguhan"


Keputusan gue mengunjungi Curug Cibeureum yang terletak di Cibodas kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango kali ini terhitung kurang tepat. Pasalnya disamping sedang musim penghujan ternyata pihak pengelola TNGGP memang sengaja menutup jalur pendakian tepat di persimpangan jalur ke Curug Cibeureum di Cibodas dan ke arah air panas. Artinya bahwa kunjungan ini tidak terlalu tersengaja, mengingat kesengajaan atau rencana awal gue adalah hendak ngetrip menuju air panas untuk berendam dan tentu menikmati syahdu hangatnya kopi di sana.

Baik, mari mulai gue ajak kalian para pembaca menikmati tulisan ringkas dan sederhana ini. Gue coba sajikan sebuah tulisan tentang jalan-jalan yang sedikit berbeda dari umumnya. Gue tidak akan banyak menyajikan foto dokumentasi dan lebih banyak bercerita secara tulisan. Tujuan gue tidak lain mengajak kalian berimajinasi, membayangkan betapa Curug Cibeurem ini memang layak dikunjungi. Aksesnya sangat mendukung dan dekat dengan ibu kota Jakarta, itulah alasan kenapa tempat ini begitu terjangkau.

Pagi hari selepas subuh gue berangkat dari Tambun, Bekasi menggunakan motor laki gue New Megapro keluaran 2011. Motor ini sudah tercatat banyak sekali mengunjungi daerah-daerah di Jawa Barat mulai dari Pandeglang di ujung barat hingga terjauh Garut di ujung timur selatan. Secara gue dulu suka touring dengan sepeda motor, akhir-akhir ini saja memang sudah tidak lagi rutin dikarenakan sesuatu hal yang sulit dipahami dan dijelaskan. Pernikahan. Tentu hal ini membuat sedikit banyak berpengaruh pada aktifitas berpetualang gue. Tapi tenang, semua bisa dikendalikan dengan baik.

Tepat jam 05.00 WIB motor gue besut gasnya menuju tujuan melalui jalur Tambun berlanjut ke arah Setu, lalu Cileungsi, Kelapanunggal, hingga sampailah di Citeureup sekitar jam 06.00 WIB. Yah termasuk kategori jalan pelan sebenernya jika satu setengah jam dari Tambun baru sampai di Citeureup, Bogor. Gue tidak menyempatkan istirahat karena bagi gue semakin siang sampai lokasi akan semakin malas untuk mendaki menuju Curug Cibeureum. Dari Citeureup Bogor gue gas lagi lurus ke arah Sentul, sampai di Sentul ambil jalur Ranibow Hills yang berkelok aduhai it menuju gunung geulis dan sampailah di jalur Gadog Puncak jam 07.00 WIB.

Tepat pukul 08.00 WIB gue akhirnya sampai juga di parkiran bawah kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango di Cibodas Cianjur. Gue putuskan parkir di tempat parkir paling dekat sendirid dengan pos retribusi memasuki kawasan TNGGP. Langsung tanpa basa-basi gue beli tiket masuk area kawasan TNGGP dan kemudian gue memilih untuk istirahat meluruskan kaki dan punggung yang mungkin saja bengkok dalam arti yang tidak sebenernya alias pegel-pegel lah intinya. Di gerbang masuk atau pos pertama jalur pendakian Gunung Gede Pangrango melalui Cibodas ini terdapat kantin yang sangat nyaman. Gue pesen nasi goreng sekaligus kopi hitam untuk energi awal menuju tujuan.

Setelah istirahat sekitar satu jam gue rasa cukup lalu dengan bekal sederhana gue akhirnya tepat jam 09.00 WIB jalan mendaki menuju lokasi yang tidak terlalu tersengaja ini, Curug Cibeureum. Jalur pendakian Gunung Gede Pangrango melalui Cibodas ini sangat nyaman memang, setiap pengunjung dimanjakan dengan mudahnya menaiki melalui tangga yang tersusun rapi hingga Kandang Badak (kalau tidak salah). Jadi sudah bukan suatu alasan lagi jika malas untuk mendaki ke sini. Hanya saja memang kondisi hutan hujan tropis yang sangat lebat itu yang selama ini menjadi tantangan tersendiri. Ini berkaitan dengan suasana yang mistis dan tentu dinginnya hawa sekitaran TNGGP, sudah banyak sekali korban jiwa akibat hipotermia (kedinginan) akibat pengaruh cuaca ekstrim di sini.

Sekitar satu setengah jam perjalanan akhirnya jam 10.30 WIB gue sampai juga di Curug Cibeureum. Sepanjang jalan alhamdulillah dalam situasi yang nyaman tidak sedikit pun halangan gue dapati. Bahkan dalam bahasa yang hiperbolik mungkin bisa saja gue lari trail di jalur ini sebenernya. Sesampainya di Curug Cibeureum gue istirahat, makan cokelat bekal energi gue sambil memasak air hangat untuk ngopi sembari menghisap tembakau produknya LA Bold. Nikmat memang. Setengah jam bersantai di pondokan untuk aklimatisasi (penyesuaian suhu tubuh) akhirnya berani juga untuk mencoba dinginnya air Curug Cibeurem. Yap, gue hanya berkolor dan nyemplung di sana. Brrrrrr. Dingin sejadi-jadinya lah pokok. Mantappp!

Setelah ambil sedikit foto lalu mentas dari Curug dan tentu menghangatkan diri dengan pop mi rasa ayam bawang adalah pilihan paling tepat. Nyussss. Segerrr. Tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul 12.30 WIB. Gue harus turun nih takut kesorean jika berlama-lama di sini. BTW justru yang bikin gue heran adalah semakin sore bukannya sepi tapi malah semakin ramai pengunjung. Memang keren nih TNGGP. Sepanjang jalan turun gue tidak terbesar-gesa dan lebih memilih untuk jalan sesantai mungkin. Banyak waktu yang gue habiskan di jembatan dekat telaga biru itu untuk berfoto ria mencari spot yang paling ideal untuk kemudian bisa dishare ke media sosial. Memang jembatan sepanjang kurang lebih 150 meter di kaki menunu Gunung Gede Pangrango ini sangat ikonik. Menawan dengan nuansa kabut hutan lebatnya.

Tidak terasa tepat jam 13.30 WIB sampai di telaga biru pas turun ini hujan datang sangat tiba-tiba tanpa permisi seperti kamu dulu yang tiba-tiba meninggalkanku. Eh. Gue akhrinya neduh sebentar di pos telaga biru karena memang konyolnya gue adalah sengaja tidak prepare jas hujan. Whaaaa! Modyarrrrrr hujan semakin lebat. Kalau gue kejebak di sini alamat ini semakin sore pastinya saat pulang ke Bekasi nantinya. Akhirnya nekat menerjang hujan adalah keputusan paling tepat, untung saja jaket yang gue gunakan waterproof. Wqwq! Sorry brooo aman! Gasss lanjut turun hingga akhirnya jam 14.00 WIB sampailah di pos retribusi tiket TNGGP. Hujan semakin deras kembali teh hangat gue pesan untuk membantu menghangatkan tubuh, biar gak dingin seperti sikapmu itu. Hmmm.

Istirahat satu jam sembari menunggu hujan reda sekaligus nyempetin sholat ashar dulu. Setelah selesai semuanya (hujan dan sholat) akhirnya gue putuskan untuk menuju parkiran motor dan berencana langsung gas pol rem blong ke Bekasi. Sialnya sepanjang jalan dari Cimacan Cianjur hingga Bekasi diguyur hujan deras sedang lebat gerimis bergantian tanpa henti. Sungguh sebenernya adalah perjalanan berpetualang yang sangat menyiksa diri. Harus diakui perjalanan yang seperti ini sangat tidak disarankan bagi pemula atau bahkan mungkin bagi yang pengalaman pun tidak disarankan karena sangat rentan kecapean di perjalanan dan membahayakan diri. FYI ini gue catat sebagai perjalanan touring yang tidak akan gue ulangi di kemudian hari.

Taraaaaam! Tepat jam 19.00 WIB gue memasuki kawasan Setu wilayah Kabupaten Bekasi. Jam 19.30 WIB gue mendarat di Tambun dan tergeletak lesu di kamar gue setelah mandi dan makan malam. Yap! Sebenernya one day travelling seperti ini bisa saja dilakukan jika menggunakan kendaraan pribadi misalnya mobil sehingga tidak terlalu menguras energi. Curug Cibeureum yang terletak di TNGGP realtif dekat dan sangat terjangkau oleh warga di sekitaran DKI Jakarta. Tentu dengan hari libur yang sehari saja bisa dipakai untuk mengurangi penatnya pekerjaan dengan mengunjunginya. Suatu pilihan jalan-jalan murah meriah yang sangat menyegerkan (pikiran dan tubuh). Selanjutnya gue sudah merencanakan mengunjungi Situ Gunung di Sukabumi dan tentu tidak akan menggunakan motor melainkan kereta api saja. Pasti menarik dan seru.

Oke cukup sekian saja dulu tulisan ini, semoga dapat membayangkan betapa lelah dan capeknya gue saat ngetrip kali ini. Hikmah dari tulisan ini adalah: "Jika lo bukan orang yang strong lahir batin jangan coba-coba one day trip apalagi ke gunung". Bahaya! Ketagihan! Mending lo tidur saja dan membayangkan betapa Curug Cibeureum di Cibodas Cianjur itu sangat indah. Mamam tuh bayangan! Wqwq.